Jurnalis Nicole Kolster sedang berada di rumahnya di Caracas, ibu kota Venezuela, ketika apartemennya tiba-tiba berguncang hebat.
“Saya melihat jendela bergerak, dan satu-satunya hal yang terpikir adalah berdiri di antara pintu depan dan dinding batu untuk mencoba melindungi diri,” ujarnya.
Dua gempa bumi mengguncang kota itu hanya dalam hitungan detik pada Rabu. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, disusul gempa kedua berkekuatan 7,5. Foto-foto yang beredar menunjukkan bangunan runtuh dan warga berkumpul di jalanan, namun jumlah korban jiwa dan tingkat kerusakan secara keseluruhan masih belum diketahui.
“Ini gempa paling kuat yang pernah saya rasakan seumur hidup,” kata Kolster “Guncangannya sangat kuat sampai saya pikir gedung ini akan roboh menimpa saya.”
Kolster mengaku tetap berlindung di antara pintu depan dan dinding batu di apartemennya yang berada di lantai tujuh selama cukup lama, hingga akhirnya mendengar tetangga berteriak meminta semua orang segera mengungsi.
“Satu jam setelah gempa, semua orang masih berada di luar menunggu situasi aman jika terjadi gempa susulan,” kata jurnalis yang tinggal di Palos Grandes, kawasan elite di pusat Caracas yang termasuk wilayah paling terdampak.
Meski terjadi pada hari kerja, banyak warga berada di rumah ketika gempa mengguncang karena saat itu Venezuela sedang memperingati hari libur nasional untuk mengenang Pertempuran Carabobo tahun 1821, kemenangan penting pemimpin kemerdekaan Venezuela Simón Bolívar atas kekuasaan kolonial Spanyol.
Foto dan video dari wilayah terdampak memperlihatkan sebagian warga menangis, sementara yang lain saling berpelukan di jalanan.
“Ada orang-orang yang sangat sedih dan merasa tak berdaya karena tidak sempat menyelamatkan hewan peliharaan mereka,” ujar Kolster.
“Sebagian lainnya mencoba mengeluarkan mobil dari basement gedung karena khawatir gempa susulan akan memperburuk keadaan.”
Ia juga mengatakan terdengar teriakan minta tolong dari reruntuhan bangunan yang roboh di dekat lokasi tempat tinggalnya.
Maria Elise, warga lain di Palos Grandes, mengatakan getaran gempa menyebabkan sejumlah dinding apartemennya retak.
“Tiang listrik di luar roboh, kami tidak memiliki listrik dan tidak ada sinyal,” kata Elise
Ini bukan pertama kalinya Caracas diguncang gempa besar.
Pada 1967, gempa berkekuatan magnitudo 6,6 menghantam Caracas dan menewaskan lebih dari 200 orang. Gempa tersebut menghancurkan sejumlah bangunan di Palos Grandes dan kawasan elite Altamira.
Namun, menurut beberapa warga yang juga mengalami gempa pada 1967, guncangan kali ini terasa lebih parah.
“Ada suara benturan yang sangat keras. Barang-barang di rumah jatuh, termasuk kendi di dalam lemari pendingin. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini,” kata Coro Martinez, warga Caracas timur berusia 56 tahun, kepada kantor berita Reuters.
Pensiunan berusia 80 tahun, Maria Romero, mengatakan: “Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk daripada yang terjadi pada 1967.”
