Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Bus Wisata Terguling di Pegunungan Alpen Swiss, Sejumlah Orang Tewas

    11/09/2026

    Rekor Musim Badai Baru Terancam Tercipta saat El Niño Bersejarah Membuat Atlantik Sunyi

    11/09/2026

    Pria di Prancis Dipenjara karena Ancam Bunuh Guru Anaknya

    11/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Bus Wisata Terguling di Pegunungan Alpen Swiss, Sejumlah Orang Tewas

      11/09/2026

      Rekor Musim Badai Baru Terancam Tercipta saat El Niño Bersejarah Membuat Atlantik Sunyi

      11/09/2026

      Pria di Prancis Dipenjara karena Ancam Bunuh Guru Anaknya

      11/09/2026

      Lima Orang Tewas dan 67 Terluka dalam Serangan Rusia ke Pusat Perbelanjaan Ukraina

      11/09/2026

      Penelitian Ungkap Penggunaan Zat Psikoaktif Mungkin Sudah Ada 25.000 Tahun Lalu di Indonesia

      11/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Lima Orang Tewas dan 67 Terluka dalam Serangan Rusia ke Pusat Perbelanjaan Ukraina

      11/09/2026

      Anthropic Blokir Penyalahgunaan AI yang Berpotensi Mendukung Pengembangan Senjata Biologis

      11/09/2026

      iPhone Duo Resmi Meluncur, Layar Lipat Jadi Perubahan Terbesar Apple dalam Hampir 20 Tahun

      10/09/2026

      Peneliti Anthropic Sebut Ada Risiko Lebih dari 10 Persen AI Memusnahkan Umat Manusia

      10/09/2026

      AI Makin Sulit Dikendalikan, Akankah Manusia Tetap Memegang Kendali?

      10/09/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Mantan Menteri Australia Desak Audit Total Kesepakatan Aukus, Proyek Kapal Selam Rp3.900 Triliun Kembali Dipertanyakan
    Ekonomi & Pasar

    Mantan Menteri Australia Desak Audit Total Kesepakatan Aukus, Proyek Kapal Selam Rp3.900 Triliun Kembali Dipertanyakan

    joveBy jove02/06/2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Seorang mantan menteri lingkungan hidup Australia akan memimpin tinjauan independen yang didanai publik terhadap kesepakatan kapal selam Aukus senilai miliaran dolar, proyek pertahanan terbesar dalam sejarah negara tersebut.

    Peter Garrett, yang menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Australia pada 2007–2010, mengatakan penyelidikan independen terhadap kesepakatan senilai 368 miliar dolar Australia (239 miliar dolar AS atau 176 miliar pound sterling) itu sudah “sangat terlambat untuk dilakukan”.

    Dalam kesepakatan tersebut, Australia akan membeli kapal selam bekas milik Amerika Serikat untuk menggantikan armada kapal selamnya yang telah menua.

    Garrett, yang juga dikenal sebagai vokalis grup musik rock Midnight Oil, menyebut Aukus sebagai proyek pertahanan “termahal” yang pernah dijalankan Australia. Namun menurutnya, kesempatan untuk “mempertanyakan, memperdebatkan, dan memutuskan” proyek tersebut telah diambil dari tangan parlemen dan masyarakat.

    Penyelidikan ini akan menggelar serangkaian dengar pendapat publik, dengan laporan akhir dijadwalkan terbit pada Oktober mendatang.

    Garrett akan memimpin penyelidikan bersama empat komisaris lainnya, termasuk Laksamana Chris Barrie, mantan Kepala Angkatan Pertahanan Australia (ADF), serta Carmen Lawrence, mantan Perdana Menteri Negara Bagian Australia Barat.

    Karen Lester, putri seorang pria Aborigin yang kehilangan penglihatannya akibat uji coba nuklir Inggris di Australia Selatan pada 1950-an, juga akan bergabung sebagai salah satu komisaris.

    Dua anggota parlemen independen, David Pocock dan Andrew Wilkie, menyatakan dukungannya terhadap penyelidikan tersebut. Tinjauan ini diselenggarakan oleh organisasi nirlaba Australian Peace and Security Forum.

