Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Transformasi Gaya Olivia Rodrigo Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Sensasi tetapi Penuh Referensi Budaya

    26/06/2026

    Gerakan Anak Muda India yang Berawal dari Meme Kini Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Mundur

    26/06/2026

    IBM Klaim Terobosan Chip di Bawah 1 Nanometer, Bisa Muat 100 Miliar Transistor

    26/06/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Transformasi Gaya Olivia Rodrigo Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Sensasi tetapi Penuh Referensi Budaya

      26/06/2026

      Gerakan Anak Muda India yang Berawal dari Meme Kini Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Mundur

      26/06/2026

      IBM Klaim Terobosan Chip di Bawah 1 Nanometer, Bisa Muat 100 Miliar Transistor

      26/06/2026

      Mahkamah Agung AS Batalkan Larangan Membawa Senjata di Area Publik Milik Swasta di Hawaii

      26/06/2026

      Apple dan Xbox Naikkan Harga Produk hingga Hampir 20 Persen di Tengah Krisis Chip Global

      26/06/2026
    • TEKNOLOGI

      IBM Klaim Terobosan Chip di Bawah 1 Nanometer, Bisa Muat 100 Miliar Transistor

      26/06/2026

      Apple dan Xbox Naikkan Harga Produk hingga Hampir 20 Persen di Tengah Krisis Chip Global

      26/06/2026

      Energi Panas Bumi Generasi Baru Menjanjikan Listrik Besar, Tetapi Biayanya Masih Mahal

      26/06/2026

      Lulusan Stanford Terbelah Soal AI: Antara Peluang Emas dan Kekhawatiran Hilangnya Masa Depan Kerja

      24/06/2026

      Kunal Shah Ditunjuk Pimpin WhatsApp, Pendiri Startup India Ini Naik ke Panggung Global Meta

      24/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Bencana»Paris Larang Minum Alkohol di Ruang Publik Saat Gelombang Panas Ekstrem Melanda Eropa
    Bencana

    Paris Larang Minum Alkohol di Ruang Publik Saat Gelombang Panas Ekstrem Melanda Eropa

    joveBy jove26/06/2026No Comments7 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Otoritas Prancis mengumumkan larangan konsumsi dan penjualan alkohol di Paris sebagai upaya mengurangi tekanan terhadap rumah sakit di ibu kota selama gelombang panas ekstrem.

    Warga Paris dilarang mengonsumsi alkohol di ruang publik mulai Jumat pukul 12.00 hingga Sabtu pukul 07.00 waktu setempat. Pembatasan serupa juga berlaku dari Sabtu hingga Minggu pada jam yang sama.

    Gelombang panas yang selama beberapa hari terakhir menyelimuti Spanyol, Inggris, dan Prancis kini diperkirakan bergerak ke wilayah timur Eropa. Peramal cuaca di Jerman dan Republik Ceko memperingatkan potensi kondisi cuaca ekstrem.

    Suhu di Jerman diperkirakan dapat mencapai 40 derajat Celsius pada Jumat, sementara peringatan cuaca ekstrem telah diberlakukan di sebagian besar wilayah Republik Ceko.

    Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan tingkat siaga kesehatan dinaikkan ke level tertinggi untuk memperkuat kapasitas tenaga medis rumah sakit dan melindungi kelompok rentan.

    Larangan penjualan alkohol untuk dibawa pulang akan berlaku di Paris mulai Jumat pukul 18.00 hingga Sabtu pukul 07.00 waktu setempat, dan kembali diterapkan pada Sabtu malam hingga Minggu pagi.

    Bar dan restoran berizin tidak termasuk dalam pembatasan tersebut.

    Kepala Kepolisian Paris Patrice Faure mengatakan kepada media lokal bahwa fasilitas rumah sakit kini hampir mencapai kapasitas maksimal.

    “Kami mendekati titik jenuh di fasilitas rumah sakit,” katanya.

    Kepala perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa Simon Stiell mengatakan “gelombang panas brutal di Eropa menunjukkan jejak nyata krisis iklim”. Ia menyerukan percepatan transisi energi terbarukan, perlindungan hutan, dan peningkatan ketahanan iklim.

    Setelah Prancis mencatat hari terpanas kedua berturut-turut pada Rabu, rekor suhu terus terpecahkan. Badan meteorologi Météo-France menyebut suhu minimum rata-rata pada Rabu malam mencapai 22 derajat Celsius, sementara kota Nantes di barat laut mencatat suhu 27,2 derajat Celsius pada malam hari.

    Setelah beberapa hari suhu memecahkan rekor di Prancis, pemerintah memperingatkan masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas mereka. Menteri Kesehatan Stéphanie Rist mengatakan gelombang panas tidak hanya berbahaya bagi lansia, tetapi juga bagi anak muda.

