Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Gerakan Mahasiswa Tantang Dominasi Vučić, Pemilu Serbia Diprediksi Berlangsung Ketat

    24/10/2026

    AS Hadapi Tekanan Harga Minyak, Marco Rubio Sambangi Kilang Raksasa India

    24/10/2026

    Sekolah Elite Inggris Ekspansi ke India, Memburu Siswa dan Peluang Keuntungan

    24/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Gerakan Mahasiswa Tantang Dominasi Vučić, Pemilu Serbia Diprediksi Berlangsung Ketat

      24/10/2026

      Sekolah Elite Inggris Ekspansi ke India, Memburu Siswa dan Peluang Keuntungan

      24/10/2026

      Gedung Putih Longgarkan Sebagian Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Jelang Pemilu AS

      24/10/2026

      Israel Mulai Hancurkan Bangunan Palestina di Hebron Usai Dua Tentara Tewas Ditembak

      24/10/2026

      Macron Sebut Penembakan di Pinggiran Paris sebagai Serangan Teroris Rasis, Satu Orang Tewas

      24/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

      23/10/2026

      YouTuber Ditangkap setelah Influencer Keuangan Populer India Bunuh Diri

      23/10/2026

      Polisi Australia Selidiki Married at First Sight setelah Muncul Dugaan Pelanggaran Privasi Kontestan

      23/10/2026

      Meta Didenda Rp451 Triliun atas Kebohongan soal Privasi Data Pengguna

      22/10/2026

      Celah Keamanan Kritis PHP Picu Situs Web di Berbagai Negara Dinonaktifkan

      22/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Remaja Ukraina Didakwa Lakukan Sabotase di Polandia untuk Kepentingan Intelijen Rusia
    Lain Lain

    Remaja Ukraina Didakwa Lakukan Sabotase di Polandia untuk Kepentingan Intelijen Rusia

    joveBy jove17/07/2026No Comments3 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jaksa di Polandia mendakwa seorang pria Ukraina berusia 18 tahun atas dugaan melakukan serangkaian aksi sabotase atas nama intelijen Rusia. Aksi tersebut diduga bertujuan memicu ketegangan antara Polandia dan Ukraina.

    Sesuai aturan perlindungan privasi di Polandia, tersangka hanya diidentifikasi sebagai Illia K. Ia didakwa atas 47 tindak pidana yang diduga dilakukan antara November 2024 hingga Agustus 2025, sebelum akhirnya ditangkap.

    Salah satu aksi sabotase yang dituduhkan adalah perusakan sejumlah monumen untuk mengenang korban Polandia yang dibunuh oleh Tentara Pemberontak Ukraina (UPA). Kelompok tersebut terlibat dalam pembantaian puluhan ribu warga Polandia pada Perang Dunia II dalam peristiwa yang dikenal sebagai Pembantaian Volhynia.

    “Bertujuan memicu ketegangan etnis antara Polandia dan Ukraina,” demikian pernyataan Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia (ABW).

    Jaksa menyatakan bahwa meskipun tersangka diduga bertindak demi memperoleh imbalan finansial, bukan karena motif ideologis, sebagian besar tindakannya dilakukan “untuk kepentingan intelijen asing”.

    ABW sebelumnya mengungkapkan pada Mei bahwa mereka membuka 48 penyelidikan kasus spionase sepanjang tahun lalu, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024. Menurut badan tersebut, dinas intelijen Rusia berupaya merusak citra Polandia di tingkat internasional sekaligus mengeksploitasi “permusuhan etnis yang berakar dari sejarah, terutama dalam hubungan Polandia dan Ukraina.”

    Selain itu, remaja tersebut juga didakwa karena diduga mempersiapkan penerbangan drone di atas kendaraan Presiden Polandia Karol Nawrocki saat parade Hari Angkatan Bersenjata Polandia di Warsawa pada 15 Agustus tahun lalu. Ia ditangkap tiga hari sebelum acara tersebut berlangsung.

    Jika terbukti bersalah, Illia K terancam hukuman penjara seumur hidup.

    ABW menyatakan tersangka juga diduga merekrut sejumlah orang untuk ikut melakukan aksi kriminal tersebut dengan menggunakan mata uang kripto yang terdaftar di Rusia dan China sebagai alat pembayaran.

