Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Pria Pembawa Bendera Tibet Tewas Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

    03/07/2026

    Ronaldo Antar Portugal Lolos Dramatis, Spanyol dan Swiss Melaju Mulus ke 16 Besar Piala Dunia

    03/07/2026

    Mantan Atlet Olimpiade Didakwa atas Dugaan Perusakan Kolam Refleksi Lincoln Memorial

    03/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pria Pembawa Bendera Tibet Tewas Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

      03/07/2026

      Ronaldo Antar Portugal Lolos Dramatis, Spanyol dan Swiss Melaju Mulus ke 16 Besar Piala Dunia

      03/07/2026

      Mantan Atlet Olimpiade Didakwa atas Dugaan Perusakan Kolam Refleksi Lincoln Memorial

      03/07/2026

      India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Dikhawatirkan Picu Penipuan Siber

      03/07/2026

      Monaco Keluarkan Surat Penangkapan untuk Tersangka Bom Paket yang Lukai Miliarder Ukraina

      03/07/2026
    • TEKNOLOGI

      India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Dikhawatirkan Picu Penipuan Siber

      03/07/2026

      Instagram Kedapatan Tayangkan Iklan Bermuatan Eksploitasi Seksual Anak di India

      03/07/2026

      Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah China Bungkam dan Spekulasi Meluas

      01/07/2026

      Strawberry Moon Akan Hiasi Langit Pekan Ini, Jadi Bulan Purnama Pertama Musim Panas

      30/06/2026

      Trump Unggah Gambar Elang Emas Raksasa di Gedung Putih, Diduga Hasil Buatan AI

      30/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Dilarang Tampil di China, Komedian Ini Bangkit dan Bawa Kritiknya ke Penonton Berbahasa Mandarin di Luar Negeri
    Hiburan

    Dilarang Tampil di China, Komedian Ini Bangkit dan Bawa Kritiknya ke Penonton Berbahasa Mandarin di Luar Negeri

    joveBy jove02/07/2026No Comments6 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ketika salah satu komedian stand-up terbesar China membuka pertunjukannya dengan lelucon tentang lamanya masa kekuasaan Presiden Xi Jinping, penonton langsung bersorak disertai umpatan bernada dukungan.

    “Ini luar biasa,” teriak seorang pria dalam bahasa Mandarin.

    Hanya sedikit orang di China yang berani bercanda tentang Xi, yang semakin memusatkan kekuasaan selama hampir 15 tahun memimpin negara tersebut.

    Namun pertunjukan itu digelar di National University of Singapore, di hadapan ratusan penonton yang sebagian besar merupakan warga keturunan Tionghoa Singapura serta warga China yang tinggal atau berkunjung ke negara itu.

    Dan pria muda di atas panggung itu, Chizi, memahami sepenuhnya risiko yang ia hadapi.

    Pada 2023, pemerintah China melarangnya tampil di dalam negeri setelah serangkaian pertunjukan di luar negeri yang menyinggung isu-isu sensitif bagi pemerintah. Meski demikian, tidak pernah ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan pelarangan tersebut.

    Chizi kini tidak lagi tinggal di China dan namanya, yang dulu sangat populer, nyaris hanya dibicarakan secara diam-diam.

    “Di China, wajah saya diperlakukan seperti organ seksual. Sesuatu yang tidak bisa ditampilkan atau disebarkan secara bebas,” tulisnya dalam unggahan terbaru di Threads setelah mengetahui akun media sosial seorang penggemarnya ditangguhkan karena membagikan fotonya.

    Setelah vakum cukup lama, ia kembali ke panggung pada April lalu dengan memulai tur di Tokyo, Taipei, Kuala Lumpur, dan Singapura. Seluruh pertunjukan dilaporkan habis terjual.

    Di usia 30 tahun, Chizi yang memiliki nama asli Wang Yuechi, telah menekuni stand-up comedy selama lebih dari satu dekade. Namun tur kali ini terasa seperti karya “pertama yang benar-benar nyata”, katanya dalam wawancara sehari setelah pertunjukan.

    Banyak orang melihat kembalinya Chizi sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah China. Namun ia mengatakan tujuan utamanya adalah tampil di depan penonton berbahasa Mandarin.

