Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Trump Minta Taiwan Tak Cari Kemerdekaan, Tapi Benarkah Pulau Itu Ingin Lepas dari China?

    19/05/2026

    Penembakan Brutal di Masjid San Diego: Tiga Jamaah Tewas, Dua Remaja Pelaku Bunuh Diri

    19/05/2026

    Demi Bertahan Hidup, Ayah-Ayah di Afghanistan Terpaksa Menjual Anak Mereka

    19/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Trump Minta Taiwan Tak Cari Kemerdekaan, Tapi Benarkah Pulau Itu Ingin Lepas dari China?

      19/05/2026

      Penembakan Brutal di Masjid San Diego: Tiga Jamaah Tewas, Dua Remaja Pelaku Bunuh Diri

      19/05/2026

      Demi Bertahan Hidup, Ayah-Ayah di Afghanistan Terpaksa Menjual Anak Mereka

      19/05/2026

      Ukraina Lancarkan Serangan Drone Terbesar ke Moskow dalam Setahun, Tewaskan Sedikitnya Tiga Orang

      18/05/2026

      Dunia Bergerak Cepat Bendung Wabah Ebola Baru, AS Bersiap Evakuasi Warganya dari Afrika

      18/05/2026
    • TEKNOLOGI

      Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

      13/05/2026

      Satu Dekade Berselang, Trump Kembali ke China yang Lebih Kuat dan Semakin Percaya Diri

      13/05/2026

      Sidang Musk vs OpenAI Bongkar Drama Internal: Mantan Orang Dekat Sebut Sam Altman Punya “Pola Konsisten Berbohong”

      12/05/2026

      AI Tak Benar-Benar Merebut Pekerjaan Anda Ini yang Sebenarnya Sedang Terjadi

      11/05/2026

      Internet Kelas Elite di Iran Picu Kemarahan Publik, Retak di Dalam Rezim Makin Terbuka

      11/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru di Iran, Senjata Muncul di Jalanan dan Televisi Negara
    Lain Lain

    Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru di Iran, Senjata Muncul di Jalanan dan Televisi Negara

    adminBy admin18/05/2026No Comments4 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Saat malam mulai menyelimuti ibu kota Iran yang luas dan puncak bersalju Pegunungan Alborz perlahan menghilang dalam kegelapan, ribuan warga Iran rutin turun ke jalan dalam aksi massa yang disponsori negara untuk menggalang dukungan melawan Amerika Serikat.

    Di dekat Tajrish Square, kawasan elite di Teheran, teriakan “Matilah Amerika” menggema di tengah lautan bendera Iran, sementara pedagang kaki lima menjual teh dan suvenir seperti topi patriotik hingga emblem kepada massa yang antusias.

    “Saya sangat siap mengorbankan hidup saya demi negara dan rakyat saya,” kata seorang perempuan muda bernama Tiana, yang mengenakan kacamata berwarna bendera Iran.

    “Semua rakyat, seluruh tentara, semua komandan kami, mereka juga siap mengorbankan nyawa dan bertempur sepenuh hati,” tambahnya, sambil menepis ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump di media sosial untuk melanjutkan aksi militer.

    “Bagi Iran, waktunya terus berjalan, dan mereka harus segera bergerak cepat atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulis Trump di platform Truth Social pada Minggu, yang semakin meningkatkan ketegangan di tengah mandeknya pembicaraan damai dan rapuhnya gencatan senjata.

    Seorang pria lanjut usia yang membawa poster buatan tangan menawarkan diri menerjemahkan tulisan berbahasa Persia di plakatnya.

    “Teknologi nuklir dan rudal sama pentingnya dengan perbatasan kami, jadi kami akan melindunginya,” bunyi tulisan itu.

    “Kami membutuhkan tenaga nuklir, energi bersih, bukan bom,” katanya, merujuk pada penolakan Iran menghentikan program nuklir kontroversialnya — syarat yang diajukan Trump untuk mengakhiri perang.

    “Trump tahu kami tidak memiliki bom, tetapi dia tetap menyerang kami,” tambahnya.

    Ketakutan Perang Baru Meningkat

    Di tengah rumor yang terus beredar dan meningkatnya ketakutan akan serangan AS-Israel dalam waktu dekat, banyak warga Iran mulai merasa bahwa perang kemungkinan besar akan kembali pecah.

    “Kami tahu perang ini belum selesai. Kami tahu Trump sebenarnya tidak ingin bernegosiasi,” kata Fatima, yang mengaku tumbuh besar di London dan Dubai.

    “Dia hanya akan berkata, ‘Lakukan apa yang saya perintahkan atau saya akan membunuh kalian.’ Dan kemudian dia akan menyerang kami bahkan jika kami menuruti keinginannya,” ujarnya.

