Seorang pria asal Meksiko yang terekam video melakukan gestur menarik sudut matanya saat pertandingan Piala Dunia antara Korea Selatan dan Republik Ceko menyampaikan permintaan maaf setelah rekaman tersebut memicu gelombang kecaman.
Seorang kreator konten asal Korea Selatan mengunggah video dirinya saat menghadiri pertandingan pada Jumat lalu. Dalam video tersebut, Ulises Fernando Bernal Miramontes yang duduk di belakangnya terlihat melakukan gestur mata sipit sebelum tertawa. Gestur tersebut secara luas dianggap sebagai tindakan yang merendahkan dan tidak menghormati masyarakat Asia Timur.
Insiden itu memicu kemarahan besar di media sosial, dengan banyak warga Meksiko turut mengecam tindakan Bernal.
Bernal kemudian menyampaikan permintaan maaf. Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa ia dicopot dari jabatannya sebagai ketua sebuah organisasi profesi teknik di Meksiko.
Yoon Su-jin mengunggah cuplikan video tersebut di Instagram dengan keterangan: “Anda menempuh perjalanan melintasi dunia untuk menghadiri Piala Dunia… dan justru mengalami rasisme.”
Pertandingan yang digelar di kota Guadalajara, Meksiko, pada Kamis malam itu berakhir dengan kemenangan Korea Selatan 2-1 atas Republik Ceko setelah sempat tertinggal lebih dahulu.
Video yang diunggah Yoon memicu kemarahan pengguna media sosial dan mengumpulkan sekitar 65.000 komentar. Rekaman itu juga telah dibagikan atau diunggah ulang sedikitnya 120.000 kali.
“Benar-benar buruk. Lalu dia tertawa seolah baru saja melontarkan lelucon terbaik,” tulis salah satu komentar.
Banyak komentar dari pengguna yang mengaku berasal dari Meksiko juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan Bernal dan menegaskan bahwa pria tersebut “tidak mewakili seluruh rakyat Meksiko”.
Yoon, yang juga dikenal di dunia maya dengan nama Ino Cat, memiliki 6,6 juta pengikut di YouTube dan lebih dari 2 juta pengikut di TikTok.
Menurut laporan New York Post yang mengutip juru bicara College of Geomatics and Topographic Surveying Engineers of Jalisco (CITGEJ), Bernal kemudian dicopot dari jabatannya sebagai presiden organisasi tersebut menyusul gelombang kecaman yang muncul.
Dalam permintaan maaf terbuka yang diunggah pada Minggu, Bernal mengakui bahwa video tersebut telah menyebar luas dan “menimbulkan beragam reaksi”.
“Karena itu, saya merasa penting untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tulisnya.
“Saya sungguh menyesali segala hal yang ditimbulkan oleh situasi ini. Saya telah meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang terjadi dan saya memahami tanggung jawab yang saya miliki dalam momen ini,” tulis Bernal. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin “membenarkan diri ataupun memperdebatkan berbagai penafsiran” mengenai insiden tersebut.
“Sepanjang kehidupan pribadi dan profesional saya, saya selalu berusaha memperlakukan orang lain dengan hormat, dan saya akan terus berupaya memastikan tindakan saya senantiasa mencerminkan nilai-nilai tersebut,” tulisnya.
