Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

    23/10/2026

    Mengira Dirinya Sekarat, Perempuan Ini Ternyata Mengalami Kecemasan Kesehatan: Kenali Gejalanya

    23/10/2026

    Call of Duty Janjikan Kebangkitan, tetapi Mampukah Menyaingi GTA 6?

    23/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

      23/10/2026

      Call of Duty Janjikan Kebangkitan, tetapi Mampukah Menyaingi GTA 6?

      23/10/2026

      YouTuber Ditangkap setelah Influencer Keuangan Populer India Bunuh Diri

      23/10/2026

      Polisi Australia Selidiki Married at First Sight setelah Muncul Dugaan Pelanggaran Privasi Kontestan

      23/10/2026

      Trump Sebut Musk Pulihkan Akses Starlink Ukraina Setelah Pembatasan Ganggu Operasi Militer

      23/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

      23/10/2026

      YouTuber Ditangkap setelah Influencer Keuangan Populer India Bunuh Diri

      23/10/2026

      Polisi Australia Selidiki Married at First Sight setelah Muncul Dugaan Pelanggaran Privasi Kontestan

      23/10/2026

      Meta Didenda Rp451 Triliun atas Kebohongan soal Privasi Data Pengguna

      22/10/2026

      Celah Keamanan Kritis PHP Picu Situs Web di Berbagai Negara Dinonaktifkan

      22/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Bisnis»Prancis Mulai Kenakan Biaya Produk Fast Fashion, Shein dan Temu Jadi Sasaran
    Bisnis

    Prancis Mulai Kenakan Biaya Produk Fast Fashion, Shein dan Temu Jadi Sasaran

    joveBy jove02/09/2026No Comments2 Mins Read8 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Prancis mulai memberlakukan biaya terhadap produk fast fashion yang nilainya dapat mencapai hampir 20 euro atau sekitar Rp390.000 per pakaian pada 2030, sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan penjualan pakaian murah yang ditawarkan melalui situs perdagangan elektronik.

    Pungutan tersebut mulai berlaku pada Selasa, menyusul undang-undang baru yang disahkan pada Juni untuk mengatur perusahaan yang disebut sebagai pelaku “ultra-fast fashion”, seperti Shein, Temu, dan AliExpress.

    Raksasa e-commerce tersebut dikenal menjual pakaian murah dalam jumlah besar dan telah dikritik pejabat Prancis karena mendorong lonjakan tren fast fashion.

    Kementerian Perdagangan China menyebut undang-undang Prancis tersebut diskriminatif dan merupakan hambatan perdagangan. Beijing mengatakan kebijakan itu berpotensi melanggar prinsip-prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

    Menteri Prancis Mathieu Lefevre mengatakan “dampak buruk ultra-fast fashion” terhadap lingkungan dan perekonomian “sudah diketahui secara luas”.

    Pada Juli, kantor Lefevre mengatakan pungutan tersebut tidak akan berlaku bagi peritel seperti H&M atau Zara. Hal itu membuat sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut terkesan mengecualikan perusahaan-perusahaan Eropa.

    Berdasarkan undang-undang tersebut, kategori ultra-fast fashion ditentukan berdasarkan dua faktor, yakni volume pakaian yang dipasarkan dan biaya perbaikan pakaian dibandingkan dengan harga pembeliannya.

    Besaran pungutan per barang akan ditentukan berdasarkan skala tertentu sesuai dengan penilaian masing-masing produk terhadap kedua kriteria tersebut.

    Untuk 2026, biaya yang dikenakan berkisar dari 0,50 euro, sekitar Rp10.000, untuk pakaian dalam, 2 euro, sekitar Rp40.000, untuk kaus, hingga 9 euro, sekitar Rp180.000, untuk celana jins dan 12 euro, sekitar Rp240.000, untuk jaket.

    Nilai pungutan tersebut dapat meningkat hingga 19,50 euro, sekitar Rp390.000, per barang pada 2030. Namun, batas maksimalnya tetap sebesar 50% dari harga produk sebelum pajak.

    Pungutan tersebut diberlakukan setelah Shein, peritel fast fashion yang didirikan di China dan berkantor pusat di Singapura, memiliki valuasi US$26,2 miliar atau sekitar Rp426 triliun pada hari pertama perdagangan sahamnya di bursa Hong Kong.

    Perusahaan tersebut sebelumnya diperkirakan bernilai hampir US$100 miliar, tetapi menghadapi persaingan ketat, ketegangan perdagangan, serta pertanyaan mengenai etika rantai pasoknya.

    Shein sebelumnya mengatakan bahwa dampak undang-undang yang menargetkan ultra-fast fashion akan “memperburuk daya beli konsumen Prancis, pada saat mereka sudah merasakan dampak krisis biaya hidup”.

    Temu, perusahaan e-commerce milik China, juga telah banyak dikritik oleh politikus di Inggris maupun Amerika Serikat.

    Juru bicara Temu sebelumnya mengatakan bahwa perusahaan tersebut “mengakui pentingnya persoalan lingkungan yang dibahas dalam rancangan undang-undang Prancis”, tetapi berpendapat bahwa Temu tidak beroperasi sebagai perusahaan fast fashion karena merupakan platform marketplace dan tidak memproduksi barangnya sendiri.

    bisnis china eropa fashion hongkong
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Gadget

    Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

    23/10/2026
    Gaya Hidup

    Mengira Dirinya Sekarat, Perempuan Ini Ternyata Mengalami Kecemasan Kesehatan: Kenali Gejalanya

    23/10/2026
    Budaya

    Call of Duty Janjikan Kebangkitan, tetapi Mampukah Menyaingi GTA 6?

    23/10/2026
    Hiburan

    YouTuber Ditangkap setelah Influencer Keuangan Populer India Bunuh Diri

    23/10/2026
    Hiburan

    Polisi Australia Selidiki Married at First Sight setelah Muncul Dugaan Pelanggaran Privasi Kontestan

    23/10/2026
    Hiburan

    Trump Sebut Musk Pulihkan Akses Starlink Ukraina Setelah Pembatasan Ganggu Operasi Militer

    23/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Berusia 96 Tahun dengan 15 Juta Pengikut, Para Nenek Ini Taklukkan TikTok

    23/10/2026

    Mengira Dirinya Sekarat, Perempuan Ini Ternyata Mengalami Kecemasan Kesehatan: Kenali Gejalanya

    23/10/2026

    Call of Duty Janjikan Kebangkitan, tetapi Mampukah Menyaingi GTA 6?

    23/10/2026

    YouTuber Ditangkap setelah Influencer Keuangan Populer India Bunuh Diri

    23/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.