    “Anak muda juga mengalami serangan jantung,” kata Rist.

    Ia menyebut layanan ambulans di Paris mencatat jumlah kasus serangan jantung empat kali lebih tinggi dari normal dalam periode 24 jam. Meski demikian, pemerintah belum memiliki angka pasti terkait jumlah kematian yang berhubungan langsung dengan gelombang panas.

    Wali Kota Paris Emmanuel Grégoire mengatakan angka kematian di ibu kota mulai meningkat.

    “Kita tidak boleh merasa kebal,” katanya kepada televisi Prancis.

    “Saya terutama memikirkan anak muda. Sekitar pukul 19.30 tadi malam, saya melihat sekitar 100 orang masih jogging di jalan. Sejujurnya, itu tindakan yang tidak bertanggung jawab.”

    “Istirahat beberapa hari dari olahraga bukan masalah,” tambahnya.

    Rist juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas fisik selama suhu tinggi berlangsung.

    “Sekalipun Anda masih muda, sehat, dan tidak memiliki penyakit bawaan, panas ini tetap akan berdampak pada Anda,” katanya.

    Ia memperingatkan bahwa bahkan bersepeda pun berisiko karena suhu tinggi yang berlangsung selama sepekan dapat menyebabkan orang pingsan, jatuh, hingga harus dirawat di rumah sakit.

    Sementara itu, seorang anak berusia tiga tahun ditemukan meninggal di dalam mobil di wilayah Paris, beberapa hari setelah dua anak kecil ditemukan tewas di mobil keluarga mereka di kota Carpentras, Prancis selatan.

    Di kota Rennes, barat laut Prancis, kepala unit gawat darurat Profesor Louis Soulas mengaitkan kematian lima hingga enam orang di rumah mereka dengan suhu ekstrem.

    Layanan darurat mendatangi rumah mereka setelah para korban tidak menjawab panggilan pemeriksaan kondisi kesehatan.

    “Bukan hanya lansia sangat tua, tetapi juga orang berusia 60 tahun ke atas,” katanya.

    Rennes mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah sebesar 40,6 derajat Celsius pada Senin, sebelum kembali pecah menjadi 41 derajat Celsius sehari kemudian. Rekor sebelumnya tercatat pada 2022.

    Soulas memperingatkan unit perawatan intensif di wilayah tersebut telah “jenuh”.

    “Kami benar-benar berada di puncak aktivitas,” katanya.

    Lecornu mengatakan rencana darurat kesehatan nasional Prancis, Orsan, kini dinaikkan ke level tiga agar sistem kesehatan mampu “menahan tekanan dalam jangka panjang dan melindungi kelompok paling rentan”.

    Serikat guru di Prancis menyerukan mogok kerja sebagai protes terhadap “kondisi kerja yang tidak dapat diterima” akibat panas ekstrem.

    Mereka mengatakan pemerintah gagal mengambil langkah mitigasi meskipun telah diperingatkan sebelumnya, sehingga kesehatan staf pengajar dan siswa terancam.

    Tiga pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis juga dihentikan operasionalnya akibat suhu panas.

    Sejumlah wilayah barat Prancis kini bersiap menghadapi badai petir besar mulai Kamis sore.

    Angin kencang hingga 110 kilometer per jam diperkirakan melanda pantai Atlantik Prancis. Hari pertama festival musik Garorock di wilayah Lot-et-Garonne juga dibatalkan karena suhu diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius.

    Perubahan iklim terus mendorong kenaikan suhu global, terutama di Eropa. Layanan iklim Copernicus menyebut Eropa merupakan benua dengan pemanasan tercepat di dunia, dengan laju dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global.

    Kondisi ini menyebabkan gelombang panas musim panas semakin sering terjadi, tekanan terhadap pasokan air meningkat, serta kebakaran hutan menjadi lebih intens.

    Tahun lalu, lebih dari 1 juta hektare lahan terbakar di Eropa, menjadi rekor tertinggi, dengan Spanyol termasuk negara yang paling terdampak.

    Meski suhu di Spanyol diperkirakan mencapai puncak 38 hingga 39 derajat Celsius di beberapa wilayah pada Kamis, peramal cuaca mengatakan massa udara Atlantik yang lebih sejuk mulai bergerak masuk setelah rekor suhu Juni tertinggi tercatat pekan ini, yakni 45,1 derajat Celsius di kota Andújar, Spanyol selatan, pada Senin.

    Sistem pemantauan kematian terkait suhu di Spanyol, MoMo, mencatat 213 kematian antara Minggu hingga Rabu yang kemungkinan berkaitan dengan gelombang panas, termasuk 95 kematian hanya pada Rabu.

