Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Perang Iran Mengubah Hubungan BRICS, tetapi Juga Membuka Lebar Perpecahan

    14/09/2026

    Diljit Dosanjh Cetak Sejarah, Jadi Penyanyi Punjabi Pertama yang Tampil sebagai Bintang Utama di Wembley

    14/09/2026

    Trump Meremehkan Risiko AI dan Tekankan Persaingan Amerika Serikat dengan China

    14/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Perang Iran Mengubah Hubungan BRICS, tetapi Juga Membuka Lebar Perpecahan

      14/09/2026

      Diljit Dosanjh Cetak Sejarah, Jadi Penyanyi Punjabi Pertama yang Tampil sebagai Bintang Utama di Wembley

      14/09/2026

      Enam Tewas, 130 Orang Hilang Setelah Feri Penumpang Terbalik di Laut Jawa

      14/09/2026

      Himalaya Mencair Semakin Cepat, Ekonomi India Terancam Menghadapi Dampak Besar

      14/09/2026

      Rusia Serang Kereta Ukraina Tak Lama Setelah Boris Johnson dan Pejabat Eropa Tinggalkan Stasiun

      14/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Trump Meremehkan Risiko AI dan Tekankan Persaingan Amerika Serikat dengan China

      14/09/2026

      Lima Orang Tewas dan 67 Terluka dalam Serangan Rusia ke Pusat Perbelanjaan Ukraina

      11/09/2026

      Anthropic Blokir Penyalahgunaan AI yang Berpotensi Mendukung Pengembangan Senjata Biologis

      11/09/2026

      iPhone Duo Resmi Meluncur, Layar Lipat Jadi Perubahan Terbesar Apple dalam Hampir 20 Tahun

      10/09/2026

      Peneliti Anthropic Sebut Ada Risiko Lebih dari 10 Persen AI Memusnahkan Umat Manusia

      10/09/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Budaya»Uskup Agung Canterbury Tegaskan Komitmen Dana Rp2,2 Triliun untuk Reparasi Perbudakan
    Budaya

    Uskup Agung Canterbury Tegaskan Komitmen Dana Rp2,2 Triliun untuk Reparasi Perbudakan

    joveBy jove31/07/2026No Comments3 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Uskup Agung Canterbury, Dame Sarah Mullally, kembali menegaskan komitmennya terhadap dana reparasi senilai £100 juta atau sekitar Rp2,2 triliun yang dibentuk sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlibatan historis Church of England dalam perdagangan budak transatlantik.

    Pernyataan itu disampaikan Dame Sarah saat mengunjungi Cape Coast Castle, sebuah benteng bersejarah di Ghana yang dahulu menjadi tempat penahanan warga Afrika sebelum mereka diperdagangkan secara paksa ke benua Amerika.

    Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut membuatnya merenungkan kejahatan yang pernah dilakukan oleh institusi yang kini dipimpinnya.

    “Kami memang berperan dalam perdagangan budak transatlantik. Itu adalah fakta. Dalam ajaran Kristen, pertobatan bukan hanya soal pengakuan dosa, tetapi juga tindakan nyata. Karena itulah kami mengambil langkah untuk mendukung masyarakat yang hingga kini masih merasakan warisan dari perdagangan budak,” ujarnya.

    Dame Sarah mengaku sangat tersentuh oleh apa yang disaksikannya selama berada di Ghana.

    Kunjungan ini merupakan perjalanan pastoral pertamanya ke Afrika sejak resmi dilantik sebagai pemimpin Church of England dalam sebuah upacara di Canterbury Cathedral pada Maret lalu.

    Isu keadilan reparatif menjadi salah satu tema utama dalam rangkaian kunjungannya ke Ghana.

    Di Cape Coast Castle, yang berada di bawah kendali Inggris sejak dekade 1660-an, Dame Sarah diperlihatkan ruang bawah tanah tempat para budak ditahan, serta “pintu tanpa jalan kembali” (door of no return), jalur yang digunakan untuk membawa mereka ke kapal-kapal yang akan mengangkut mereka melintasi Samudra Atlantik.

