Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menyetujui rencana untuk mencopot Komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Dr. Marty Makary, menurut seorang pejabat senior pemerintahan.
Keputusan tersebut muncul setelah meningkatnya kritik dari para pembantu Trump dan sekutu politik luar terhadap cara Makary mengelola lembaga kesehatan tersebut, termasuk keputusan kontroversial terkait persetujuan obat dan penanganannya terhadap upaya pembatasan lebih lanjut akses terhadap pil aborsi mifepristone.
Trump sendiri belum secara resmi memecat Makary. Pejabat tersebut dan sejumlah sumber lain yang mengetahui situasi itu mengingatkan bahwa presiden masih bisa berubah pikiran sewaktu-waktu. Ketika ditanya pada Jumat malam apakah ia berencana memecat Makary, Trump menghindari jawaban tegas.
“Saya membaca soal itu, tapi saya tidak tahu apa-apa,” katanya.
Menariknya, staf senior Gedung Putih dijadwalkan bertemu dengan aktivis antiaborsi pada Jumat, kelompok yang secara keras mengkritik Makary dan bahkan Trump secara pribadi karena dianggap tidak mengambil langkah untuk membatasi penggunaan mifepristone.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump dan sejumlah pembantunya semakin sering membahas kemungkinan pencopotan Makary. Mereka bahkan meminta penilaian dari sekutu luar mengenai kinerjanya dan menerima berbagai keluhan dari pejabat industri farmasi serta kelompok antiaborsi terkait FDA.
Juru bicara Gedung Putih dan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) tidak menanggapi permintaan komentar. The Wall Street Journal menjadi media pertama yang melaporkan rencana pemecatan Makary.
Jika Trump benar-benar memecat Makary, maka akan muncul lagi kekosongan jabatan penting di jajaran atas departemen kesehatan hanya beberapa bulan menjelang pemilu paruh waktu AS.
Saat ini, departemen tersebut sudah tidak memiliki direktur permanen untuk Centers for Disease Control and Prevention (CDC) maupun jabatan surgeon general. FDA juga masih belum memiliki regulator vaksin utama setelah mundurnya Dr. Vinay Prasad, sekutu dekat Makary yang turut menuai kritik terkait kepemimpinan dan kebijakan vaksinnya.
Sebagai tanda adanya gejolak internal di HHS, salah satu faktor yang memperumit rencana pemecatan Makary adalah menentukan siapa yang akan menggantikannya memimpin FDA, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Tekanan yang Terus Membesar
Makary, seorang ahli bedah dan penulis, sebelumnya berjanji mempercepat proses keputusan FDA terkait obat, perangkat medis, dan vaksin setelah dikonfirmasi menjabat pada Maret tahun lalu. Namun sepanjang tahun berikutnya, ia terus diterpa kontroversi.
Ia dikritik oleh perusahaan farmasi yang kecewa terhadap pengelolaan proses persetujuan obat, sekaligus oleh pejabat pemerintahan yang mempertanyakan penanganannya atas berbagai sektor penting FDA, termasuk regulasi tembakau.
Salah satu titik panas terbaru yang kembali memicu pembicaraan soal pemecatan Makary terjadi ketika ia menolak upaya internal untuk menyetujui penjualan rokok elektrik rasa buah. Persoalan itu membuat Trump marah dan secara langsung menekan Makary terkait keputusan vape tersebut, menurut dua sumber yang mengetahui insiden itu.
FDA kemudian berbalik arah pekan ini dan menyetujui rokok elektrik berperisa.
“Ini membuat frustrasi karena Presiden Trump pada masa jabatan pertamanya mengatakan ingin melanjutkan persetujuan produk-produk ini, tetapi kami tidak melihat itu terjadi,” kata Presiden Taxpayers Protection Alliance, David Williams.
Ia menduga perubahan sikap FDA mungkin “lebih untuk menyenangkan Trump daripada mencerminkan keyakinan Makary sendiri soal vape.”
Spekulasi mengenai masa depan Makary semakin menguat setelah berbagai kelompok dalam koalisi politik Trump secara terbuka menilai pemerintahan gagal memenuhi janji kampanye.
Salah satu kelompok terbesar adalah para aktivis antiaborsi yang bertemu pejabat Gedung Putih pada Jumat. Mereka mendesak FDA mencabut aturan yang memungkinkan pil aborsi mifepristone dikirim melalui pos.
