Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

    09/10/2026

    Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

    09/10/2026

    Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

    09/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

      09/10/2026

      Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

      09/10/2026

      Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

      09/10/2026

      Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas

      09/10/2026

      Adidas Gugat Merek Fashion White Fox, Persoalkan Desain Empat Garis yang Dinilai Mirip Logo Ikoniknya

      09/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Paramount Resmi Ambil Alih Warner Bros dalam Merger Hollywood Senilai US$110 Miliar

      07/10/2026

      Ilmuwan Temukan Kandidat Planet Generasi Kedua yang Diduga Lahir dari Sisa Bintang Mati

      06/10/2026

      Trump Bentuk “Super Intelligence Force” untuk Mengawasi Kebijakan AI AS

      05/10/2026

      AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Pangkalan RAF Fairford di Inggris

      05/10/2026

      OpenAI Pecat Tiga Peneliti karena Diduga Salah Menangani Informasi Sensitif

      02/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas
    Ekonomi & Pasar

    Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas

    joveBy jove09/10/2026No Comments4 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Korea Selatan menyatakan akan menarik duta besarnya dari Ukraina. Keputusan ini menjadi eskalasi terbaru dalam perselisihan diplomatik antara kedua negara.

    Perselisihan bermula bulan lalu ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa pemerintahnya telah memindahkan dua tentara Korea Utara yang ditangkap ke Seoul.

    Seoul menuding Ukraina melanggar kesepakatan untuk merahasiakan pemindahan tersebut. Namun, kantor Zelensky menyatakan tidak pernah ada perjanjian kerahasiaan antara kedua negara.

    Kedua tentara Korea Utara itu merupakan bagian dari ribuan personel negara tersebut yang mendukung Rusia dalam perang di Ukraina. Sebelumnya, mereka mengatakan kepada media setempat bahwa ingin dikirim ke Korea Selatan.

    Pada September, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Yoon-joo telah mengajukan protes resmi kepada mitranya dari Ukraina, Andrii Vieshkin, terkait persoalan tersebut.

    Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan telah menerima permintaan maaf dari mitranya dari Ukraina. Namun, menurut laporan media setempat, ia menilai permintaan maaf tersebut belum memenuhi harapan Seoul.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, mengatakan dalam pernyataan pada Kamis bahwa “diplomasi harus diutamakan daripada emosi”.

    “Terlepas dari keputusan Seoul untuk menarik duta besarnya, Ukraina tetap terbuka untuk memulihkan dialog yang konstruktif, meskipun hal itu membutuhkan waktu,” ujarnya.

    Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan sebelumnya menyatakan akan “melanjutkan konsultasi dengan pihak Ukraina”. Seoul juga berharap “berbagai persoalan yang belum terselesaikan dapat diselesaikan dengan lancar”.

    Zelensky Ungkap Pemindahan Tawanan di Sidang Umum PBB

    Zelensky mengungkapkan pemindahan kedua tentara Korea Utara tersebut dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September. Ia menambahkan bahwa kedua tentara itu tidak mudah ditangkap dalam keadaan hidup.

    Pengumuman tersebut segera menuai kecaman dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Ia menyebut tindakan itu “sangat mengecewakan” dan menegaskan bahwa pemindahan tersebut merupakan “persoalan yang sangat sensitif” karena berdampak pada keamanan nasional.

    Lee juga menghadapi kritik keras di dalam negeri setelah pengungkapan tersebut. Pihak oposisi menuduh pemerintahannya berusaha menutupi pemindahan kedua tentara itu demi meredakan ketegangan dengan Pyongyang, ibu kota Korea Utara.

    Namun, kantor kepresidenan Lee menjelaskan bahwa informasi tersebut dirahasiakan, antara lain untuk melindungi keluarga kedua tentara Korea Utara itu. Kantor tersebut menambahkan bahwa Kyiv juga ingin pemindahan itu tetap dirahasiakan agar tidak dikritik karena dianggap menyia-nyiakan kesempatan menukar kedua tentara tersebut dengan tawanan perang Ukraina.

    Kantor Lee menjelaskan bahwa Ukraina sebelumnya telah mengindikasikan kedua tentara itu akan disebut dalam pidato Zelensky, tetapi tidak menyampaikan bahwa pemindahan mereka juga akan diumumkan.

    Perselisihan semakin memanas setelah kantor Zelensky menanggapi pernyataan Seoul dengan menegaskan bahwa kedua negara tidak memiliki perjanjian kerahasiaan.

    Seoul kemudian menuntut Ukraina meminta maaf karena “mengumumkan informasi yang tidak benar”. Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan tindakan tersebut telah merusak kepercayaan antara kedua negara secara serius.

    Korea Selatan Dukung Ukraina, tetapi Menolak Pasokan Senjata Mematikan

    Korea Selatan menunjukkan simpati terhadap Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh. Namun, Seoul tetap mempertahankan kebijakan lamanya untuk tidak memasok senjata mematikan kepada negara mana pun yang sedang terlibat dalam perang aktif.

    Setelah pasukan Korea Utara dikerahkan untuk mendukung Rusia pada 2024, Kyiv meningkatkan tekanan terhadap Seoul agar memasok rudal antipesawat canggih. Ukraina membutuhkan sistem tersebut untuk melindungi infrastruktur energinya dari serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia.

    Pada Juli tahun ini, Seoul mengumumkan paket bantuan senilai US$100 juta untuk Ukraina. Kantor Lee mengatakan bantuan tersebut merupakan perluasan dari bantuan sebelumnya yang terdiri atas perlengkapan nonmematikan, termasuk helm, pelindung tubuh, dan peralatan medis.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa Moskow “tidak akan memiliki pilihan selain melakukan pembalasan” jika Korea Selatan memasok senjata kepada Ukraina. Namun, Rusia tidak merinci tindakan yang mungkin diambil.

    Korea Selatan selama ini berupaya mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara tetangganya, termasuk negara yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan sekutunya, Amerika Serikat.

    Sejak runtuhnya Uni Soviet, Seoul berupaya memperdalam hubungan perdagangan dan diplomatik dengan Rusia, yang berbatasan dengan Korea Utara. Korea Selatan memandang Moskow dan Beijing sebagai mitra penting dalam upaya memengaruhi Pyongyang.

    korsel militer politik seoul ukraina
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

    09/10/2026
    Hiburan

    Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

    09/10/2026
    Budaya

    Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

    09/10/2026
    Bisnis

    Adidas Gugat Merek Fashion White Fox, Persoalkan Desain Empat Garis yang Dinilai Mirip Logo Ikoniknya

    09/10/2026
    Hiburan

    Pentagon Sebut Eksekusi Penembak Fort Hood Akan Disiarkan Langsung ke Publik

    09/10/2026
    Bisnis

    Mengapa Miliarder Zimbabwe “Sir Wicknell” Dicintai Sekaligus Dibenci di Afrika

    08/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

    09/10/2026

    Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

    09/10/2026

    Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

    09/10/2026

    Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas

    09/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.