Pertemuan politik penting tengah berlangsung di ibu kota China, dengan para pejabat senior menggelar rapat tertutup yang berpotensi menentukan arah dan komposisi Partai Komunis China yang berkuasa dalam beberapa tahun mendatang.
Sidang Pleno Kelima mempertemukan sekitar 300 anggota Komite Sentral. Media pemerintah China menyebut pertemuan tersebut akan membuka jalan bagi “pengetatan disiplin” di internal partai.
Sidang selama empat hari yang dimulai pada Senin itu memberi Presiden China Xi Jinping kesempatan untuk semakin memperkuat kendali kekuasaannya setelah serangkaian pembersihan terhadap sejumlah pejabat dalam beberapa waktu terakhir.
Sidang pleno yang biasanya digelar setiap tahun ini berlangsung sangat tertutup. Namun, ringkasan keputusan dan dokumen yang lebih terperinci akan dipublikasikan setelah pertemuan berakhir.
Apa itu sidang pleno?
Sidang pleno pada dasarnya merupakan pertemuan tertutup Komite Sentral Partai Komunis China yang diselenggarakan setidaknya sekali dalam setahun.
Biasanya terdapat tujuh sidang pleno dalam setiap masa jabatan Komite Sentral yang berlangsung selama lima tahun. Pertemuan-pertemuan tersebut menjadi perhatian meskipun berlangsung tertutup karena dianggap mencerminkan prioritas kepemimpinan China.
Waktu penyelenggaraan sidang tahun ini dinilai penting karena Kongres Partai berikutnya akan digelar setahun lagi. Kongres tersebut akan menetapkan prioritas baru dan memilih anggota Komite Sentral yang baru.
Secara resmi, Komite Sentral memilih jajaran pimpinan tertinggi partai. Namun, proses sebenarnya yang mengarah pada pemilihan tersebut tetap dirahasiakan di kalangan elite partai.
Kongres Partai berikutnya hampir pasti akan kembali menunjuk Xi sebagai pemimpin China, setelah penghapusan batas masa jabatan membuka jalan baginya untuk terus berkuasa.
Apa yang menjadi agenda tahun ini?
Sidang pleno sebelumnya digunakan untuk menetapkan Xi sebagai “inti” partai, menghapus batas masa jabatan yang memungkinkan dirinya bertahan dalam kekuasaan tanpa batas waktu, serta mengangkat filosofi pribadinya yang dikenal sebagai “Pemikiran Xi Jinping” ke tingkat yang setara dengan pemikiran Ketua Mao Zedong.
Sidang pleno tahun ini menjadi kesempatan bagi Xi untuk menentukan strategi menjelang Kongres Partai. Langkah tersebut bertujuan memastikan keselarasan pandangan di dalam partai sekaligus menjaga loyalitas para delegasi.
Bahkan, lokasi pertemuan yang akan berakhir pada Kamis itu belum diumumkan. Sidang pleno sebelumnya biasanya digelar di Hotel Jingxi, Beijing.
Menurut keterangan hasil rapat Politbiro yang beranggotakan 21 orang pada September lalu, sidang pleno kali ini akan mengesahkan keputusan mengenai “sejumlah persoalan utama untuk terus mendorong tata kelola partai secara ketat dan menyeluruh”.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai upaya untuk semakin memastikan kepatuhan dan efektivitas pejabat partai yang bertugas di berbagai wilayah China.
Situasi ini juga membuat para delegasi berpotensi merasa cemas ketika melihat kursi-kursi kosong di ruang pertemuan, menyusul besarnya skala pembersihan internal partai belakangan ini.
Tuduhan korupsi, bahkan yang disebut sebagai “korupsi moral”, telah menyebabkan banyak pejabat senior tersingkir dari jabatannya.
Para pakar menilai istilah “korupsi moral” digunakan sebagai salah satu cara untuk menindak dugaan ketidaksetiaan terhadap Xi. Pasalnya, sikap tidak loyal kepada partai secara keseluruhan dapat ditafsirkan sebagai pelanggaran terhadap standar moral.
Asia Society Policy Institute memperkirakan bahwa dari 44 personel militer yang ditunjuk menjadi anggota Komite Sentral pada 2022, hanya dua orang yang belum disingkirkan dari jabatannya.
Sementara itu, Komisi Militer Pusat, badan beranggotakan tujuh orang yang memegang kendali tertinggi atas angkatan bersenjata China, kini menyusut hingga hanya menyisakan dua anggota, yakni Xi Jinping dan seorang jenderal lainnya.
Sidang pleno kali ini memberikan kesempatan bagi Xi untuk menunjuk perwira baru guna mengisi posisi dalam badan tersebut.
