Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Mikroplastik Kini Ada di Udara, Seberapa Besar Ancaman bagi Manusia dan Planet?

    08/05/2026

    Dua Mantan Menteri Pertahanan China Dijatuhi Hukuman Mati Bersyarat dalam Gelombang Bersih-Bersih Militer Xi Jinping

    08/05/2026

    Kursi Bergambar Bad Bunny Jadi Sensasi Baru di Dunia Seni Kontemporer

    08/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Mikroplastik Kini Ada di Udara, Seberapa Besar Ancaman bagi Manusia dan Planet?

      08/05/2026

      Dua Mantan Menteri Pertahanan China Dijatuhi Hukuman Mati Bersyarat dalam Gelombang Bersih-Bersih Militer Xi Jinping

      08/05/2026

      Kursi Bergambar Bad Bunny Jadi Sensasi Baru di Dunia Seni Kontemporer

      08/05/2026

      Mantan Deputi Sheriff Divonis Bersalah atas Kematian Pria Kulit Hitam yang Ditembak Saat Masuk Rumah Neneknya

      08/05/2026

      Polemik Pajak Apartemen Miliarder di New York: Ada Masalah Lebih Besar yang Diabaikan

      08/05/2026
    • TEKNOLOGI

      Shell Diserang Aktivis Iklim Usai Raup Profit ‘Durian Runtuh’ dari Perang Iran

      07/05/2026

      Krisis Tenaga Kerja, Industri Sampah Beralih ke Robot: Solusi atau Ancaman Baru?

      05/05/2026

      Ledakan Dahsyat Pabrik Kembang Api di Hunan Tewaskan 26 Orang, Puluhan Luka-Luka

      05/05/2026

      Spirit Airlines Gulung Tikar, Krisis BBM Akibat Perang Iran Jadi Pemicu, Maskapai Murah Lain Terancam Menyusul

      04/05/2026

      Wabah Mematikan di Kapal Pesiar Atlantik: Apa Itu Hantavirus yang Diduga Tewaskan Tiga Orang?

      04/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Kesehatan»Australia Berambisi Hapus Kanker Serviks, Mungkinkah Jadi Negara Pertama di Dunia?
    Kesehatan

    Australia Berambisi Hapus Kanker Serviks, Mungkinkah Jadi Negara Pertama di Dunia?

    adminBy admin02/05/2026No Comments5 Mins Read4 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Enam bulan setelah akhirnya melahirkan anak pertamanya—setelah bertahun-tahun berjuang untuk hamil—Chrissy Walters menerima kabar bahwa putrinya kemungkinan akan tumbuh tanpa dirinya.

    Walters mengalami pendarahan hebat saat berada di rumahnya di Toowoomba—kota kecil sekitar dua jam dari Brisbane—dan setelah serangkaian kunjungan ke rumah sakit, pemeriksaan dokter, serta biopsi, perempuan yang saat itu berusia 39 tahun didiagnosis menderita kanker serviks stadium lanjut.

    “Saya hanya berkata kepada suami saya, Neil… pasti ada kesalahan besar,” kenangnya.

    Kini, lebih dari satu dekade berlalu dengan berbagai perawatan yang melelahkan dan sangat invasif, namun kanker tersebut telah menyebar ke bagian lain tubuhnya. Dokter menyatakan penyakitnya kini sudah dalam tahap terminal.

    “Saya tidak akan mengharapkan ini bahkan untuk musuh terburuk saya,” ujarnya.

    Putrinya yang kini berusia 12 tahun tumbuh dengan bayang-bayang penyakit tersebut. Walters mengatakan keluarga mereka bahkan telah berbicara secara terbuka tentang kematian sejak anaknya berusia tiga tahun.

    Namun pada 2026, sang anak mencapai usia di mana Australia mulai memberikan vaksin dalam upaya menghapus penyakit yang pada akhirnya akan merenggut nyawa ibunya.

    Negara itu kini berada di jalur untuk mencapai target tersebut dalam satu dekade, bahkan berlomba dengan negara lain untuk menjadi yang pertama di dunia yang berhasil mengeliminasi satu jenis kanker.

