Call of Duty kembali dengan ambisi besar untuk membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu waralaba video game terbesar di dunia.
Tahun lalu menjadi salah satu periode terburuk bagi seri gim tersebut. Mode kampanye pemain tunggal mendapat ulasan buruk, sementara penggemar mode multipemain mulai beralih ke gim pesaing.
Karena itu, untuk seri terbarunya, Modern Warfare 4, penerbit Activision mengerahkan berbagai upaya untuk menarik kembali para penggemar.
Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat dalam merebut waktu dan perhatian pemain, serta peluncuran Grand Theft Auto 6 yang tinggal beberapa pekan lagi, mampukah Call of Duty kembali menarik perhatian pasar?
Sejak 2009, Call of Duty secara konsisten menempati posisi pertama atau setidaknya peringkat kedua dalam daftar penjualan video game tahunan di Amerika Serikat.
Namun, berdasarkan data perusahaan analitik Circana, edisi 2025, Black Ops 7, merosot ke posisi ketujuh di pasar AS. Di Inggris, gim tersebut menempati peringkat kedelapan dalam daftar gim terlaris.
Salah satu faktor yang diduga memengaruhi penjualan adalah ketersediaan gim tersebut melalui layanan berlangganan Xbox Game Pass. Berbeda dengan edisi sebelumnya, gim terbaru ini tidak akan tersedia melalui layanan tersebut saat peluncuran.
Persaingan dari rival lama, Battlefield 6, serta gim baru Arc Raiders, yang secara mengejutkan meraih kesuksesan berkat pengembang asal Swedia, Embark Studios, juga membuat Call of Duty kehilangan momentum.
Para penggemar turut mengeluhkan kehadiran skin karakter yang dianggap berlebihan. Fitur kosmetik tersebut mengubah penampilan karakter dalam pertandingan multipemain, termasuk melalui desain yang terinspirasi dari kartun dan kolaborasi dengan berbagai unsur budaya populer.
Kepala pemasaran Call of Duty, Tyler Bahl, mengakui bahwa tahun lalu merupakan periode yang sulit bagi waralaba tersebut.
“Saya rasa tahun lalu kami tidak memenuhi ekspektasi komunitas pemain,” kata Bahl.
“Karena itu, kami mengambil langkah mundur dan mendengarkan mereka.”
Kini, pemain dapat menonaktifkan perubahan kosmetik yang kontroversial. Bahl menyebut Modern Warfare 4 sebagai upaya untuk mengembalikan Call of Duty ke bentuk terbaiknya.
Pesan tersebut menjadi salah satu hal yang gencar disampaikan tim pemasaran gim itu.
Newsbeat menemui Bahl di sebuah sudut kawasan Shoreditch, London, yang disulap menjadi replika jalanan Korea Selatan, lengkap dengan kedai mi dan toko serba ada.
Instalasi serupa untuk mempromosikan Modern Warfare 4 juga dibangun di pusat kota Los Angeles. Namun, itu bukan satu-satunya upaya promosi besar-besaran untuk membangkitkan antusiasme terhadap gim tersebut.
Pada Juli, Activision menggandeng Inde Navaratte, bintang serial Obsession yang sebelumnya melakukan siaran langsung Call of Duty di Twitch sebelum menjadi salah satu bintang muda Hollywood yang tengah naik daun. Ia ditugaskan mempromosikan gim tersebut dalam ajang konvensi olahraga Fanatics Fest.
Activision juga menjalin kesepakatan sponsor dengan kompetisi sepak bola enam lawan enam, Baller League, serta bekerja sama dengan MrBeast, YouTuber dengan jumlah pengikut terbesar di dunia, untuk memperkenalkan mode multipemain DMZ yang baru.
Bahl mengatakan berbagai acara dan kolaborasi tersebut dirancang untuk menunjukkan “status, gaya, dan skala” Call of Duty, meskipun ia mengakui bahwa strategi semacam itu membutuhkan biaya besar.
