Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, memulai tur bertajuk Free Palestine di Dublin, Irlandia, setelah Ed Sheeran menuai kontroversi akibat keputusan mencoret dirinya dari rangkaian tur konser bulan lalu.
Macklemore tampil di hadapan hingga 13.000 penonton di arena 3Arena, Dublin. Sebelumnya, ia menjanjikan kehadiran sejumlah bintang tamu kejutan yang luar biasa dalam pertunjukan yang tiketnya telah terjual habis tersebut.
Musisi bernama asli Benjamin Haggerty itu mengumumkan tur tersebut beberapa hari setelah dikeluarkan dari rangkaian Loop Tour Ed Sheeran. Keputusan itu menyusul pernyataan Macklemore di atas panggung yang mendukung Palestina.
Ia mendapat kritik dari sejumlah kelompok Yahudi setelah meneriakkan “Free Palestine” dalam dua konser dan menyampaikan pidato politik. Dalam salah satu pernyataannya, ia menyebut jumlah korban akibat operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida, sebuah tuduhan yang dibantah Israel.
Sheeran kemudian menjelaskan bahwa keputusan mencoret Macklemore dari tur dibuat oleh promotor konsernya, bukan oleh dirinya sendiri.
Sejumlah musisi yang tampil dalam konser Macklemore di Dublin antara lain penyanyi sekaligus penulis lagu Hozier, trio rap Kneecap, dan grup musik folk Beoga. Beoga sebelumnya juga tampil dalam tur Sheeran.
Macklemore menyatakan bahwa hasil dari tur Free Palestine akan disalurkan kepada organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Setelah Dublin, ia dijadwalkan tampil di Paris pada Kamis dan London pada Jumat.
Militer Israel melancarkan operasi militer di Gaza sebagai respons terhadap serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 70.000 orang telah tewas selama kampanye militer Israel di wilayah tersebut. Data kementerian itu dinilai dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Israel menyatakan pasukannya menjalankan operasi untuk membela diri di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki sesuai dengan hukum internasional.
Tiket paling diburu
Tiket konser Macklemore di Dublin terjual habis. Puluhan penonton bahkan mengantre di luar arena beberapa jam sebelum pintu masuk dibuka.
Sebagian penonton mengenakan kaus bertema Palestina, sementara yang lain mengikatkan bendera Palestina dan Irlandia pada tubuh mereka. Banyak pula yang memakai syal keffiyeh, simbol identitas Palestina.
Pedagang di luar arena menjual topi model ember dan bendera Palestina, serta berbagai topi dan bendera dengan logo Kneecap.
Nicola McCollough datang bersama putrinya, Lily Rose Murphy, dari Belfast. Konser tersebut merupakan pertunjukan musik pertama yang pernah dihadiri Lily Rose.
Keduanya mengatakan senang Macklemore berani menyuarakan dukungan bagi rakyat Gaza.
“Semakin banyak orang perlu melakukan hal yang sama. Jika Anda memiliki platform untuk bersuara, gunakanlah, karena tidak semua orang memiliki panggung seperti itu,” kata Nicola.
“Saya akan berbicara tentang apa pun jika saya mendukung hal tersebut,” ujar Lily Rose.
Gillian Duffy datang dari Cork bersama putranya, Joshua.
Ia mengatakan Macklemore bahkan bisa menggelar 10 konser di Dublin dan semuanya akan dipenuhi penonton.
“Inilah tiket yang paling diburu karena orang-orang ingin berada di sini. Mereka benar-benar ingin menunjukkan dukungan,” katanya.
“Malam ini, Anda akan mendengar seruan ‘Free, Free Palestine’ di seluruh Dublin.”
Jess O’Riordan, yang juga datang dari Cork, mengatakan keputusan mencoret Macklemore dari tur Sheeran merupakan tindakan yang “benar-benar keterlaluan”.
“Saya berharap lebih banyak orang di luar sana mau menggunakan platform mereka seperti yang dilakukannya,” kata O’Riordan.
Mengapa Macklemore dicoret dari tur Ed Sheeran?
Kontroversi bermula ketika Macklemore tampil sebagai musisi pembuka konser Sheeran di New Jersey pada awal September. Saat itu, ia mengatakan, “Salah satu alasan utama saya ingin mengikuti tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat berarti bagi saya: Free Palestine.”
Rapper yang dikenal lewat lagu Thrift Shop itu kemudian membawakan lagu yang didedikasikan kepada para demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia, Amerika Serikat.
Lirik lagu tersebut mengkritik tindakan militer Israel di Gaza setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.
Setelah dikeluarkan dari tur pada 14 September, Macklemore menuduh para pemilik stadion bersekongkol untuk menyingkirkannya.
Ia juga dituduh menyampaikan ujaran kebencian dan retorika antisemit terkait Israel dan Gaza oleh Robert Kraft, miliarder pemilik sejumlah stadion.
Sheeran menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore dari turnya dibuat oleh promotor konser Messina Touring Group.
Pernyataan awal Sheeran memicu seluruh musisi pendukung lainnya mengundurkan diri dari tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore. Sejumlah penggemar juga menyampaikan kekecewaan mereka.
Sheeran kemudian menanggapi kontroversi tersebut saat mengawali konser di Philadelphia.
Ia mengakui telah melakukan sejumlah “kesalahan” dalam menangani polemik itu. Sheeran meminta maaf kepada para penggemar sekaligus menyampaikan sikapnya mengenai konflik Israel dan Gaza, yang disebutnya sebagai “persoalan kemanusiaan”.
Ia menggambarkan serangan pada 7 Oktober 2023 sebagai tindakan yang “mengerikan” dan menyebut situasi di Gaza sebagai sesuatu yang “tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional”.