    Menurut jaksa, Illia K menerima instruksi dari seseorang yang identitasnya belum diketahui melalui layanan pesan instan. Setelah menyelesaikan tugasnya, ia mengirimkan foto sebagai bukti bahwa perintah tersebut telah dilaksanakan.

    Ia juga dituduh merusak Monumen Pahlawan Yahudi Ghetto Warsawa di ibu kota Polandia, serta monumen korban Pembantaian Volhynia di Domostawa dan Wrocław, dengan mencoretkan tulisan serta simbol yang memuliakan UPA.

    Luka Sejarah yang Masih Membayangi Hubungan Polandia dan Ukraina

    Sekitar 100.000 warga etnis Polandia yang saat itu tinggal di wilayah Polandia, yang kini menjadi bagian dari Ukraina barat, tewas dalam Pembantaian Volhynia antara 1943 hingga 1945. Pembantaian terjadi ketika UPA berjuang mendirikan negara Ukraina yang merdeka bagi bangsa Ukraina.

    Persoalan sejarah tersebut terus membayangi hubungan kedua negara hingga saat ini.

    Dalam beberapa kesempatan, pemerintah Ukraina sempat menolak permintaan Polandia untuk melakukan penggalian makam massal guna mengidentifikasi jenazah para korban. Meski demikian, proses ekskavasi kini telah kembali dilanjutkan.

    Kontroversi itu kembali mencuat pada Mei lalu ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan dekret yang menamai salah satu satuan militer Ukraina dengan sebutan “Pahlawan UPA.”

    Sebagai respons, Presiden Polandia Karol Nawrocki mencabut penghargaan sipil tertinggi Polandia yang sebelumnya diberikan kepada Zelensky, yaitu Order of the White Eagle. Langkah tersebut merupakan kejadian yang sangat langka dan baru kedua kalinya dalam sekitar 300 tahun sejarah penghargaan itu.

    Perbedaan Pandangan terhadap UPA

    Direktur Office for Eastern Studies di Warsawa, Wojciech Konończuk, mengatakan masyarakat Polandia dan Ukraina memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai UPA.

    “Bagi warga Ukraina, mereka adalah pahlawan karena berperang melawan Uni Soviet,” katanya dalam wawancara baru-baru ini.

    “Bertahun-tahun setelah Perang Dunia II, UPA masih melawan pendudukan Soviet. Karena itu, masyarakat Ukraina cenderung hanya mengingat bagian sejarah organisasi tersebut setelah 1945. Mereka tidak mengetahui, atau tidak ingin mengetahui, aktivitas UPA sebelum 1945.”

    Sebaliknya, menurut Konończuk, masyarakat Polandia memandang UPA sebagai organisasi kriminal yang bertanggung jawab atas pembantaian massal terhadap warga sipil Polandia.

    “Di sisi lain, pengetahuan masyarakat Polandia mengenai sejarah UPA setelah Perang Dunia II, ketika mereka berjuang melawan Soviet, pada dasarnya hampir tidak ada,” ujarnya.

    militer perang polandia ukraina
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Gerakan Mahasiswa Tantang Dominasi Vučić, Pemilu Serbia Diprediksi Berlangsung Ketat

    24/10/2026
    Bisnis

    AS Hadapi Tekanan Harga Minyak, Marco Rubio Sambangi Kilang Raksasa India

    24/10/2026
    Bisnis

    Sekolah Elite Inggris Ekspansi ke India, Memburu Siswa dan Peluang Keuntungan

    24/10/2026
    Ekonomi

    Gedung Putih Longgarkan Sebagian Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Jelang Pemilu AS

    24/10/2026
    Hukum Kriminal

    Israel Mulai Hancurkan Bangunan Palestina di Hebron Usai Dua Tentara Tewas Ditembak

    24/10/2026
    Hukum Kriminal

    Macron Sebut Penembakan di Pinggiran Paris sebagai Serangan Teroris Rasis, Satu Orang Tewas

    24/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Gerakan Mahasiswa Tantang Dominasi Vučić, Pemilu Serbia Diprediksi Berlangsung Ketat

    24/10/2026

    AS Hadapi Tekanan Harga Minyak, Marco Rubio Sambangi Kilang Raksasa India

    24/10/2026

    Sekolah Elite Inggris Ekspansi ke India, Memburu Siswa dan Peluang Keuntungan

    24/10/2026

    Gedung Putih Longgarkan Sebagian Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Jelang Pemilu AS

    24/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.