Sedikitnya sembilan orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam gelombang serangan Rusia ke Ukraina, yang juga menyebabkan salah satu bangunan keagamaan paling bersejarah di Kyiv terbakar dan mengalami kerusakan besar, menurut pejabat setempat.
Empat orang tewas dalam serangan di Kyiv, sementara lima petugas penyelamat kehilangan nyawa saat berupaya memadamkan kebakaran yang dipicu oleh serangan Rusia di kota Kharkiv, wilayah timur laut Ukraina, kata pejabat Ukraina.
Katedral Dormition yang dibangun pada abad ke-11 mengalami kerusakan signifikan dalam serangan yang oleh Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko disebut sebagai “serangan brutal terhadap rakyat dan warisan budaya kami”.
Sementara itu, serangan drone Ukraina di kota Tula, Rusia, yang terletak di selatan Moskow, menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya, termasuk seorang balita berusia satu tahun, menurut keterangan pejabat setempat.
Serangan rudal dan drone menyebabkan kebakaran pada sejumlah bangunan dan kendaraan serta membuat lebih dari 140.000 warga di ibu kota Ukraina kehilangan pasokan listrik, kata Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko. Sebagian besar wilayah Ukraina berada dalam status peringatan serangan udara pada Senin.
Serangan di Kyiv yang menyasar sejumlah bangunan permukiman menyebabkan sedikitnya 23 orang terluka, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka di Kharkiv.
“Kami akan segera memulai seluruh prosedur yang relevan di UNESCO dan mekanisme internasional lainnya, serta menuntut respons yang segera dan memadai terhadap tindakan barbar negara ini,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam pernyataan yang diunggah di platform X.
Pernyataan tersebut merujuk pada kerusakan yang dialami Katedral Dormition yang berada di kompleks biara Kyiv Pechersk Lavra.
Negara tetangga Ukraina, Polandia, menyatakan telah mengerahkan jet tempur dan menempatkan sistem pertahanan udara berbasis darat dalam status siaga sebagai langkah “pencegahan” menyusul serangan Rusia ke Kyiv.
Gelombang serangan ini terjadi menjelang pertemuan negara-negara anggota G7 yang akan berlangsung pekan ini di Prancis, di mana perang di Ukraina menjadi salah satu agenda utama pembahasan.
Pada Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, yang kemudian berkembang menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
