Seorang pria asal Australia meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang saat mendaki Jalur Inca menuju Machu Picchu di Peru, menurut otoritas setempat.
Tim Unit Penyelamat Pegunungan Tinggi di kota Cusco menemukan jenazah Matthew Cameron Paton, 52 tahun, pada Kamis, sekitar 300 meter di bawah lereng curam dekat bagian jalur yang dikenal sebagai “50 Gradas”.
Pada Rabu, Paton — yang tiba di Cusco sekitar 12 hari lalu bersama istrinya — dilaporkan hilang setelah terjatuh menembus pagar pembatas yang rusak ketika mendaki jalur pegunungan terkenal di Peru tersebut bersama rombongan wisatawan dan seorang pemandu, kata polisi.
Pihak berwenang akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan jenazah Paton diperkirakan akan dipindahkan ke kota terdekat.
Kepala Kepolisian Wilayah Cusco, Jenderal Virgilio Velasquez, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan diluncurkan pada Rabu setelah pihaknya menerima laporan mengenai hilangnya wisatawan tersebut.
“Kami memperoleh informasi bahwa ia tampaknya tersandung saat melintasi jembatan kayu dan kemungkinan mencoba berpegangan pada pagar kayu,” kata Velasquez, seperti dikutip media Peru, Andina.
“Namun pagar itu roboh dan ia ikut terjatuh ke jurang bersamanya. Sayangnya, ia jatuh ke dalam jurang,” tambahnya.
Kepolisian Victoria di Australia mengonfirmasi bahwa Paton bergabung dengan institusi tersebut pada 2009 dan dijadwalkan memulai jabatan baru sebagai senior sersan bulan depan.
Keluarganya mengatakan mereka “sangat hancur” atas kematiannya dan menyebut Paton memang “selalu ingin bepergian ke Peru”.
“Keluarga adalah hal paling penting bagi Matt,” demikian pernyataan keluarga.
“Ia sangat berdedikasi kepada keluarganya, termasuk istrinya selama 31 tahun dan ketiga anak mereka. Ia sangat mencintai keluarganya. Dan kami juga sangat mencintainya.”
Kepala Komisaris Kepolisian Victoria Mike Bush mengatakan Paton telah “mengabdi dengan penuh dedikasi selama 16 tahun” dan akan dikenang karena “sikap tanpa pamrih, selera humor luar biasa, kebaikan hati, dan kepeduliannya kepada semua orang”.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Asosiasi Polisi Victoria menyebut staf dan anggotanya terkejut serta berduka atas “kehilangan salah satu anggota kami dalam kecelakaan tragis di luar negeri”.
“Kontribusi Matt dalam dunia kepolisian, baik melalui perannya dalam melatih polisi maupun sebagai Asisten Delegasi TPAV, mencerminkan kepedulian dan perhatian yang ia miliki terhadap rekan-rekannya serta keinginannya untuk terus memberikan kontribusi bagi institusi kepolisian,” kata asosiasi tersebut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan pihaknya tengah memberikan bantuan konsuler kepada keluarga warga negaranya yang meninggal di Peru.
“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga di masa sulit ini,” ujar juru bicara tersebut.
