Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Setelah Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung

    01/08/2026

    Larangan Balap Greyhound Berlaku di Selandia Baru, Ratusan Anjing Dipindahkan ke Australia

    01/08/2026

    Podcast Jadi Senjata Baru Polisi AS untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

    01/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Setelah Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung

      01/08/2026

      Larangan Balap Greyhound Berlaku di Selandia Baru, Ratusan Anjing Dipindahkan ke Australia

      01/08/2026

      Podcast Jadi Senjata Baru Polisi AS untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

      01/08/2026

      Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Benar-Benar Melucuti Senjata

      01/08/2026

      Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta, PM Spanyol Tuding Jaringan Penyelundup Manusia Jadi Dalang

      01/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Podcast Jadi Senjata Baru Polisi AS untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

      01/08/2026

      OpenAI Ungkap Kebocoran Uji AI Lebih Parah dari Dugaan, Agen Otonom Diretas Sejumlah Layanan Saat Keluar dari Sandbox

      30/07/2026

      Robot Buatan China Mulai Kuasai Gudang Ritel Inggris, Dorong Revolusi Otomasi Industri

      30/07/2026

      AS Larang Impor Robot Humanoid Baru Buatan China, Pemerintahan Trump Sebut Ada Risiko Keamanan Nasional

      29/07/2026

      China Hadapi Ancaman Baru saat Bencana Alam Melanda: Video AI Palsu yang Menyesatkan

      28/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Benar-Benar Melucuti Senjata
    Hukum Kriminal

    Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Benar-Benar Melucuti Senjata

    joveBy jove01/08/2026No Comments5 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Seorang pejabat senior Israel menegaskan bahwa pasukan negaranya tidak akan mundur dari posisi mereka saat ini di Jalur Gaza sebelum kelompok bersenjata Palestina, Hamas, benar-benar melucuti persenjataannya di wilayah tersebut.

    Di sisi lain, Hamas menyatakan bahwa penyerahan senjata berat mereka hanya dapat dilakukan apabila Israel mengakhiri “segala bentuk agresi” serta menarik seluruh pasukannya dari Gaza.

    Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai kesepakatan mengenai “pelucutan senjata secara menyeluruh” terhadap Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

    Pada Jumat waktu setempat, Trump menegaskan bahwa Israel “sangat puas” dengan rancangan kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai “langkah besar bagi Timur Tengah”. Namun, Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben Gvir, menolak draf tersebut dan menyebutnya “tidak dapat diterima”.

    Kesepakatan itu merupakan bagian dari fase kedua rencana gencatan senjata di Gaza yang dimediasi Amerika Serikat, dengan tujuan mengakhiri perang di wilayah tersebut.

    Rencana perdamaian yang terdiri dari 20 poin dan diperkenalkan pada September tahun lalu itu mencakup pembentukan Dewan Perdamaian untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta rekonstruksi Gaza.

    Berbicara dalam rapat kabinet di Camp David pada Jumat waktu setempat, Trump mengatakan dirinya telah mencapai “kesepahaman” dengan Israel terkait proposal pelucutan senjata terbaru yang disepakati bersama Hamas.

    “Israel sangat puas dengan hal itu,” ujarnya.

    Saat ditanya apakah Hamas akan melucuti senjata terlebih dahulu sebelum pasukan Israel ditarik dari Gaza atau sebaliknya, Trump tidak memberikan jawaban langsung. Ia hanya mengatakan bahwa situasi di Gaza masih “sangat kompleks”.

    Menurut Trump, senjata milik Hamas nantinya akan diserahkan kepada Dewan Perdamaian.

    Hingga kini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belum memberikan tanggapan atas proposal terbaru tersebut.

    Namun, seorang pejabat senior Israel menegaskan bahwa posisi pemerintah tetap tidak berubah.

    “Tidak akan ada penarikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari posisi mereka saat ini di Garis Kuning (Yellow Line) tanpa pelucutan senjata Hamas yang benar-benar nyata,” katanya.

    Yellow Line merupakan garis demarkasi di dalam Gaza yang disepakati sebagai batas penarikan pasukan Israel setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Hamas tahun lalu.

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, Israel seharusnya tetap menguasai sementara wilayah di belakang Yellow Line, yang mencakup sekitar 53 persen wilayah Gaza. Namun, Netanyahu baru-baru ini mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza. Pada Mei lalu, ia bahkan menyatakan telah menginstruksikan perluasan kendali hingga mencapai 70 persen wilayah tersebut.

    Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa komitmen Israel untuk mengakhiri serangan militernya di Gaza merupakan “prasyarat mendasar” agar kesepakatan dapat dilanjutkan. Kelompok itu juga menuntut adanya jaminan atas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara Palestina yang merdeka.

    Hamas menyatakan telah menjalani proses negosiasi secara “bertanggung jawab dan positif” dengan dukungan konsensus nasional dari berbagai faksi Palestina.

    Sejumlah pejabat Palestina yang terlibat dalam perundingan meyakini keputusan kepemimpinan baru Hamas, yang mereka sebut sebagai keputusan paling penting dalam sejarah kelompok tersebut, dipengaruhi oleh memburuknya kondisi kemanusiaan yang dihadapi lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza.

    Sebelumnya pada Jumat, Dewan Perdamaian menerbitkan apa yang disebut sebagai peta jalan bagi Gaza. Dokumen itu kembali menegaskan usulan pelucutan senjata Hamas secara bertahap, penarikan pasukan Israel secara bertahap, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

    Harapan dan Keraguan dari Warga Gaza dan Israel

    Sejumlah warga Gaza dan Israel menyampaikan tanggapan mereka terhadap rencana tersebut kepada BBC.

    Tala, seorang perempuan berusia 18 tahun yang telah tinggal di tenda sejak rumahnya hancur akibat serangan udara, mengatakan setiap kali muncul kabar mengenai kemungkinan gencatan senjata, masyarakat selalu berharap perang benar-benar berakhir.

    “Namun ketika janji-janji itu kembali gagal dipenuhi, rasa takut justru semakin besar,” ujarnya.

    Mahasiswi tersebut mengatakan kehidupan sehari-hari masih “sangat sulit”.

    “Setiap hari selalu menghadirkan kesulitan baru. Kami terus memikirkan keselamatan dan kebutuhan dasar.”

    “Yang paling penting adalah menghentikan pertempuran, melindungi warga sipil, dan memulai babak baru untuk membangun kembali kehidupan,” katanya.

    Sementara itu, seorang warga Israel bernama Jonny mengatakan dirinya terus berdoa agar gencatan senjata di Gaza dapat berhasil.

    “Saya tidak melihat akhir dari siklus ini, tetapi saya berdoa semoga itu benar-benar terjadi,” ujarnya.

    Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, mengatakan kepada CNN bahwa Israel “menantikan pelaksanaan” kesepakatan tersebut.

    “Namun kami harus memverifikasi apa yang mereka lakukan, bukan hanya apa yang mereka katakan,” katanya.

    Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyebut proposal tersebut sebagai “satu-satunya kabar baik dalam beberapa hari terakhir”.

    Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, mengatakan perhatian kini harus difokuskan pada pelaksanaan penuh rencana perdamaian 20 poin, termasuk penarikan pasukan IDF dari Gaza dan penghormatan terhadap gencatan senjata oleh seluruh pihak.

    Ia menambahkan kondisi kemanusiaan di Gaza masih “sangat memprihatinkan” dan menegaskan bahwa Israel “harus segera mengakhiri pembatasan yang tidak dapat diterima terhadap masuknya bantuan kemanusiaan”. Israel membantah telah membatasi masuknya bantuan.

    Perang di Gaza dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas terhadap wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera.

    Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 73.290 orang telah tewas sejak perang dimulai. Data tersebut dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    gaza israel militer Palestina perang
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Setelah Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung

    01/08/2026
    Hiburan

    Larangan Balap Greyhound Berlaku di Selandia Baru, Ratusan Anjing Dipindahkan ke Australia

    01/08/2026
    Budaya

    Podcast Jadi Senjata Baru Polisi AS untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

    01/08/2026
    Bencana

    Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta, PM Spanyol Tuding Jaringan Penyelundup Manusia Jadi Dalang

    01/08/2026
    Lain Lain

    Ribuan Migran Masuk ke Ceuta dari Maroko, Spanyol Kerahkan Pasukan Perkuat Perbatasan

    31/07/2026
    Budaya

    Uskup Agung Canterbury Tegaskan Komitmen Dana Rp2,2 Triliun untuk Reparasi Perbudakan

    31/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Massive Attack Dilarang Masuk Singapura Setelah Kibarkan Bendera Palestina di Atas Panggung

    01/08/2026

    Larangan Balap Greyhound Berlaku di Selandia Baru, Ratusan Anjing Dipindahkan ke Australia

    01/08/2026

    Podcast Jadi Senjata Baru Polisi AS untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

    01/08/2026

    Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Benar-Benar Melucuti Senjata

    01/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.