Sedikitnya dua penerbangan carter yang membawa hingga 150 anjing greyhound dijadwalkan terbang menuju negara bagian di pesisir timur Australia seiring mulai berlakunya larangan balap greyhound di Selandia Baru pada Sabtu.
Sejumlah pelatih greyhound di Selandia Baru memilih memindahkan anjing-anjing mereka ke Australia agar tetap dapat melanjutkan aktivitas balap, demikian disampaikan badan pengelola olahraga tersebut, Greyhound Racing New Zealand
Meski larangan resmi berlaku di seluruh Selandia Baru mulai Sabtu, balap greyhound masih legal di hampir seluruh wilayah Australia.
Larangan tersebut pertama kali diumumkan pada Desember 2024 dan disahkan menjadi undang-undang pada April. Sekitar 1.400 greyhound di Selandia Baru akan pensiun akibat kebijakan itu dan membutuhkan rumah baru untuk diadopsi.
Pemerintah Australia menyatakan greyhound yang masuk dari Selandia Baru akan dikategorikan sebagai “hewan pendamping” dan tetap menjalani pemeriksaan penyakit, termasuk rabies.
“Persyaratan impor anjing ke Australia didasarkan pada risiko biosekuriti, bukan pada tujuan penggunaan hewan tersebut,” kata Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia dalam sidang Senat pada Juni.
Juru bicara Menteri Balap Selandia Baru, Winston Peters, menyebut rencana pemindahan anjing-anjing itu sebagai “upaya terakhir dari industri yang sedang menuju akhir”.
Peters mengatakan industri balap anjing telah “kehilangan legitimasi sosial” setelah sejumlah kajian menyimpulkan tingkat cedera dan kematian anjing dalam olahraga tersebut “masih berada pada tingkat yang tidak dapat diterima”. Kesimpulan itu dibantah oleh GRNZ.
Dalam pernyataannya, juru bicara Peters mengatakan pemerintah memahami hanya sebagian kecil anjing yang akan diekspor ke Australia, sedangkan mayoritas, sekitar 1.300 hingga 1.400 ekor, akan ditempatkan di rumah baru dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini adalah tindakan terakhir yang hanya terjadi satu kali, bukan persoalan yang akan terus berlangsung,” ujarnya.
Sejumlah Pelatih Siap Pindah ke Australia
Kepala Eksekutif GRNZ, Edward Rennell, mengatakan bahwa antara enam hingga sepuluh pelatih telah menyatakan minat untuk pindah ke Australia. Sebagian besar warga negara Selandia Baru tidak memerlukan visa khusus untuk tinggal di Australia.
Menurut Rennell, rincian rencana tersebut diperkirakan akan difinalisasi dalam dua pekan ke depan.
Ia mengatakan detail akhir masih belum dipastikan, namun organisasinya akan menanggung seluruh biaya penerbangan. Sementara itu, biaya lain akan menjadi tanggung jawab pemilik dan pelatih.
“Kami akan mendukung mereka yang ingin pindah ke Australia,” kata Rennell.
Ia menjelaskan sebagian anjing akan tetap menjalani pelatihan dan mengikuti balapan di Australia. Namun, peluang mereka untuk bersaing di tingkat profesional diperkirakan lebih kecil karena aktivitas pembiakan greyhound di Selandia Baru hampir sepenuhnya berhenti sejak larangan diumumkan sekitar 18 bulan lalu.
Masyarakat Selandia Baru masih diperbolehkan memasang taruhan pada balapan greyhound di Australia, yang memiliki industri jauh lebih besar.
Berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan Greyhounds Australasia, industri balap greyhound di Queensland, New South Wales (NSW), dan Victoria secara gabungan bernilai hampir 2 miliar dolar Australia (sekitar Rp21,3 triliun) pada 2022-2023. Nilai tersebut jauh melampaui industri Selandia Baru yang mencapai sekitar 147 juta dolar Selandia Baru.