    Pendekatan ganda menuju eliminasi

    Pemandangan ini sudah akrab di banyak sekolah menengah Australia: antrean panjang siswa berusia 12–13 tahun duduk bergantian di kursi plastik, diyakinkan oleh perawat bahwa suntikan hanya akan terasa sebentar.

    Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke kelas dengan plester kecil di lengan atas.

    Tiga jenis vaksin ditawarkan kepada siswa sekolah menengah sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional, termasuk vaksin human papillomavirus (HPV).

    Meski HPV sering kali tidak menimbulkan gejala dan bisa hilang dengan sendirinya, beberapa jenis berisiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks—kanker keempat paling umum pada perempuan di dunia.

    Beruntung, ini juga merupakan salah satu penyebab kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

    Profesor Karen Canfell, salah satu pemimpin global dalam pengendalian kanker serviks, menyatakan dampak penyakit ini sangat luas—“hampir setiap orang memiliki ibu, saudara perempuan, atau nenek yang terdampak kanker serviks”.

    Terobosan besar terjadi pada 2006 di University of Queensland, ketika para ilmuwan Australia mengembangkan vaksin inovatif bernama Gardasil untuk mencegah HPV, yang kemudian disetujui oleh regulator obat. Setahun kemudian, Australia menjadi negara pertama yang meluncurkan program vaksinasi nasional.

    Vaksin ini membuka harapan global untuk masa depan tanpa kanker serviks, dengan pemodelan yang dikembangkan oleh Canfell dan World Health Organization yang memetakan jalur menuju eliminasi.

    Selain program vaksinasi luas—yang sejak 2013 juga mencakup anak laki-laki—Australia memiliki sistem skrining yang kuat.

    Pada 2017, negara ini beralih dari pap smear ke metode skrining berbasis HPV yang lebih sensitif dan hanya perlu dilakukan setiap lima tahun.

    Australia juga menjadi pelopor dalam memberikan opsi bagi perempuan untuk mengambil sampel sendiri—yang disebut pemerintah sebagai “terobosan besar”, terutama bagi mereka yang enggan menjalani pemeriksaan panggul atau memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

    Apakah Australia berada di jalur yang tepat?

    Mengeliminasi kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat tidak berarti penyakit ini benar-benar hilang. Secara ilmiah, eliminasi didefinisikan sebagai kurang dari empat kasus per 100.000 orang.

    Laporan terbaru menunjukkan Australia berada di jalur untuk mencapai target eliminasi pada 2035—bahkan mungkin lebih cepat.

    Sejak 1982, angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Australia telah menurun hingga setengahnya.

    Yang paling menjanjikan, data tahun 2021 menunjukkan untuk pertama kalinya tidak ada kasus kanker serviks pada perempuan di bawah usia 25 tahun.

    “Memang belum untuk semua kelompok usia, tetapi konsep eliminasi itu mulai terlihat nyata,” kata Canfell.

    Saat ini, Australia mencatat sekitar 6,3 kasus baru per 100.000 perempuan. Tingkat vaksinasi pada anak perempuan di bawah 15 tahun sedikit di atas 80%, sementara 85% perempuan dalam kelompok usia paling berisiko telah menjalani skrining.

    Namun, Canfell memperingatkan adanya penurunan kecil dalam tingkat vaksinasi, terutama di kalangan masyarakat Aborigin dan Kepulauan Selat Torres, yang masih menghadapi hambatan lebih besar dalam akses layanan kesehatan.

    Tingkat kanker serviks pada perempuan pribumi dua kali lebih tinggi, dan risiko kematian lebih dari tiga kali lipat dibanding populasi umum.

    “Mereka sering terdiagnosis pada tahap yang lebih lanjut,” kata Dr Natalie Strobel.

    Penelitian menunjukkan bahwa, dengan tren saat ini, eliminasi kanker serviks pada kelompok ini bisa tertunda hingga 12 tahun dari target nasional 2035.