    Dukungan juga datang dari sejumlah mantan anggota parlemen, purnawirawan militer dan angkatan laut, pengacara hak asasi manusia, serta pemimpin serikat pekerja.

    Juru bicara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pemerintah menyambut baik “pengawasan dan transparansi yang tepat” terkait proyek kapal selam tersebut.

    Salah satu isu utama yang akan ditelaah selama penyelidikan lima bulan itu adalah apakah pengadaan kapal selam serang bertenaga nuklir benar-benar akan membuat Australia lebih aman, serta bagaimana dampaknya terhadap posisi negara tersebut dalam menjaga perdamaian dan keamanan kawasan.

    Sejumlah pertanyaan penting yang ingin dijawab dalam penyelidikan ini antara lain apakah Australia benar-benar akan menerima kapal selam yang telah dibayarnya, di mana dan bagaimana limbah nuklir akan disimpan, serta apakah kesepakatan tersebut berpotensi mengurangi kedaulatan negara.

    Penyelidikan juga akan menilai dampak kesepakatan Aukus terhadap hubungan Australia dengan China, mitra dagang terbesar negara itu.

    Kesepakatan Aukus pertama kali diumumkan pada September 2021. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan, banyak pihak meyakini bahwa perjanjian tersebut bertujuan menanggapi meningkatnya pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik, termasuk perannya dalam meningkatnya ketegangan di wilayah-wilayah sengketa seperti Laut China Selatan.

    Saat pertama kali diumumkan, China mengecam perjanjian tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang “sangat tidak bertanggung jawab”.

    Awal pekan ini, pemerintah Australia merinci perubahan dalam kesepakatan tersebut. Australia kini akan membeli tiga kapal selam bekas dari Amerika Serikat, menggantikan kesepakatan sebelumnya yang menjanjikan setidaknya satu kapal selam baru untuk Canberra.

    Mulai 2027, perjanjian tersebut juga memungkinkan Amerika Serikat dan Inggris menempatkan sejumlah kecil kapal selam bertenaga nuklir mereka di Perth, Australia Barat.

    Inggris telah meninjau kembali kesepakatan itu pada 2024 setelah pemerintahan Partai Buruh yang dipimpin Keir Starmer berkuasa. Sementara itu, Amerika Serikat juga meluncurkan evaluasi terhadap perjanjian Aukus pada Juni tahun lalu.

    Dengan biaya yang terus membengkak dan sejumlah pertanyaan strategis yang belum terjawab, penyelidikan independen ini berpotensi menjadi ujian penting bagi masa depan salah satu proyek pertahanan paling ambisius dalam sejarah Australia.

    amerika iran perang politik selat hormuz
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bencana

    Bus Wisata Terguling di Pegunungan Alpen Swiss, Sejumlah Orang Tewas

    11/09/2026
    Bencana

    Rekor Musim Badai Baru Terancam Tercipta saat El Niño Bersejarah Membuat Atlantik Sunyi

    11/09/2026
    Hukum Kriminal

    Pria di Prancis Dipenjara karena Ancam Bunuh Guru Anaknya

    11/09/2026
    Hukum Kriminal

    Lima Orang Tewas dan 67 Terluka dalam Serangan Rusia ke Pusat Perbelanjaan Ukraina

    11/09/2026
    Budaya

    Penelitian Ungkap Penggunaan Zat Psikoaktif Mungkin Sudah Ada 25.000 Tahun Lalu di Indonesia

    11/09/2026
    Hukum Kriminal

    Mahkamah Agung Sri Lanka Batalkan Pengampunan Presiden untuk Biksu Kontroversial

    11/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Bus Wisata Terguling di Pegunungan Alpen Swiss, Sejumlah Orang Tewas

    11/09/2026

    Rekor Musim Badai Baru Terancam Tercipta saat El Niño Bersejarah Membuat Atlantik Sunyi

    11/09/2026

    Pria di Prancis Dipenjara karena Ancam Bunuh Guru Anaknya

    11/09/2026

    Lima Orang Tewas dan 67 Terluka dalam Serangan Rusia ke Pusat Perbelanjaan Ukraina

    11/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.