Letusan gunung berapi menewaskan tiga orang dan memicu operasi penyelamatan untuk mengevakuasi lebih dari belasan pendaki yang terjebak di dekat kawah Gunung Dukono, Indonesia, pada Jumat, menurut pihak berwenang.
Warga negara Singapura dan seorang warga Indonesia termasuk di antara korban tewas ketika gunung berapi di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, itu meletus, menurut kepala kepolisian setempat dan petugas pencarian serta penyelamatan.
Sebanyak sembilan warga asing dan 11 pendaki lokal sedang mendaki Gunung Dukono saat letusan terjadi, kata Kepala Kepolisian Halmahera Utara Erlichson Pasaribu
Sebanyak 17 dari total 20 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat hingga Jumat malam, menurut petugas pencarian dan penyelamatan.
Para penyintas mengatakan kepada polisi bahwa tiga orang meninggal dunia akibat letusan tersebut, kata Pasaribu. Namun Badan SAR Indonesia belum mengonfirmasi kematian itu dan menyatakan tiga orang masih dinyatakan hilang pada Jumat.
Operasi pencarian yang melibatkan 100 personel penyelamat, anggota militer dan kepolisian, serta dua drone termal kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi setelah sempat dihentikan semalaman, lapor Reuters.
Kolom besar asap dan abu terlihat membumbung tinggi di atas Gunung Dukono pada Jumat dalam rekaman dramatis yang diambil di dekat kawah oleh Alex Djangu, seorang pemandu gunung asal Indonesia.
Djangu sedang memandu dua wisatawan asal Jerman saat ia merasakan getaran kuat sebelum letusan terjadi. ia mengatakan situasi itu “sangat menakutkan.”
Djangu mengatakan mereka mendengar suara dari bawah kawah sekitar pukul 15.00 waktu setempat pada Kamis. Ia kemudian menerbangkan drone untuk memeriksa kondisi kawah dari udara.
“Hasil pengamatan menunjukkan kawah dipenuhi material vulkanik, yang tidak normal. Lalu kami mendengar dua ledakan,” katanya.
Tak lama kemudian, ia melihat kelompok pendaki lain mulai bergerak menuju bibir kawah.
“Ketika letusan besar terjadi pukul 07.41 pagi pada Jumat, tampaknya kelompok itu baru saja tiba di puncak dan sedang menikmati suasana,” katanya.
“Saya melihat batu-batu kecil dan kerikil mulai meluncur turun akibat getaran, lalu saya mengatakan kepada klien saya bahwa kami harus lari turun,” ujarnya.
Meski Djangu dan kelompoknya berhasil menyelamatkan diri, ia mengatakan masih banyak pendaki berada di sekitar kawah saat letusan terjadi.
“Ketika kami berada sekitar 100 meter dari lokasi, saya melihat dua kelompok wisatawan lokal. Satu kelompok berisi sembilan orang sudah sangat dekat dengan bibir kawah dan kelompok lainnya sedang merekam video untuk konten,” katanya.
“Saya harap mereka masih hidup,” terdengar ia mengatakan dalam video tersebut.
Menurut Djangu, gunung itu sangat aktif dan terus mengalami erupsi hingga Jumat sore “dengan suara supersonik.”
Ia juga menyoroti minimnya pembatasan pendakian di kawasan tersebut.
“Di Dukono tidak ada pos keamanan yang mengontrol jalur masuk atau keluar, dan tentu tidak ada polisi hutan yang mencegah orang mendaki,” katanya.
Sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka akibat letusan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Indonesia.
Pada Jumat, badan tersebut mendesak wisatawan dan warga untuk tidak melakukan aktivitas di Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih tinggi. Mereka juga meminta masyarakat selalu mengikuti arahan otoritas lokal dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, dengan pihak berwenang mencatat peningkatan aktivitas sejak akhir Maret.
Sejak Desember 2024, wisatawan dan pendaki telah diimbau PVMBG untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi Gunung Dukono. Menurut lembaga tersebut, Dukono mengalami peningkatan signifikan letusan magmatik eksplosif sejak Maret tahun ini.
“Ketika Gunung Dukono tidak meletus selama beberapa hari, orang-orang harus waspada karena itu bisa berarti tekanan di dalamnya sedang meningkat sangat tinggi. Dan itulah yang terjadi hari ini,” kata Djangu dalam video tersebut.
Tim penyelamat terlihat berada di kawasan gunung pada Jumat. Dalam foto-foto yang dirilis BASARNAS, petugas tampak membawa setidaknya satu korban luka menggunakan tandu melewati hutan.
Dalam pernyataan, Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan pihaknya bekerja sama erat dengan otoritas Indonesia untuk memberikan bantuan konsuler dan dukungan kepada warga Singapura yang terdampak beserta keluarganya.
Indonesia berada di kawasan “Cincin Api Pasifik” atau Ring of Fire, jalur di sekitar Samudra Pasifik yang kerap mengalami gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Kawasan ini merupakan salah satu zona seismik paling aktif di dunia, membentang dari Jepang dan Indonesia di satu sisi Pasifik hingga California dan Amerika Selatan di sisi lainnya.