    Strobel bersama rekannya Jocelyn Jones juga menyoroti faktor lain yang berpotensi menghambat target tersebut, seperti keraguan terhadap vaksin pasca pandemi Covid-19, meningkatnya biaya layanan kesehatan, serta anak-anak yang melewatkan sekolah—dan akhirnya juga melewatkan vaksinasi.

    “Tidak banyak upaya terkoordinasi untuk mengejar mereka yang tertinggal… beban lebih banyak ditanggung keluarga,” ujar Jones, menambahkan bahwa banyak yang tidak menyadari vaksin tersebut gratis.

    Tantangan global dan dampak luas

    Biaya juga menjadi hambatan bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk meniru keberhasilan Australia, terutama karena keterbatasan sistem kesehatan dan sumber daya.

    Canfell dan timnya berupaya meyakinkan pemerintah bahwa eliminasi kanker serviks merupakan investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.

    Selain menyelamatkan nyawa dan memberikan dampak sosial besar, perempuan dapat tetap bekerja dan berkontribusi pada ekonomi.

    Australia kini juga membantu negara tetangga seperti Vanuatu dan Papua New Guinea dalam upaya serupa.

    Namun, pemotongan bantuan luar negeri secara global turut memengaruhi program vaksinasi HPV. Pada Maret 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian dukungan terhadap Gavi, aliansi yang menyediakan vaksin penting bagi negara berkembang.

    Harapan di tengah perjuangan

    Bagi Walters, hidup dengan kanker serviks terasa seperti “pekerjaan penuh waktu”—dengan beban emosional, fisik, dan finansial yang besar.

    Namun ada harapan bahwa pengalaman seperti dirinya akan segera menjadi bagian dari masa lalu.

    “Seperti ada perlombaan sehat antarnegara untuk siapa yang pertama mencapai eliminasi,” kata Canfell.

    Negara seperti Sweden dan Rwanda menargetkan eliminasi pada 2027, sementara United Kingdom menargetkan 2040—meski menghadapi tantangan penurunan cakupan vaksinasi dan skrining.

    Canfell menegaskan bahwa pendekatan terhadap kanker serviks adalah sesuatu yang unik dalam dunia kesehatan global.

    “Ini pertama kalinya World Health Organization dan komunitas global menyatakan akan mengeliminasi kanker,” ujarnya.

    “Itu adalah konsep baru dalam penanganan kanker.”

    australia kanker pengobatan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin

    Related Posts

    Bencana

    Mikroplastik Kini Ada di Udara, Seberapa Besar Ancaman bagi Manusia dan Planet?

    08/05/2026
    Gaya Hidup

    Kursi Bergambar Bad Bunny Jadi Sensasi Baru di Dunia Seni Kontemporer

    08/05/2026
    Hukum Kriminal

    Mantan Deputi Sheriff Divonis Bersalah atas Kematian Pria Kulit Hitam yang Ditembak Saat Masuk Rumah Neneknya

    08/05/2026
    Lain Lain

    Polemik Pajak Apartemen Miliarder di New York: Ada Masalah Lebih Besar yang Diabaikan

    08/05/2026
    Hukum Kriminal

    Dua Pria Divonis Mata-mata untuk Hong Kong dan China di Inggris, Salah Satunya Petugas Imigrasi

    08/05/2026
    Ekonomi & Pasar

    Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Perketat Kendali atas Jalur Energi Dunia

    08/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Mikroplastik Kini Ada di Udara, Seberapa Besar Ancaman bagi Manusia dan Planet?

    08/05/2026

    Dua Mantan Menteri Pertahanan China Dijatuhi Hukuman Mati Bersyarat dalam Gelombang Bersih-Bersih Militer Xi Jinping

    08/05/2026

    Kursi Bergambar Bad Bunny Jadi Sensasi Baru di Dunia Seni Kontemporer

    08/05/2026

    Mantan Deputi Sheriff Divonis Bersalah atas Kematian Pria Kulit Hitam yang Ditembak Saat Masuk Rumah Neneknya

    08/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.