Mayoritas Greyhound Akan Diadopsi
Badan yang dibentuk khusus untuk mengawasi penutupan industri balap greyhound di Selandia Baru, Greyhound Transition Agency, mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya pengaturan untuk memindahkan sebagian anjing ke Australia demi kepentingan balap.
Namun, badan tersebut menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai proses tersebut.
Pemerintah Selandia Baru memutuskan melarang balap greyhound setelah tiga kajian independen terhadap olahraga itu yang dilakukan pada 2013, 2017, dan 2021.
“Kami mengakui industri ini telah meningkatkan standar keselamatan, tetapi angka cedera dan kematian tetap tinggi tanpa menunjukkan tanda-tanda perbaikan,” kata juru bicara Peters.
Menanggapi hal itu, Rennell menegaskan dirinya tetap meyakini standar kesejahteraan greyhound di Selandia Baru merupakan yang terbaik dibandingkan semua cabang olahraga balap di negara tersebut.
“Saya akan mempertahankan keyakinan itu sampai akhir hayat,” ujarnya.
GRNZ telah menjajaki sejumlah kandang di wilayah timur Australia sebagai tujuan pemindahan anjing-anjjing balap dari Selandia Baru.
Juru bicara Queensland Racing Integrity Commission mengatakan pihaknya telah diberi tahu oleh GRNZ mengenai kedatangan greyhound balap serta kemungkinan relokasi pelaku industri dari Selandia Baru ke Queensland.
Sementara itu, pejabat di New South Wales dan Victoria mengatakan mereka belum mengetahui adanya rencana relokasi khusus ke wilayah masing-masing. Mereka menambahkan bahwa perpindahan greyhound antarwilayah di Australia maupun dari Selandia Baru memang diperbolehkan.
Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar lebih lanjut.
Kritik dari Kelompok Pecinta Hewan
Puluhan greyhound diketahui telah dipindahkan ke Australia tidak lama setelah larangan di Selandia Baru pertama kali diumumkan.
Pejabat mengonfirmasi sebanyak 80 greyhound diterbangkan dari Selandia Baru ke Queensland menggunakan penerbangan carter pada April 2025.
Simon Stout dari Greyhounds Australasia mengatakan kepada komite parlemen di Tasmania pada Rabu bahwa seorang pelatih bersama keluarganya memutuskan pindah karena tertarik dengan “fasilitas baru yang modern” di sebelah barat Brisbane.
Namun, Senator Partai Hijau Australia, Mehreen Faruqi, mengaku sangat khawatir terhadap celah aturan yang masih memungkinkan ekspor anjing balap ke Australia.
“Saya sangat prihatin dengan adanya celah yang memungkinkan anjing-anjing balap terus diekspor ke negara ini, sementara baik Selandia Baru maupun Australia tampaknya tidak benar-benar menangani persoalan tersebut,” katanya
Direktur Coalition for the Protection of Greyhounds, Kylie Field, mengatakan Australia sendiri masih kesulitan mencarikan rumah bagi ribuan greyhound pensiunan, termasuk sekitar 4.100 ekor di New South Wales.
“Untuk mengatasi krisis penempatan itu, industri balap sebelumnya membuat program pengiriman greyhound pensiunan ke Amerika Serikat dan Kanada,” katanya.
“Sejauh ini, lebih dari 2.000 anjing telah dikirim ke luar negeri.”
Balap greyhound saat ini telah dilarang di Wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory/ACT), sementara Tasmania telah mengumumkan rencana penghentian olahraga tersebut secara bertahap.
Tahun ini, Skotlandia dan Wales juga mengesahkan undang-undang yang melarang balap anjing komersial. Di Amerika Serikat, sebagian besar negara bagian telah memberlakukan larangan serupa, sehingga hanya tersisa dua arena balap yang masih beroperasi di negara bagian West Virginia.