    “Saya ingin tampil untuk orang-orang yang berbicara bahasa Mandarin, memperkenalkan diri saya, menunjukkan bagaimana saya hidup atau berpikir sebagai seseorang yang hidup di China selama 30 tahun,” katanya.

    “Terkesan berisiko justru membuat saya tertarik”

    Chizi mengatakan dirinya selalu tertarik pada tantangan dan hal itu membentuk keputusan untuk kembali tampil.

    “Kalau sesuatu terasa berisiko atau berbahaya, saya justru merasa tertarik,” ujarnya.

    Salah satu contohnya adalah tampil di Taiwan, isu yang sangat sensitif bagi China yang sejak lama mengklaim pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya.

    “Belum pernah ada komedian China yang tampil di Taiwan,” katanya.

    “Bahasanya sama dan budayanya juga sangat mirip. Tapi ada begitu banyak ketegangan. Jadi kenapa tidak? Kalaupun akhirnya berubah jadi perdebatan, tidak masalah. Kita bisa berdebat langsung.”

    Dalam pertunjukan berdurasi satu jam itu, Chizi sebagian besar membahas kisah hidupnya sendiri, mulai dari masa kecilnya yang “terlalu banyak bicara” hingga sering membuat orang dewasa kesal, sampai akhirnya menemukan dunia komedi saat remaja.

    Kini setelah tampil di luar China, leluconnya sebenarnya bisa menjadi lebih berani. Namun ia mengaku sengaja membatasi humor politik dalam materi tur kali ini.

    Ketika bercanda tentang Xi Jinping, ia bahkan menghindari penyebutan nama langsung dan hanya menyebutnya sebagai “suami Peng Liyuan”, merujuk pada istri Xi yang merupakan penyanyi terkenal.

    Ia juga menceritakan pengalaman tur di Amerika Utara yang berujung pada pelarangan dirinya tampil di China pada 2023. Saat itu ia menjadi pembuka pertunjukan bagi komedian China-Amerika, Joe Wong.

    Dalam pertunjukan tersebut, Chizi melontarkan lelucon tentang hal-hal yang tidak mungkin ia sampaikan di China, termasuk sensor ketat negara, meningkatnya nasionalisme dan populisme di internet, hingga berkurangnya hak kelompok etnis minoritas.

    Ia juga menyentuh isu sensitif dengan menyampaikan harapannya agar masyarakat di Hong Kong dan Taiwan dapat hidup bahagia. Hong Kong sendiri dalam beberapa tahun terakhir mengalami pengetatan kontrol Beijing terhadap oposisi politik.

    Pada Februari 2023, saat masih menjalani tur, Chizi mengetahui bahwa dirinya dilarang tampil di China.

    Ia mengatakan bahwa reaksi pertamanya justru rasa lega karena pertunjukan itu berisi “refleksi dan kesadaran” yang ia alami selama beberapa tahun terakhir dan ia ingin mengungkapkan apa yang benar-benar ia rasakan.

    Setelah menyadari kariernya di China telah berakhir, ia tampil lebih terbuka dan blak-blakan dalam pertunjukan berikutnya di Toronto.

    Chizi mengatakan tidak menyesal karena ruang bagi stand-up comedy di China kini menjadi “jauh lebih sempit” dan topik yang dibahas sering kali “sangat dangkal”.

    “Hal-hal yang tidak bisa saya katakan”

    Chizi putus sekolah menengah atas sebelum mulai tampil di panggung open mic pada 2015.

    “Saya selalu jadi orang yang banyak bicara dan senang membuat orang tertawa. Saya merasa seperti ikan yang menemukan air,” katanya.

    Kesempatan besar datang ketika salah satu komedian terkenal China mengundangnya tampil dalam acara bincang-bincang populer yang menjadi program pertama di televisi China yang menampilkan stand-up comedy.

    Ia kemudian menjadi pengisi tetap acara tersebut dan dalam waktu satu tahun menjadi wajah dari dua program streaming populer yang ditonton miliaran kali, membuatnya dijuluki “superstar stand-up”.

    Ia dikenal kerap merapalkan lelucon dalam bentuk rap, piawai berimprovisasi, serta melontarkan candaan tajam kepada selebritas hingga membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

    Dalam membahas suatu topik, Chizi memiliki gaya khas berupa penyampaian “poin utama”, sering kali berupa fakta unik, lalu meminta penonton memperhatikannya seperti seorang guru kepada murid.

