Polisi mengerahkan meriam air untuk membubarkan kerumunan besar massa setelah malam kedua kerusuhan melanda Irlandia Utara menyusul insiden penikaman di Belfast.
Polisi antihuru-hara menghadapi serangan berkelanjutan dari sekelompok orang yang melemparkan batu bata, botol, dan potongan kayu di sebuah bundaran utama di wilayah barat laut Belfast.
Personel tambahan dikerahkan untuk mengendalikan situasi, meski kerusuhan pada Rabu malam tidak sebesar kekerasan yang terjadi sehari sebelumnya.
Layanan transportasi umum di seluruh Irlandia Utara dihentikan sementara, sementara sejumlah sekolah memulangkan siswa lebih awal pada Rabu untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Pusat Kota Belfast tampak sepi setelah banyak pelaku usaha menutup toko mereka sejak tengah hari.
Meriam air digunakan di bundaran Sandyknowes di Glengormley, sekitar 13 kilometer di barat laut pusat Kota Belfast.
Rekaman video menunjukkan puluhan orang berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah merusak jalan masuk serta pagar rumah-rumah di sekitar lokasi untuk dijadikan proyektil.
Sebuah kendaraan besar milik Departemen Infrastruktur terlihat terbakar, sementara sejumlah tempat sampah juga dibakar.
Massa juga berusaha membakar sebuah bangunan kosong di kawasan yang sama, dengan beberapa orang melemparkan bom molotov ke arah barisan polisi.
Mereka diduga berupaya mendekati sebuah hotel yang digunakan untuk menampung para pencari suaka.
Di sejumlah wilayah lain di Irlandia Utara juga berlangsung aksi protes, namun sebagian besar berlangsung damai.
Di Belfast Timur, lokasi kerusuhan besar pada Selasa malam, sekitar 150 orang berkumpul di tengah pengamanan ketat polisi. Kepolisian menyatakan hanya terjadi sedikit gangguan dan jumlah penangkapan juga minim.
Lebih dari 100 orang berkumpul di deretan rumah dekat kampus Universitas Ulster di Coleraine, County Londonderry.
Sebagian peserta aksi menyampaikan keluhan kepada polisi terkait rumah-rumah hunian bersama atau houses of multiple occupation (HMO) serta para penghuninya sebelum akhirnya membubarkan diri.
Di Derry, polisi mengimbau pengendara untuk menghindari Ardmore Road di persimpangan Church Brae karena adanya sejumlah benda yang terbakar.
Sekitar 140 pengunjuk rasa juga berkumpul di kawasan Stormont Estate di Belfast.
Kasus Penikaman Jadi Pemicu Ketegangan
Sebelumnya, pada Rabu, Hadi Alodid, pria berusia 30 tahun asal Sudan, hadir di pengadilan setelah didakwa melakukan percobaan pembunuhan terkait penikaman yang terjadi di Belfast Utara pada Senin lalu.
Serangan tersebut menyebabkan korban, Stephen Ogilvie, mengalami luka serius.
Ogilvie yang berusia sekitar 40-an tahun kehilangan mata kirinya dan mengalami kerusakan pada mata kanan, selain menderita luka di leher dan punggung.
Keluarganya kembali mengeluarkan pernyataan pada Rabu malam, menyebut kondisi Ogilvie kini stabil. Mereka mengatakan pernyataan itu perlu disampaikan setelah melihat banyak informasi keliru yang beredar di media sosial.
Keluarga korban juga menyerukan agar masyarakat melakukan “protes damai sebagai satu-satunya jalan ke depan” serta menegaskan bahwa “banyak migran yang memberikan kontribusi sangat berharga bagi masyarakat”.
Reaksi terhadap penikaman tersebut, termasuk latar belakang etnis tersangka, memicu gelombang protes di berbagai wilayah Irlandia Utara pada Selasa malam.
Kelompok pria bertopeng membakar rumah-rumah, sebuah bus, dan sejumlah mobil, terutama di Belfast, sehingga memaksa beberapa keluarga meninggalkan rumah mereka.
