Penasihat Gedung Putih menuduh perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, Moonshot AI, melakukan upaya “berskala besar” untuk mencuri kemampuan model AI terdepan milik Amerika Serikat.
Penasihat Sains dan Teknologi Presiden Donald Trump, Michael Kratsios, mengatakan Moonshot AI menjalankan praktik tersebut melalui metode yang dikenal sebagai distillation, yaitu proses ketika model AI yang lebih lemah mengekstraksi jawaban dan kemampuan dari model AI yang lebih canggih.
Kratsios juga menuduh Moonshot memperoleh akses ke server Nvidia berteknologi mutakhir yang seharusnya dibatasi untuk melatih model AI mereka.
Dalam unggahannya di platform X pada Rabu, Kratsios mengatakan pemerintah AS memiliki informasi bahwa Moonshot AI telah “menyuling” kemampuan dari model Fable AI milik Anthropic untuk mengembangkan model K3.
Kimi K3 menjadi sorotan dunia setelah diperkenalkan pekan lalu. Banyak pihak menilai model tersebut berhasil memperkecil kesenjangan kemampuan antara model AI asal Barat dan China. Moonshot AI mengklaim K3 mampu bersaing dengan teknologi AI terbaik buatan Amerika Serikat.
Menurut Kratsios, Moonshot juga diduga memanfaatkan server yang menggunakan platform komputasi GB300 Grace Blackwell milik Nvidia untuk melatih model tersebut.
Pemerintah AS mulai membatasi ekspor chip Nvidia paling canggih ke China sejak 2022 karena khawatir teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh militer China.
Sejak saat itu, sejumlah pemerintah di berbagai negara juga meningkatkan pengawasan terhadap penyelundupan chip-chip tersebut.
Tuduhan Kratsios muncul sehari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Selasa bahwa pemerintah akan menyelidiki apakah model AI asal China memperoleh kemampuan dari para pesaingnya di Amerika Serikat secara tidak sah.
Pada Rabu, Bessent kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan China apabila terbukti melakukan pencurian hak kekayaan intelektual melalui apa yang ia sebut sebagai “serangan distilasi berskala industri.”
“Kami mendukung AI sumber terbuka (open source) dan inovasi yang dihasilkannya. Namun, sumber terbuka bukan berarti hak kekayaan intelektual Amerika bebas diambil begitu saja,” tulis Bessent di media sosial.
Pemerintah China hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan terbaru tersebut. Namun sebelumnya Beijing menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI di negaranya merupakan “hasil dari dedikasi dan kerja keras sendiri, serta kerja sama internasional.”
Meningkatnya pengawasan Amerika Serikat terhadap perusahaan AI asal China juga terjadi menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan berlangsung pada September mendatang.
Moonshot AI dijadwalkan merilis Kimi K3 sebagai model AI sumber terbuka pada 27 Juli. Langkah itu akan menjadikannya model AI pertama dalam kelasnya yang dapat diunduh secara bebas dan dimodifikasi oleh para pengembang maupun masyarakat umum.
Pada Juni lalu, Anthropic juga menuduh raksasa teknologi dan perdagangan elektronik China, Alibaba, melakukan ekstraksi kemampuan model Claude AI secara “ilegal” melalui serangan distillation.
Anthropic mendesak Kongres Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan praktik tersebut serta memperketat langkah-langkah untuk mencegah pencurian teknologi asal AS.
Gedung Putih pada April lalu menyatakan akan mempererat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan AI Amerika untuk menghadapi “kampanye berskala industri” yang dilakukan pihak asing guna mencuri teknologi.
Dalam memorandum yang diterbitkan saat itu, Kratsios mengatakan kampanye tersebut bertujuan “secara sistematis melemahkan riset dan pengembangan Amerika serta memperoleh akses terhadap informasi hak milik yang bersifat eksklusif.”
