Manchester City dinyatakan bersalah melanggar mayoritas dari 115 aturan finansial Premier League yang sebelumnya dituduhkan kepada klub tersebut.
The Athletic melaporkan bahwa sanksi terhadap Manchester City belum diputuskan. Namun, panel independen telah mencapai keputusan dan menyatakan klub bersalah atas seluruh dakwaan kecuali satu.
Premier League menolak memberikan komentar.
Ketika ditanya apakah laporan tersebut benar, Manchester City juga tidak memberikan konfirmasi maupun bantahan.
Sebaliknya, klub merilis pernyataan yang menyebut bahwa “proses Premier League masih berlangsung dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat”.
“Klub telah dengan tekun menghormati proses hukum selama delapan tahun, dengan keyakinan bahwa dewan dan jajaran eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan berkeadilan, tanpa pengaruh kepentingan tertentu,” lanjut pernyataan tersebut.
jika dinyatakan bersalah, Manchester City akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut.
Klub-klub Premier League lainnya diyakini telah diberi tahu mengenai keputusan panel independen tersebut dan telah meminta nasihat hukum terkait kemungkinan mengajukan tuntutan kompensasi.
Bagaimana latar belakang kasus ini?
Pada Februari 2023, Manchester City didakwa melakukan lebih dari 100 pelanggaran terhadap aturan finansial Premier League setelah penyelidikan selama empat tahun.
Klub tersebut kemudian dirujuk ke komisi independen atas dugaan pelanggaran aturan finansial dalam periode 2009 hingga 2018.
Sidang dimulai secara tertutup pada September 2024 dan berakhir pada Desember tahun yang sama setelah berlangsung sekitar 12 pekan.
Premier League menuduh Manchester City melanggar aturan yang mewajibkan klub memberikan “informasi keuangan yang akurat dan mencerminkan kondisi keuangan klub secara benar dan wajar”.
Manchester City dengan tegas membantah seluruh dakwaan dan menyatakan kasus mereka didukung oleh “kumpulan bukti komprehensif yang tidak terbantahkan”.
Klub tersebut meraih delapan trofi dalam periode yang tercakup dalam kasus ini, termasuk tiga gelar Premier League, tiga Piala Liga, satu Community Shield, dan satu Piala FA.
Dakwaan tersebut mencakup masa kepelatihan Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini, serta dua tahun pertama Pep Guardiola di klub. Guardiola meninggalkan Manchester City setelah 10 musim pada akhir musim 2025-2026.
Kasus terpisah antara Manchester City dan Premier League juga disidangkan pada tahun lalu.
Pada 2024, panel arbitrase independen memutuskan bahwa sejumlah aspek regulasi Associated Party Transaction (APT) milik liga bermasalah setelah Manchester City mengajukan gugatan arbitrase.
Sebuah tribunal pada Februari 2025 menyatakan aturan Premier League yang mengatur kesepakatan sponsor untuk periode 2021 hingga 2024 “tidak sah dan tidak dapat diberlakukan”.
Manchester City dan Premier League kemudian mencapai kesepakatan pada September 2025. Klub menerima bahwa aturan APT sah dan mengikat, sementara kedua pihak sepakat mengakhiri proses hukum.
Aturan tersebut dibuat Premier League untuk mencegah klub memperoleh keuntungan dari kesepakatan komersial dengan perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemilik klub dan dinilai berada di atas “nilai pasar yang wajar”.
Apa saja 115 dakwaan tersebut?
- 54 dakwaan: Gagal memberikan informasi keuangan yang akurat selama periode 2009-2010 hingga 2017-2018.
- 14 dakwaan: Gagal memberikan informasi akurat mengenai pembayaran kepada pemain dan manajer selama periode 2009-2010 hingga 2017-2018.
- 5 dakwaan: Gagal mematuhi aturan UEFA, termasuk Financial Fair Play (FFP), selama periode 2013-2014 hingga 2017-2018.
- 7 dakwaan: Melanggar Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League selama periode 2015-2016 hingga 2017-2018.
- 35 dakwaan: Gagal bekerja sama dalam penyelidikan Premier League dari Desember 2018 hingga Februari 2023.