Langkah itu akan berdampak besar terhadap akses aborsi di seluruh AS, karena FDA menetapkan aturan nasional mengenai resep obat tersebut. Aborsi melalui obat kini mencakup sekitar dua pertiga dari seluruh prosedur aborsi di Amerika Serikat dan menjadi salah satu faktor meningkatnya angka aborsi sejak Mahkamah Agung AS menghapus perlindungan nasional hak aborsi pada 2023.
Kelompok konservatif sosial telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa isu ini dapat menjadi faktor penting dalam pemilu paruh waktu mendatang — dan mereka menyalahkan Makary atas tidak adanya tindakan lebih tegas.
“Komisaris FDA Makary harus segera dipecat,” kata Presiden Susan B. Anthony Pro-Life America, Marjorie Dannenfelser, beberapa hari sebelum pertemuan dengan Gedung Putih yang rencananya ia hadiri. “Sikap tidak peduli benar-benar tidak dapat diterima bagi jutaan pemilih pro-kehidupan yang mengharapkan pemerintahan bertindak menyelamatkan nyawa.”
Mahkamah Agung AS kini bahkan dapat mendahului keputusan FDA. Pengadilan diperkirakan segera memutuskan apakah akan menerima kasus dari Louisiana yang menyatakan pengiriman pil aborsi melalui pos melanggar hukum negara bagian yang melarang aborsi.
Basis Pendukung Trump Terpecah
Kontroversi yang terus mengelilingi Makary juga menciptakan rasa lelah di kalangan sejumlah pembantu Trump. Mereka mulai memandang Makary sebagai gangguan politik menjelang pemilu penting, menurut sumber yang mengetahui diskusi internal tersebut.
Meski Makary masih memiliki beberapa sekutu kuat di Gedung Putih, banyak staf semakin tidak puas terhadap pengelolaannya atas FDA yang mereka anggap terus berada dalam kekacauan.
Komisaris FDA itu juga memecah koalisi “Make America Healthy Again” yang dipelopori Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. Sebagian pengkritik vaksin kecewa karena Makary tidak menarik vaksin Covid-19 dari pasaran. Sementara kelompok pendukung kebijakan pangan sehat justru memujinya karena mengambil langkah menghapus pewarna makanan buatan dan menindak makanan ultra-proses.
“Kami menyukai Dr. Makary,” tulis podcaster Turning Point USA sekaligus pendukung berpengaruh gerakan MAHA, Alex Clark, di platform X pada Jumat, sambil mengunggah foto bersama Makary di ruangan FDA yang sering digunakan untuk merekam podcast “FDA Direct.”
Gejolak Industri Farmasi
Sebagian pihak lain justru menilai Makary terlalu dekat dengan industri bioteknologi, meski di bawah kepemimpinannya FDA beberapa kali membuat pengembang obat frustrasi akibat perubahan arah kebijakan dan proses peninjauan obat baru.
Pada Februari, FDA awalnya menolak meninjau aplikasi vaksin mRNA flu musiman dari Moderna sebelum berubah sikap beberapa hari kemudian. Seorang eksekutif Moderna mengatakan bahwa langkah awal FDA bertentangan dengan masukan sebelumnya dan menjadi “kejutan besar.”
Pada Maret, perusahaan bioteknologi uniQure menyebut FDA meminta uji klinis tambahan untuk terapi gen eksperimental penyakit Huntington, gangguan saraf fatal, sehingga memupus harapan pasien dan advokat yang ingin proses persetujuan dipercepat. FDA bahkan mengadakan panggilan khusus dengan wartawan untuk membela keputusan tersebut dan menyebut obat itu sebagai “terapi gagal.”
FDA juga dikritik terkait penanganan obat penyakit langka dari Atara Biotherapeutics, Pierre Fabre Pharmaceuticals, Regenxbio, dan lainnya, termasuk obat melanoma dari Replimune. Makary, bersama mantan kepala vaksin FDA Vinay Prasad yang kontroversial, menjadi sasaran berbagai editorial kritis di Wall Street Journal.
Meski demikian, dalam sepekan terakhir Makary masih bersikeras kepada rekan-rekannya bahwa posisinya aman. Ia mengatakan Trump telah memberi sinyal bahwa dirinya tidak akan dicopot meski sempat berselisih soal vape berperisa, menurut sumber yang berbicara dengannya.
Pada Jumat, Makary bahkan secara pribadi menepis laporan mengenai pemecatan dirinya sebagai informasi palsu.
Namun di tengah tekanan yang terus meningkat, sebagian orang yang berbicara dengannya mulai meragukan ia bisa bertahan lebih lama.
“Keadaannya tidak bagus,” kata salah satu sumber tersebut. “Dia masih berusaha terlihat tenang, tapi saya rasa ini hanya soal waktu.”
