Pihak berwenang Monaco mengidentifikasi seorang tersangka dalam penyelidikan kasus bom paket yang melukai serius seorang miliarder Ukraina yang masuk daftar sanksi, serta dua korban lainnya.
Kantor kejaksaan Monaco menyatakan surat perintah penangkapan telah diterbitkan terhadap tersangka yang disebut merupakan warga negara asing dan sudah tidak berada di wilayah Monaco. Pihak berwenang juga mengatakan pemberitahuan Red Notice Interpol akan segera diterbitkan.
Pada Senin malam waktu setempat, rekaman kamera pengawas memperlihatkan seseorang meninggalkan sebuah paket di area pintu masuk gedung apartemen di Monaco. Tak lama kemudian, ledakan terjadi dan melukai tiga orang saat mereka memasuki bangunan tersebut.
Otoritas menyatakan insiden itu diselidiki sebagai percobaan pembunuhan, bukan serangan teror.
Setelah ledakan di gedung apartemen dekat perbatasan Monaco dengan Prancis itu, tersangka terlihat melarikan diri menuju wilayah komune Beausoleil di Prancis.
Meski awalnya tersangka yang mengenakan topi hitam diduga seorang pria, sejumlah media lokal melaporkan bahwa orang yang dicari sebenarnya adalah seorang perempuan yang berusaha menyamarkan identitasnya.
Jaksa Monaco, Stéphane Thibault, tidak mengomentari laporan tersebut. Namun, ia menyampaikan apresiasi kepada kepolisian Monaco dan Prancis atas kerja sama yang memungkinkan identifikasi tersangka “dalam waktu yang sangat singkat”.
“Surat perintah penangkapan telah diterbitkan terhadap tersangka, yang mulai malam ini juga akan menjadi subjek Red Notice Interpol,” demikian pernyataan kantor kejaksaan Monaco pada Kamis malam waktu setempat.
Thibault mengatakan pembaruan informasi terkait kasus ini akan disampaikan sekitar pukul 12.00 waktu setempat pada Jumat.
Pihak berwenang Monaco belum mengonfirmasi identitas para korban. Namun, menurut laporan media lokal, serangan tersebut menargetkan Vadym Yermolaiev, pasangannya, dan putranya.
Yermolaiev, 58 tahun, merupakan pengembang properti kaya raya yang tinggal di Monaco.
Ia menjadi warga negara Siprus setelah melepaskan kewarganegaraan Ukraina pada 2019.
Yermolaiev memiliki kepentingan bisnis besar di sektor anggur dan minuman beralkohol di Crimea, wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia. Sejak 2023, ia menjadi sasaran sanksi pemerintah Ukraina di Kyiv.
Majalah Forbes pada 2020 menempatkannya sebagai orang terkaya Ukraina ke-39 dengan total kekayaan mencapai US$230 juta, atau sekitar Rp3,7 triliun.
Tiga korban, termasuk seorang remaja berusia 13 tahun, dilarikan ke rumah sakit setelah ledakan terjadi. Dua korban dewasa sebelumnya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Menurut laporan pada Rabu, kondisi pria tersebut sudah tidak lagi mengancam jiwa. Namun, kondisi korban perempuan disebut masih belum stabil.
Pangeran Monaco, Albert II, menyebut insiden itu sebagai “kejahatan keji”.