    Di Jerman, suhu malam di kota Bad Bergzabern di wilayah barat daya tidak turun di bawah 26,2 derajat Celsius pada Rabu malam, menyamai rekor panas nasional yang tercatat pada 2019.

    Badan meteorologi Jerman DWD mengatakan sebagian besar wilayah negara itu mengalami “stres panas”, sementara meteorolog Oliver Reuter menyebut sangat mungkin gelombang panas kali ini akan dikenang sebagai peristiwa bersejarah.

    Luksemburg mencatat suhu tertinggi bulan Juni sebesar 38,3 derajat Celsius di Wormeldingen pada Rabu. Status siaga merah untuk “stres termal ekstrem” diperpanjang hingga Sabtu malam.

    Di Jerman, lomba half marathon Hamburg pada Minggu dibatalkan. Operator kereta nasional Deutsche Bahn juga menawarkan pembatalan tiket gratis bagi penumpang yang tidak ingin bepergian akibat panas ekstrem.

    Perusahaan kereta Republik Ceko meminta penumpang mempertimbangkan menunda perjalanan jika tidak mendesak.

    Sebagian besar wilayah utara dan selatan Swiss ditempatkan dalam status peringatan cuaca tertinggi oleh MeteoSuisse, yang memperingatkan adanya “situasi kekeringan signifikan”.

    Suhu di Republik Ceko telah berada di kisaran lebih dari 30 derajat Celsius pada Kamis. Institut Hidrometeorologi ČHMÚ memperingatkan panas akan semakin intens pada Jumat dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius.

    Suhu akhir pekan di Wina, Austria, juga diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Belanda menetapkan status kode merah di delapan dari 12 provinsi mulai Jumat dini hari waktu setempat, dengan potensi suhu mencapai 39 derajat Celsius di sejumlah wilayah timur.

    Badan meteorologi Inggris, Met Office, memperpanjang peringatan merah suhu ekstrem hingga Jumat malam untuk wilayah London dan Inggris tenggara.

    Di Italia, Museum Uffizi di Florence menghentikan penjualan tiket hingga 28 Juni dan hanya menerima pengunjung yang sudah melakukan reservasi sebelumnya.

    Manajemen museum mengatakan sistem pendingin udara tidak mampu menghadapi tingginya jumlah pengunjung dan suhu ekstrem yang mencapai 32 derajat Celsius di dalam museum pada Rabu.

    Warga Italia telah menghadapi suhu tinggi sejak awal pekan ini, namun puncak gelombang panas diperkirakan terjadi Senin depan ketika suhu 40 derajat Celsius diperkirakan melanda berbagai wilayah utara negara itu.

    Suhu malam di kawasan tersebut kemungkinan tidak akan turun di bawah 29 derajat Celsius.

    “Sudah berlalu masa ketika suhu siang bulan Juni hanya 32 derajat Celsius dan malamnya sejuk di 17 derajat Celsius,” kata peramal cuaca Lorenzo Tedici kepada media Italia.

    “Kita kini begitu terbiasa dengan cuaca ekstrem hingga secara paradoks suhu 34 derajat Celsius justru dianggap kabar baik.”

    alkohol aturan bencana cuaca ekstrim eropa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Transformasi Gaya Olivia Rodrigo Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Sensasi tetapi Penuh Referensi Budaya

    26/06/2026
    Lain Lain

    Gerakan Anak Muda India yang Berawal dari Meme Kini Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Mundur

    26/06/2026
    Ekonomi & Pasar

    IBM Klaim Terobosan Chip di Bawah 1 Nanometer, Bisa Muat 100 Miliar Transistor

    26/06/2026
    Lain Lain

    Mahkamah Agung AS Batalkan Larangan Membawa Senjata di Area Publik Milik Swasta di Hawaii

    26/06/2026
    Ekonomi & Pasar

    Apple dan Xbox Naikkan Harga Produk hingga Hampir 20 Persen di Tengah Krisis Chip Global

    26/06/2026
    Lain Lain

    Raja Charles Pilih Tetap Tinggal di Clarence House, Buckingham Palace Tak Lagi Jadi Hunian Utama Monarki Inggris

    26/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Transformasi Gaya Olivia Rodrigo Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Sensasi tetapi Penuh Referensi Budaya

    26/06/2026

    Gerakan Anak Muda India yang Berawal dari Meme Kini Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Mundur

    26/06/2026

    IBM Klaim Terobosan Chip di Bawah 1 Nanometer, Bisa Muat 100 Miliar Transistor

    26/06/2026

    Mahkamah Agung AS Batalkan Larangan Membawa Senjata di Area Publik Milik Swasta di Hawaii

    26/06/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.