    “Mustahil rasanya tidak tersentuh melihat kondisi mengerikan tempat mereka ditahan dan cara mereka diperlakukan.”

    “Pengalaman ini benar-benar mengguncang dan menyadarkan saya akan begitu besarnya kejahatan perdagangan budak transatlantik.”

    Di atas ruang bawah tanah tersebut berdiri sebuah kapel. Menurut Dame Sarah, keberadaan tempat ibadah itu menjadi “gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana gereja pernah terlibat dalam perdagangan budak.”

    Sebelumnya, Church of England telah menyampaikan permintaan maaf atas keterkaitannya dengan praktik perdagangan budak.

    Lembaga misionaris gereja diketahui pernah mengelola perkebunan di Karibia yang menggunakan tenaga budak untuk membiayai penyebaran ajaran Anglikan. Selain itu, sejumlah rohaniwan juga tercatat sebagai pemilik budak, sementara gereja menerima sumbangan dalam jumlah besar dari para pedagang budak.

    Tiga tahun lalu, gereja memutuskan membentuk dana reparasi setelah audit terhadap dana abadi bersejarah miliknya menemukan adanya investasi dalam jumlah besar pada sebuah perusahaan yang terlibat dalam perdagangan budak.

    Dana tersebut ditujukan untuk mendukung “program investasi, penelitian, dan keterlibatan masyarakat” di komunitas yang terdampak oleh perbudakan terhadap masyarakat Afrika selama era perdagangan budak transatlantik.

    Namun, rencana tersebut memicu penolakan dari berbagai pihak.

    Sebagian kalangan mempertanyakan akurasi sejarah mengenai tingkat keterlibatan gereja dalam perdagangan budak. Sementara yang lain mengemukakan keberatan dari sisi hukum maupun alasan ideologis terhadap pembentukan dana tersebut.

    Di tingkat internasional, Ghana menjadi salah satu negara yang memimpin kampanye global agar lembaga maupun negara-negara yang pernah memperoleh keuntungan dari perdagangan budak memberikan reparasi.

    Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, memuji langkah yang diambil Dame Sarah.

    “Apa yang dilakukan Uskup Agung Canterbury selama kunjungannya ke Ghana akan mulai mengirimkan sinyal yang tepat. Mereka yang selama ini berusaha menafsirkan ulang sejarah atau menghalangi langkah ini di dalam Church of England akan mulai berpikir dua kali,” katanya.

    “Agama Kristen yang mereka bawa ke Ghana dan Afrika mengajarkan bahwa tanpa pengakuan atas dosa, tidak akan ada keselamatan. Tidak akan ada jalan menuju surga.”

    agama budak kriminal
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Ekonomi & Pasar

    Perang Iran Mengubah Hubungan BRICS, tetapi Juga Membuka Lebar Perpecahan

    14/09/2026
    Hiburan

    Diljit Dosanjh Cetak Sejarah, Jadi Penyanyi Punjabi Pertama yang Tampil sebagai Bintang Utama di Wembley

    14/09/2026
    Ekonomi & Pasar

    Trump Meremehkan Risiko AI dan Tekankan Persaingan Amerika Serikat dengan China

    14/09/2026
    Bencana

    Enam Tewas, 130 Orang Hilang Setelah Feri Penumpang Terbalik di Laut Jawa

    14/09/2026
    Bencana

    Himalaya Mencair Semakin Cepat, Ekonomi India Terancam Menghadapi Dampak Besar

    14/09/2026
    Lain Lain

    Rusia Serang Kereta Ukraina Tak Lama Setelah Boris Johnson dan Pejabat Eropa Tinggalkan Stasiun

    14/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Perang Iran Mengubah Hubungan BRICS, tetapi Juga Membuka Lebar Perpecahan

    14/09/2026

    Diljit Dosanjh Cetak Sejarah, Jadi Penyanyi Punjabi Pertama yang Tampil sebagai Bintang Utama di Wembley

    14/09/2026

    Trump Meremehkan Risiko AI dan Tekankan Persaingan Amerika Serikat dengan China

    14/09/2026

    Enam Tewas, 130 Orang Hilang Setelah Feri Penumpang Terbalik di Laut Jawa

    14/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.