Ibu dari seorang warga Inggris yang menjadi korban penjual racun Kenneth Law mengatakan kematian putranya dan cara ia meninggal telah “menghancurkan” keluarga mereka.
Tanya Whitaker tak kuasa menahan tangis saat mengawali kesaksiannya melalui video mengenai kematian putranya, Samuel, yang diputar pada hari kedua sidang vonis Law di Ontario, Kamis. Sidang tersebut berlangsung selama empat hari. “Dia nyaris tidak memiliki kesempatan,” katanya.
Mahasiswa University of Warwick itu ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di luar asramanya setelah mengonsumsi racun yang dijual Law. Law telah mengakui 14 dakwaan membantu tindakan bunuh diri di Kanada. Otoritas Inggris mengonfirmasi 79 korban di Inggris juga meninggal setelah menggunakan produk yang dijualnya.
Debbie Cornish menyampaikan perasaan serupa. Dalam persidangan, ia mengatakan keluarganya masih “berjuang” untuk tetap bersama bertahun-tahun setelah putrinya, Danielle, meninggal.
Kesepakatan pengakuan bersalah dengan otoritas Kanada membuat Law tidak akan menghadapi dakwaan di Inggris atau terkait kematian warga Inggris. Namun, pernyataan dampak dari keluarga para korban dibacakan dalam persidangan pekan ini.
“Besarnya kehilangan seorang anak adalah sesuatu yang menghancurkan,” kata Whitaker kepada pengadilan Kanada pada Kamis. “Samuel baru berusia 19 tahun ketika ia diberikan alat yang mengakhiri hidupnya yang begitu berharga.”
Ia melanjutkan: “Hal ini telah menghancurkan saya sepenuhnya. Hal ini telah menghancurkan kami sebagai keluarga dan saya sebagai seorang ibu.
“Putra kami meninggal sendirian di universitas, 160 kilometer jauhnya dari keluarganya. Kami tidak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri atas kejadian ini.”
Whitaker mengatakan Samuel merupakan satu-satunya anak kandung suaminya, Paul.
“Dia sekarang hanya seperti cangkang dirinya sendiri. Hancur dan terpukul tanpa bisa diperbaiki,” tambahnya.
Cornish, ibu dari korban asal Inggris Danielle, menyampaikan kesedihannya melalui pernyataan tertulis. Dalam pernyataan itu, ia hanya menyebut Law dengan inisial KL.
“Kata-kata di atas kertas bahkan tidak akan pernah mampu menggambarkan rasa kehilangan yang begitu menyakitkan atas putri kami yang luar biasa,” katanya.
“Tidak ada yang akan pernah sama lagi karena kami menjadi bagian dari mimpi buruk yang terasa tidak nyata.
“Hampir empat tahun berlalu, kami masih berjuang untuk menjaga keluarga kami tetap bersama, belum lagi pikiran yang terus menghantui tentang bagaimana dia mungkin meninggal.
“KL telah mengubah kehidupan begitu banyak keluarga di seluruh dunia, sama seperti keluarga kami. Kami hidup dalam mimpi buruk yang terus berlangsung.”
Pihak berwenang mengatakan Law, mantan koki, menjual sekitar 1.200 paket zat beracun kepada penerima dari 40 negara berbeda yang ditemuinya melalui forum bunuh diri daring. Sekitar seperempat paket tersebut dikirim ke Inggris.
Ia ditangkap pada Mei 2023 setelah penyelidikan kompleks yang melibatkan sedikitnya 11 lembaga penegak hukum serta penyidik dari sekitar 12 negara, termasuk Inggris, Italia, dan Amerika Serikat.
Pengadilan juga mendengarkan pernyataan Faith George, ibu dari Faith Ike-Elechi, yang menyebut putrinya dengan nama panggilan Chimma.
Ia menemukan putrinya tak berdaya di lantai setelah mengonsumsi racun tersebut dan mengatakan kata-kata terakhir putrinya “terus terngiang di pikiran saya setiap hari”.
Ia mengatakan jika dapat berbicara dengan putrinya sekali lagi, ia akan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berhenti merasa bangga kepadanya.
Maurice Dunham, ayah korban asal Inggris Michael Dunham, mengatakan terakhir kali ia melihat putranya dalam keadaan hidup adalah saat liburan keluarga di Kroasia. Michael meninggalkan liburan itu lebih awal untuk pulang.
“Percakapan terakhir yang saya lakukan dengannya adalah sebuah pertengkaran,” katanya dalam pernyataan tertulis.
Maurice pulang beberapa hari kemudian dan mendapati Michael telah meninggal.
“Perasaan yang saya alami seperti sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuh,” tulisnya. “Saya menyalahkan diri sendiri karena tidak menghentikan Michael meninggalkan kamar hotel.
“Saya berencana mengakhiri hidup saya sendiri. Saya tidak peduli apakah saya hidup atau mati.”
Pengadilan kemudian mendengarkan pernyataan ibu Yeanu Mistry, yang mengatakan kabar bahwa putranya telah meninggal adalah “berita yang paling ditakuti setiap orang tua”.
Maureen Cooper, ibu dari korban racun Gary Cooper, menyebut rasa sakit akibat kehilangan putranya “tak tertahankan”.
“Kematian seperti ini adalah sesuatu yang hanya ada dalam mimpi buruk,” demikian bunyi pernyataan tertulisnya.
Aimee Louise Elif Walton dari Southampton meninggal “bersama seorang asing yang ditemuinya secara daring”, kata saudara perempuannya kepada pengadilan.
Adele Zeynep Walton mengatakan dalam video yang diputar di persidangan bahwa seseorang dari forum bunuh diri terbang dari Amerika Serikat dan tinggal bersama Aimee di sebuah kamar hotel selama 11 hari sebelum kematiannya.
“Dia meninggal di tempat yang asing, di kota yang asing, bersama seorang asing,” kata saudara perempuannya.
“Anda hanya perlu mendengarkan rekaman panggilan darurat untuk mengetahui betapa besar penderitaan yang dialaminya pada saat-saat terakhir hidupnya.”
Pada Rabu, pengadilan mendengarkan kesaksian seorang penyintas asal Inggris yang mendapat penawar dan berhasil diselamatkan setelah mengonsumsi racun dari Law.
Elisabeth Belien mengatakan kepada pengadilan: “Saya merasa bersalah karena selamat. Meskipun saya selamat, kejadian itu juga berdampak pada orang-orang yang saya cintai. Saya merasa kerentanan saya telah dimanfaatkan. Saya masih merasakan banyak rasa malu atas apa yang terjadi.”
Sidang masih berlangsung.
