Pemadaman listrik kini dilaporkan terjadi di Krimea yang diduduki Rusia, selain kelangkaan bahan bakar, seiring Ukraina meningkatkan upaya untuk mengisolasi wilayah yang dianeksasi Moskow pada 2014 tersebut.
“Bensin ada di SPBU, tetapi mereka tidak menjualnya,” keluh seorang warga setempat yang kini mulai menggunakan sepeda agar tidak perlu memakai mobil kecuali benar-benar mendesak. “Katanya dikirim malam hari, dan siang harinya seharusnya mulai dijual seperti biasa, tetapi setelah dekret Aksyonov semuanya ditutup.”
Bahan bakar di Krimea kini sebagian besar hanya diperuntukkan bagi layanan pemerintah, setelah pemimpin yang ditunjuk Rusia, Sergei Aksyonov, mengumumkan pada Minggu bahwa seluruh penjualan di stasiun pengisian bahan bakar dihentikan.
Di Sevastopol, kota terbesar di Krimea sekaligus pelabuhan utama di pesisir barat daya wilayah tersebut, seorang warga mengatakan bahwa ia telah membeli generator cadangan, namun kini tidak memiliki bahan bakar untuk mengoperasikannya karena bensin tidak lagi tersedia.
Otoritas di kota pelabuhan itu kini melampaui pembatasan bahan bakar dengan menerapkan pembatasan tambahan: transportasi umum, toko, dan kafe hanya beroperasi pada siang hari, sementara lampu jalan dimatikan pada malam hari.
Bahkan sebelum penjualan bahan bakar dihentikan, warga Sevastopol tersebut mengatakan harga sudah naik tajam dan ia menghabiskan 50% lebih banyak untuk mengisi bahan bakar dibandingkan harga rata-rata di Rusia.
“Tidak jelas ini akan berlangsung berapa lama, dan soal berangkat kerja, saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana,” katanya
Memburuknya situasi di Krimea juga memicu kepanikan pembelian di sejumlah toko, ujarnya. Penilaian itu dikonfirmasi oleh seorang perempuan di Sevastopol yang mengatakan tidak ada gula di toko-toko yang ia datangi.
Serangan Ukraina terhadap kilang minyak di berbagai wilayah Rusia, termasuk Moskow, telah menyebabkan pembatasan luas pada penjualan bahan bakar, dan Presiden Vladimir Putin mengakui kesulitan tersebut pada Selasa.
Di Krimea, kelangkaan akut diperburuk oleh meningkatnya kampanye Kyiv yang menargetkan jembatan-jembatan penting yang menghubungkan semenanjung itu dengan wilayah Ukraina yang diduduki lainnya.
Krimea secara internasional diakui sebagai wilayah Ukraina, tetapi sejak invasi skala penuh, wilayah itu terhubung ke Rusia melalui jalur darat dan rel yang melewati koridor daratan di wilayah Ukraina selatan yang diduduki, serta sejak 2018 melalui jembatan jalan dan rel di Selat Kerch.
Setidaknya enam jembatan yang menjadi target Ukraina pada Juni telah diidentifikasi melalui citra satelit dan video drone yang dibagikan pasukan Ukraina.
Ini termasuk beberapa serangan pada jembatan jalan dan rel Chonhar di timur laut Krimea.
Citra satelit menunjukkan Rusia memasang jembatan ponton sementara sebagai pengganti, yang menyebabkan penumpukan truk di jalur tersebut. Antrean kendaraan ini kemudian menjadi sasaran serangan Ukraina, menurut rekaman drone yang telah diverifikasi.
Sebelum otoritas yang ditunjuk Rusia menutup penjualan bensin di Krimea, video yang dibagikan di media sosial menunjukkan antrean panjang hingga beberapa kilometer di SPBU.
Dalam beberapa rekaman, warga mengeluhkan tidak dapat mengisi bahan bakar, sementara sebagian lainnya mengakui kesulitan tersebut namun menyatakan masih mampu bertahan.
Video lain yang dibagikan wisatawan Rusia menunjukkan tidak tersedianya bensin sama sekali, termasuk seorang perempuan yang datang dari Rusia dengan membawa bahan bakarnya sendiri dan menyarankan orang lain melakukan hal yang sama.
Pejabat Rusia di Krimea, Sergei Aksyonov, juga memerintahkan penutupan kamp musim panas anak-anak yang sangat populer di kalangan warga Rusia. Beberapa kereta yang membawa anak-anak ke kamp Artek di pesisir selatan bahkan dihentikan di tengah perjalanan.
“Saya melihat anak-anak ‘Artek’ turun dari kereta, hanya tersisa sekitar 10 orang di gerbong kami. Saya pikir itu aneh karena mereka meninggalkan semua makanan dan camilan mereka,” kata seorang penumpang di media sosial.
Kampanye Ukraina untuk mengisolasi Krimea tampaknya menjadi bagian dari apa yang disebut Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov sebagai “lockdown logistik”, yakni upaya mengganggu suplai militer Rusia menggunakan drone berbasis AI yang telah menargetkan jalur utama di koridor darat wilayah pendudukan selama beberapa bulan.
Setelah Ukraina menyerang Jembatan Krimea pada 2022, jalan raya M14 di Ukraina selatan yang diduduki menjadi rute utama pengiriman bahan bakar ke semenanjung tersebut.
Kyiv berhasil mengganggu jalur itu dengan penggunaan drone “middle-strike” yang mampu menjangkau target hingga 200 km dari garis depan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina juga semakin menargetkan rute logistik lain, termasuk jalan raya dari Mariupol ke Donetsk serta koridor transportasi di sekitar Luhansk.
Hal ini memperluas krisis bahan bakar hingga ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia di timur, yang sebelumnya juga mengalami kekurangan air akibat rusaknya pipa air dari Sungai Siverskyi Donets selama ofensif Rusia pada 2022.
“Orang-orang hanya bertahan hidup… air datang setiap tiga hari,” kata seorang warga Donetsk. “Bensin sangat sedikit, dan itu yang paling mahal di negara ini. Air minum harus dibeli.”
Ia mengatakan sangat sedikit mobil di jalan, namun tidak terjadi eksodus besar karena “semua yang bisa dan ingin pergi sudah pergi”.
“Ini tidak bisa berlangsung selamanya, dan akan ada langkah-langkah untuk kelompok paling rentan,” tambahnya. “Pilihan barang makin sedikit dan harga naik bukan masalah besar bagi mereka yang mobile dan aktif secara ekonomi, tetapi bagi lansia, anak-anak, dan orang di pusat pengungsian, ini bisa menjadi persoalan hidup dan mati.”
Meski jalur suplai Rusia ke Krimea semakin berbahaya dan mahal, jalur tersebut belum sepenuhnya terputus.
Para analis menilai penargetan jembatan-jembatan penting oleh Ukraina dapat menjadi ancaman jangka panjang yang lebih besar dibandingkan serangan terhadap jalan raya.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pada Selasa bahwa situasi memang menantang tetapi masih terkendali, dan pemerintah Moskow memprioritaskan wilayah penting seperti Krimea dan kawasan perbatasan.
Moskow telah menghentikan ekspor bensin dan bahan bakar jet, dan Novak mengatakan pemerintah juga sedang mempertimbangkan “larangan total” ekspor diesel.