Bom molotov juga dilemparkan ke arah polisi di sejumlah lokasi.
Namun, banyak aksi protes lain di wilayah seperti Ballymena, Londonderry, dan Antrim berlangsung tanpa kekerasan.
Puluhan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
Sejumlah perkembangan lain yang muncul terkait kerusuhan tersebut antara lain:
- Seorang menteri pemerintah Inggris mengatakan 27 orang kehilangan tempat tinggal setelah sejumlah pelaku mendatangi rumah-rumah untuk mencari dan menargetkan warga negara asing.
- Kepala Kepolisian Irlandia Utara menyatakan seorang bayi berusia dua bulan termasuk di antara mereka yang berhasil diselamatkan saat kerusuhan Selasa malam.
- Polisi memperingatkan bahwa pengguna media sosial yang menyebarkan alamat properti atau menandai lokasi tertentu secara daring berisiko membahayakan nyawa orang lain dan kemungkinan melakukan tindak pidana.
- Dua anggota polisi terluka saat menangani kerusuhan di Belfast pada Selasa malam.
- Dua pria telah didakwa. Seorang pria berusia 42 tahun didakwa melakukan kerusuhan, percobaan perusakan, dan penyerangan, sementara pria berusia 39 tahun didakwa melakukan kerusuhan.
- Tiga orang juga ditangkap di Glasgow, Skotlandia, setelah kerusuhan menyebar ke wilayah tersebut. Dalam insiden itu, dua polisi dan tiga warga sipil mengalami luka-luka.
- Wali Kota Belfast, Róis-Máire Donnelly dari partai Sinn Féin, mengaku menerima ancaman pembunuhan.
- Pemerintahan Stormont menggelar rapat darurat secara daring.
- Ratusan orang mengikuti aksi unjuk rasa anti-imigrasi di pusat Kota Dublin.
- Para kepala lembaga layanan kesehatan di Irlandia Utara menyatakan kerusuhan saat ini memberikan dampak besar terhadap layanan kesehatan yang sudah berada di bawah tekanan berat.
Pada Rabu malam, seluruh menteri dalam Pemerintahan Stormont mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam kerusuhan tersebut.
Mereka kembali menyerukan ketenangan dan menyatakan bahwa rangkaian peristiwa itu telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, menyebarkan ketakutan, serta membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah.
Pemimpin Politik Kutuk Kekerasan
Direktur Royal College of Nursing (RCN), Rita Devlin, mengatakan sejumlah tenaga kesehatan dihentikan oleh pria-pria bertopeng saat berusaha menuju tempat kerja pada Selasa malam.
“Mereka diminta menunjukkan identitas profesi kepada pria-pria bertopeng. Mereka tidak dapat masuk untuk bekerja,” katanya.
Menurut Devlin, sebagian perawat tersebut berasal dari luar negeri dan merasa “sangat ketakutan”.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan masyarakat memang wajar merasa terguncang oleh serangan penikaman yang mengerikan di Belfast Utara pada Senin malam.
“Namun saya ingin menegaskan, tindakan kekerasan dan pembakaran yang terjadi setelahnya sama sekali tidak dapat dibenarkan,” ujarnya.
Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyebut pemandangan kerusuhan itu “sangat mengkhawatirkan”. Ia mengatakan masyarakat memang berhak marah dan berhak mengharapkan para politisi mengamankan perbatasan negara.
“Tetapi tidak seorang pun berhak mengusir keluarga dari rumah mereka dengan cara membakar rumah, merusak fasilitas publik, atau menyerang polisi,” katanya.
Menteri Urusan Irlandia Utara, Hilary Benn, mengatakan kini terserah kepada para pelaku kerusuhan apakah mereka ingin terus membuat anak-anak “ketakutan saat dievakuasi dalam kegelapan di tengah kobaran api dan teriakan di sekeliling mereka”.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Irlandia Utara (PSNI), Jon Boutcher, mengimbau masyarakat agar tidak terbawa arus opini yang beredar di media sosial atau terpengaruh oleh orang-orang yang “tidak memahami kondisi Irlandia Utara”.
