Seorang pendeta musik asal Ohio, Amerika Serikat, yang pernah tampil dalam kompetisi bakat televisi American Idol, dinyatakan bersalah membunuh istrinya.
Caleb Flynn, 40 tahun, menembak bagian belakang kepala Ashley Flynn sebanyak dua kali hingga tewas saat istrinya sedang tidur di rumah mereka di Ohio pada 16 Februari tahun ini. Setelah itu, Flynn berusaha mengklaim bahwa istrinya ditembak oleh penyusup.
Flynn menangis di ruang sidang ketika juri membacakan putusan setelah berunding selama kurang dari tiga jam.
Ia juga dinyatakan bersalah atas delapan dakwaan lainnya, termasuk pembunuhan berat dan menghilangkan atau merusak barang bukti. Flynn terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Jaksa dan pengacara terdakwa menyampaikan argumen penutup pada Selasa setelah persidangan Flynn berlangsung selama delapan hari dan menghadirkan sejumlah saksi. Salah satu bukti yang diperdengarkan di ruang sidang adalah sebuah lagu yang menurut jaksa ditulis Flynn dan didedikasikan untuk perempuan yang menjadi selingkuhannya.
Sepanjang persidangan, jaksa menghadirkan sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera tubuh polisi serta aktivitas pada iPhone dan Apple Watch milik Flynn di sekitar waktu pembunuhan yang terjadi di Tipp City, daerah pinggiran Dayton.
Mereka juga menghadirkan puluhan saksi, termasuk mantan kekasih Flynn, Alleigha Botner, yang ditemuinya ketika perempuan itu menjadi pekerja magang di gerejanya.
Sebagian dari sekitar 100.000 pesan teks yang mereka tukarkan dibacakan di ruang sidang. Pihak pembela tidak menghadirkan saksi.
“Saya terjaga sampai pukul 04.00 tadi malam sambil menangis, benar-benar memikirkan cara membunuhnya tanpa masuk penjara,” tulis Flynn dalam pesan kepada Botner, 24 tahun, pada Agustus 2025.
Dalam pesan lainnya, ia menulis, “Saya hanya ingin dia mati dan pergi.”
Saat bersaksi di pengadilan, Botner mengatakan bahwa kini ia membenci Flynn “karena saya percaya bahwa dia membunuh istrinya”.
Dalam argumen penutup pada Selasa, jaksa Paul Watkins banyak menyoroti pertukaran pesan antara Flynn dan Botner, yang menurutnya menunjukkan “kebencian” terdakwa terhadap istrinya.
Watkins menggambarkan Flynn sebagai seseorang yang takut kehilangan hak asuh atas putri-putrinya dalam perceraian, sekaligus kehilangan pekerjaannya di perusahaan keluarga istrinya dan pekerjaannya di gereja.
Flynn beberapa kali terlihat emosional di ruang sidang, mengusap hidung dan menyeka air mata dari matanya.
Watkins juga mengatakan bahwa ketika polisi tiba di rumah keluarga tersebut pada dini hari 16 Februari, Flynn memberi tahu polisi bahwa ia sedang berada di kamar putri-putrinya ketika mendengar suara tembakan.
Flynn mengatakan ia menemukan istrinya yang berusia 37 tahun tewas di kamar tidur setelah menyadari pintu samping garasi dalam keadaan terbuka. Watkins mengatakan Flynn kemudian memberi tahu penyidik bahwa ia tidak pernah berada di garasi, bertentangan dengan pernyataan sebelumnya.
Sementara itu, pengacara pembela Flynn, Patrick Mulligan, mengatakan kepada pengadilan bahwa tidak ada bukti konkret dalam kasus tersebut. “Menghubungkan beberapa titik yang tidak berarti tidak akan menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.
Mulligan mengatakan persoalannya bukan apakah Flynn merupakan suami yang baik bagi istrinya, yang bekerja sebagai guru sekolah dan pelatih bola voli. Ia menegaskan bahwa bukti perselingkuhan bukanlah bukti pembunuhan.
“Senjatanya tidak ditemukan, jadi mereka menyalahkannya?” tanya Mulligan, merujuk pada dakwaan menghilangkan atau merusak barang bukti yang juga dihadapi Flynn.
Senjata Flynn, yang disimpan di konsol truknya, hilang sejak penyidik tiba di lokasi dan menemukan konsol tengah truk dalam keadaan terbuka.
Sebelumnya dalam persidangan, Botner memberikan kesaksian selama dua hari mengenai hubungannya dengan Flynn yang berlangsung hampir 18 bulan.
Selain membacakan sebagian percakapan pesan mereka, Botner juga menjelaskan lirik sebuah lagu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) baris demi baris.
Video yang memperlihatkan reaksi juri terhadap lagu tersebut, termasuk ekspresi yang tampak seperti tertawa, kemudian viral.
Jaksa juga menghadirkan Joseph Wilhelm, agen khusus dari Biro Investigasi Kriminal Ohio, sebagai saksi.
Ia mengatakan sejumlah aplikasi telah dihapus dari ponsel Flynn sebelum istrinya meninggal, termasuk Instagram dan aplikasi pembuat musik berbasis AI.
Menurut Wilhelm, aplikasi pembuat musik tersebut “berkaitan dengan hubungannya dengan Alleigha Botner”.
Flynn tampil dalam American Idol pada 2013, dalam musim ke-12 program tersebut, dan bernyanyi di hadapan juri Mariah Carey, Nicki Minaj, dan Randy Jackson.
Ia tampil dalam audisi yang disiarkan televisi dan memperoleh “golden ticket” untuk melanjutkan ke Hollywood, tetapi tidak pernah mencapai babak utama kompetisi.
“Musik adalah satu-satunya yang saya tahu, itulah yang ingin saya lakukan dalam hidup dan saya suka bernyanyi, jadi itulah alasan saya mengikuti audisi,” katanya dalam video yang ditayangkan dalam program tersebut.
“Mungkin istri saya juga sedikit mendorong saya.”
Flynn dijadwalkan menjalani sidang pembacaan hukuman pada 5 Oktober.
