Kanada menunjukkan dominasinya dengan kemenangan telak 6-0 atas Qatar dalam laga Piala Dunia, namun pesta bersejarah itu harus dibayar mahal setelah gelandang Ismaël Koné mengalami cedera kaki serius yang mengubah suasana pertandingan.
Di hadapan 52.497 penonton, tim asuhan Jesse Marsch tampil superior dan mencatat kemenangan pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia putra. Jonathan David menjadi pusat perhatian lewat hattrick, menandai perkembangan pesat tim Kanada dalam satu dekade terakhir, meski kemenangan itu ternoda insiden mengerikan pada babak kedua.
Atmosfer di Vancouver dibuka dengan lantunan “O Canada” yang menggema, menciptakan suasana layaknya “pemain ke-12” di BC Place. Kanada langsung mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola di wilayah Qatar sejak awal pertandingan.
Selama delapan menit pertama, Kanada terus menekan dan menahan Qatar di area pertahanan mereka, hanya sesekali memberi ruang bagi serangan balik. Qatar sempat mencoba bangkit melalui akselerasi Akram Afif, namun momentum itu hanya bertahan singkat sebelum tekanan Kanada kembali meningkat.
Gol pembuka lahir dari situasi bola mati. Umpan Ali Ahmed menciptakan kemelut di kotak penalti Qatar yang gagal dibersihkan, sebelum Cyle Larin memanfaatkan bola liar untuk membuka skor dan memicu selebrasi besar publik tuan rumah.
Setelah jeda water break, Kanada kembali menggempur. Alistair Johnston mengirim bola ke Tajon Buchanan yang menghasilkan tembakan terblokir, namun bola melambung dan jatuh tepat ke jalur Jonathan David. Penyerang Juventus itu menyambutnya dengan voli indah tanpa memberi peluang bagi kiper Mahmoud Abunada.
Situasi Qatar semakin memburuk ketika Buchanan dijatuhkan Homam Ahmed dalam situasi satu lawan satu. Setelah tinjauan VAR, wasit mengeluarkan kartu merah langsung karena pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol.
Kanada terus menekan. Pada menit ke-38, Buchanan nyaris mencetak gol, tetapi Akram Afif berhasil menyapu bola tepat di garis gawang. Meski tambahan waktu enam menit diumumkan, publik tuan rumah tetap bertahan di tribun dan akhirnya kembali bersorak menjelang turun minum.
Gol ketiga Kanada hadir sebelum jeda. Buchanan mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut Larin, namun sepakannya ditepis kiper. Bola muntah kembali jatuh ke David yang dengan cepat menyambar peluang untuk menggandakan koleksi golnya.
Memasuki babak kedua, Kanada kembali mengambil alih permainan. Namun pada menit ke-51, pertandingan berubah drastis ketika Ismaël Koné mengalami cedera parah setelah benturan dengan pemain Qatar Assim Madibo. Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning, tetapi setelah VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah bagi Madibo.
Insiden tersebut menunjukkan Koné dengan kaki kirinya dalam posisi tidak normal, membuat rekan-rekan setimnya terpukul. Koné kemudian ditandu keluar lapangan dengan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh stadion, bahkan sempat melambaikan tangan kepada penonton saat meninggalkan lapangan.
Meski kehilangan salah satu pemainnya, Kanada tetap melanjutkan dominasi. Nathan Saliba, yang masuk menggantikan Koné, mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-64 dan langsung menunjuk ke arah terowongan tempat Koné dibawa keluar sebagai bentuk penghormatan.
Kanada terus menambah tekanan. Pada menit ke-75, Jacob Shaffelburg melepaskan tembakan yang akhirnya berujung gol bunuh diri Mohamed Al Mannai, memperbesar keunggulan menjadi 5-0.
Pada menit ke-86, layar stadion menampilkan legenda sepak bola Kanada Christine Sinclair, yang disambut sorakan paling keras selain momen gol.
Jonathan David kemudian melengkapi hattricknya di masa injury time, memastikan kemenangan 6-0 sekaligus menegaskan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional putra Kanada.
Dengan hasil ini, Kanada tidak hanya meraih kemenangan bersejarah pertama mereka di Piala Dunia, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu tim yang sedang berkembang pesat di panggung internasional, meski kemenangan tersebut dibayangi cedera serius yang menimpa Koné.