    Ia juga termasuk sedikit komedian yang memasukkan isu-isu aktual di China ke dalam materi lawakannya.

    Dalam satu episode bersama pianis terkenal Lang Lang, Chizi bercanda bahwa Lang Lang kecil hanya berlatih piano di rumah karena “guru-guru akan menusuknya dengan jarum”, sindiran terhadap skandal besar taman kanak-kanak di China saat itu. Potongan video tersebut kemudian viral.

    Meski harus mematuhi aturan dengan mengubah naskah dan menghapus sejumlah materi, ia tetap menyimpan semua lelucon terlarang dalam sebuah folder bernama “Hal-hal yang tidak bisa saya katakan”, sambil bertanya-tanya apakah suatu hari ia dapat menyampaikannya secara terbuka.

    Di balik popularitasnya, Chizi mengaku sempat meragukan kemampuannya sendiri.

    “Saya bertanya-tanya apakah saya sebenarnya tidak terlalu bagus, hanya populer saja,” katanya.

    Seiring pertanyaan itu membesar, ia keluar dari acara televisi tersebut dan meninggalkan agensinya setelah perseteruan terbuka.

    Pada masa pandemi Covid-19, tepatnya akhir 2021, ia mengunggah postingan terakhir kepada 4,7 juta pengikutnya di Weibo mengenai keinginannya menjauh sejenak dari lingkungan media sosial yang menurutnya penuh permusuhan.

    “Bukan berarti saya tidak ingin membawa kebahagiaan untuk semua orang. Tentu saya ingin semua orang bahagia. Tapi tempat ini tidak membawa kebahagiaan,” tulisnya.

    ia mengaku frustrasi dengan keterbatasan pengaruh yang ia miliki.

    Selama lockdown ketat di China, ia menerima banyak pesan dari orang-orang yang meminta bantuan obat-obatan, makanan, dan kebutuhan pokok lain. Ia mengunggah ulang sebagian besar permintaan itu, namun sering kali dihapus oleh sensor pemerintah yang juga memperingatkan bahwa akunnya bisa ditutup.

    “Itu perasaan yang sangat tidak berdaya,” katanya mengenang.

    “Hak istimewa yang katanya saya miliki ternyata tidak terlalu berarti.”

    Karena itu, ia memutuskan mengambil jarak, pelajaran yang ia dapat dari ayahnya yang seorang pelukis minyak.

    “Ayah saya mengajari bahwa saat melukis, kita tidak bisa terus menatap satu titik. Kita harus mundur untuk melihat apakah hasilnya benar-benar bagus.”

    Kini setelah kembali tampil, Chizi ingin memperluas turnya ke Australia, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Ia belum tahu sampai kapan akan terus menjalani kehidupan ini, tetapi untuk saat ini ia menikmatinya.

    “Biasanya kita berteman satu per satu. Tapi di atas panggung, saya merasa seperti mendapatkan 500 teman sekaligus.”

    “Perasaan ketika saya dan penonton saling memahami, saya sangat menyukai itu.”

    beijing cina komedi tokoh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Pria Pembawa Bendera Tibet Tewas Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

    03/07/2026
    Lain Lain

    Ronaldo Antar Portugal Lolos Dramatis, Spanyol dan Swiss Melaju Mulus ke 16 Besar Piala Dunia

    03/07/2026
    Hukum Kriminal

    Mantan Atlet Olimpiade Didakwa atas Dugaan Perusakan Kolam Refleksi Lincoln Memorial

    03/07/2026
    Bisnis

    India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Dikhawatirkan Picu Penipuan Siber

    03/07/2026
    Hukum Kriminal

    Monaco Keluarkan Surat Penangkapan untuk Tersangka Bom Paket yang Lukai Miliarder Ukraina

    03/07/2026
    Hukum Kriminal

    Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, Sembilan Tewas dan Belasan Luka

    03/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Pria Pembawa Bendera Tibet Tewas Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

    03/07/2026

    Ronaldo Antar Portugal Lolos Dramatis, Spanyol dan Swiss Melaju Mulus ke 16 Besar Piala Dunia

    03/07/2026

    Mantan Atlet Olimpiade Didakwa atas Dugaan Perusakan Kolam Refleksi Lincoln Memorial

    03/07/2026

    India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Dikhawatirkan Picu Penipuan Siber

    03/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.