    Aksi massa malam hari atau “night gatherings” telah berlangsung di berbagai wilayah Iran hampir setiap malam selama hampir tiga bulan sejak perang dimulai.

    Namun dalam beberapa hari terakhir muncul pemandangan yang lebih mengkhawatirkan: kios-kios senjata publik, tempat warga sipil diberi pelajaran dasar menggunakan senjata api — sebuah tanda bahwa otoritas Iran yang semakin keras mulai mempersiapkan masyarakat menghadapi konflik lanjutan.

    Di salah satu kios di Vanak Square, terlihat seorang perempuan mengenakan chador hitam sedang belajar menggunakan senapan serbu AK-47 dari seorang pria bertopeng berseragam militer yang mengajarinya membongkar dan merakit senjata.

    Tak jauh dari sana, seorang anak perempuan kecil bermain dengan senapan Kalashnikov tanpa peluru, mengarahkannya ke udara sebelum menarik pelatuk dan mengembalikannya kepada instruktur yang tersenyum.

    Senjata Ditampilkan di Televisi Nasional

    Seruan untuk bersiap angkat senjata juga terus digaungkan di televisi pemerintah Iran, dengan sejumlah presenter tampil sambil memegang senapan serbu.

    Seorang pembawa acara pria, Hossein Hosseini, di saluran pemerintah Ofogh bahkan menembakkan senjatanya ke langit-langit studio secara langsung setelah menerima pelatihan dari anggota bertopeng Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.

    Di kesempatan lain, presenter Channel-3 Mobina Nasiri tampil di depan pemirsa sambil menggenggam senapan serbu dengan kedua tangan.

    “Mereka mengirimkan senjata ini kepada saya dari Vanak Square agar saya juga, seperti kalian semua, bisa belajar menggunakannya,” katanya.

    Suara Perdamaian Masih Ada

    Namun tidak semua warga Iran mendukung perang.

    Tak jauh dari lokasi aksi di Tajrish Square, di sebuah taman tenang dekat Cinema Museum of Iran, warga terlihat menikmati suasana santai, membaca buku di kios terbuka, meminum teh, dan berjalan bergandengan tangan.

    “Tidak untuk perang,” kata seorang pria muda yang melintas.

    Duduk di bangku taman bersama suaminya, seorang profesor universitas yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan mereka sangat ingin Iran berubah.

    “Kami hanya ingin hidup di negara yang normal, tempat anak-anak kami punya masa depan,” katanya pelan dalam bahasa Inggris.

    “Kami ingin perdamaian,” ujar seorang perempuan muda lainnya, menunjukkan beragam pandangan yang hidup di tengah masyarakat Iran.

    Namun dengan suasana di Republik Islam Iran yang semakin tegang dan negara itu berada di ambang kemungkinan pecahnya kembali perang, suara-suara di luar narasi resmi pemerintah tampaknya mulai tenggelam.

    amerika iran perang persenjataan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin

    Related Posts

    Ekonomi & Pasar

    Trump Minta Taiwan Tak Cari Kemerdekaan, Tapi Benarkah Pulau Itu Ingin Lepas dari China?

    19/05/2026
    Hukum Kriminal

    Penembakan Brutal di Masjid San Diego: Tiga Jamaah Tewas, Dua Remaja Pelaku Bunuh Diri

    19/05/2026
    Bencana

    Demi Bertahan Hidup, Ayah-Ayah di Afghanistan Terpaksa Menjual Anak Mereka

    19/05/2026
    Hukum Kriminal

    Ukraina Lancarkan Serangan Drone Terbesar ke Moskow dalam Setahun, Tewaskan Sedikitnya Tiga Orang

    18/05/2026
    Bencana

    Dunia Bergerak Cepat Bendung Wabah Ebola Baru, AS Bersiap Evakuasi Warganya dari Afrika

    18/05/2026
    Ekonomi

    Mimpi Punya Rumah di China Mulai Goyah, Krisis Properti Bikin Generasi Muda Ragu Ambil KPR

    18/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Trump Minta Taiwan Tak Cari Kemerdekaan, Tapi Benarkah Pulau Itu Ingin Lepas dari China?

    19/05/2026

    Penembakan Brutal di Masjid San Diego: Tiga Jamaah Tewas, Dua Remaja Pelaku Bunuh Diri

    19/05/2026

    Demi Bertahan Hidup, Ayah-Ayah di Afghanistan Terpaksa Menjual Anak Mereka

    19/05/2026

    Ukraina Lancarkan Serangan Drone Terbesar ke Moskow dalam Setahun, Tewaskan Sedikitnya Tiga Orang

    18/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.