Ia mengatakan selalu memikirkan cara memanfaatkan posisi kuat Call of Duty untuk “hadir dalam budaya populer dengan cara yang benar-benar besar dan inovatif”, sehingga dapat menjangkau sebanyak mungkin orang.
Meski demikian, Call of Duty menghadapi persaingan ketat dalam upaya tersebut.
Dua Gim Terbesar Tahun Ini
Tahun ini, Modern Warfare 4 dijadwalkan meluncur hanya beberapa pekan sebelum GTA 6, yang secara luas dianggap sebagai salah satu gim paling dinantikan dalam satu dekade terakhir.
Meskipun harga konsol terus meningkat, besarnya antusiasme terhadap gim besutan Rockstar Games itu diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang membeli konsol baru atau kembali bermain video game.
Bahl menyebut GTA 6 dan Call of Duty sebagai “dua gim terbesar tahun ini”, tetapi menurutnya, keduanya tidak selalu bersaing secara langsung.
“Ketika semakin banyak orang kembali menggunakan Xbox atau PlayStation mereka dan mulai bermain untuk pertama kalinya, hal itu membuka peluang bagi lebih banyak pemain untuk datang dan memainkan kedua gim tersebut,” kata Bahl.
GTA 6 pada awalnya hanya akan dirilis untuk konsol PlayStation 5 dan Xbox. Mode multipemain juga tidak akan tersedia saat peluncuran.
“Karena itu, kami merasa gim ini memiliki cukup banyak perbedaan untuk benar-benar menonjol,” ujar Bahl.
Di Inggris, Modern Warfare 4 dijual dengan harga sekitar 70 pound sterling. Namun, Bahl menekankan bahwa bagi banyak penggemar, gim tersebut bukan sekadar produk yang dimainkan sesekali, melainkan tempat untuk berkumpul sepanjang tahun.
“Alasan utama orang memainkan Call of Duty bukan hanya pertarungan atau mekanisme menembaknya, melainkan karena teman-teman mereka ada di sana, bukan?”
“Hubungan sosial seperti itu memiliki kekuatan yang sangat besar.”
Salah satu kritik terbesar terhadap Call of Duty edisi tahun lalu tertuju pada mode kampanye pemain tunggal.
Petualangan sinematik berdurasi relatif singkat tersebut jarang menjadi alasan utama pemain membeli edisi terbaru. Meski begitu, mode ini tetap memiliki banyak penggemar.
Setiap seri Call of Duty mengikuti alur cerita yang berbeda. Subseri Modern Warfare sendiri telah melahirkan sejumlah karakter yang paling dicintai penggemar.
Activision menyebut Modern Warfare 4 sebagai “penutup epik” dari kisah Kapten John Price, karakter favorit penggemar yang diperankan aktor Inggris Barry Sloane.
“Ini akan menghadirkan banyak kejutan. Semua bagian cerita yang selama ini kami bangun akan berpadu menjadi satu,” kata Sloane.
Kepada Newsbeat, Sloane mengatakan bahwa ia tidak terlalu terbebani oleh besarnya ekspektasi penggemar.
“Sejak awal, saya sudah disambut dengan begitu banyak cinta dari para penggemar,” ujarnya.
“Saya hanya merasakan antusiasme.”
María Elisa Camargo, yang kembali memerankan pemimpin kartel Valeria Garza, mengakui bahwa komunitas penggemar Call of Duty memiliki standar yang tinggi.
“Mereka sangat cerdas, sangat memperhatikan cerita, dan tidak mudah menyukai sembarang orang,” katanya.
Sementara itu, aktor Mads Mikkelsen, yang dikenal melalui film Casino Royale dan serial televisi Hannibal, memerankan musuh misterius bernama The Archer.
Ia mengatakan setidaknya ada satu pemain yang pasti akan memainkan mode kampanye gim tersebut.
“Saya tahu pasti anak laki-laki saya akan mencoba membunuh saya berulang kali.”
“Jadi, itu sangat menyenangkan.”
