Presiden Donald Trump, bersama Partai Republik di Kongres, para pejabat pilihannya, dan sekutu lainnya, tengah berupaya menempatkan nama, gambar, serta identitas dirinya di berbagai fasilitas publik di Amerika Serikat.
Berbeda dengan praktik Trump selama ini yang menempelkan namanya pada properti pribadi, langkah terbaru ini menggunakan dana pembayar pajak. Upaya tersebut memicu kontroversi, tidak hanya karena Trump dikenal sebagai figur yang memecah belah dan tingkat popularitasnya saat ini relatif rendah, tetapi juga karena tradisi di AS biasanya hanya memberikan penghormatan semacam itu kepada tokoh yang telah wafat.
Penempatan citra presiden yang masih menjabat pada bangunan atau simbol negara lebih sering dikaitkan dengan monarki atau rezim otoriter.
Perlawanan Politik di Kongres
Partai Demokrat, yang menentang apa yang disebut sebagai “stempel Trump”, telah mengajukan rancangan undang-undang untuk melarang penggunaan nama Trump pada gedung federal atau mata uang. Namun, upaya tersebut diperkirakan akan mandek di Kongres. Di sisi lain, Partai Republik juga menghadapi hambatan untuk secara resmi menamai lebih banyak fasilitas dengan nama presiden.
Beberapa proyek bahkan belum resmi diberi nama, tetapi jika rencana pembangunan ballroom besar di Gedung Putih terwujud, banyak pihak memperkirakan Trump akan menganggapnya sebagai “Sayap Trump”. Hal serupa juga berlaku untuk rencana pembangunan lengkungan kemenangan di dekat Arlington National Cemetery.
Momentum peringatan 250 tahun kemerdekaan AS—yang dikenal sebagai “semiquincentennial”—menjadi pendorong utama berbagai upaya ini.
Dari Paspor hingga Mata Uang
Berikut sebagian langkah yang telah atau sedang direncanakan:
Paspor
Dokumen perjalanan resmi edisi khusus peringatan 250 tahun akan menampilkan gambar Trump di atas teks Deklarasi Kemerdekaan dan berseberangan dengan ilustrasi para pendiri bangsa.
Uang dolar
Untuk pertama kalinya, tanda tangan presiden yang masih hidup akan dicetak pada uang kertas AS. Biasanya, hanya tanda tangan Menteri Keuangan yang digunakan.
Koin emas
Komisi Seni Rupa yang dipilih Trump akan mencetak koin emas dengan wajahnya. Di satu sisi, Trump digambarkan serius di balik Resolute Desk; di sisi lain, seekor elang terbang.
Ada pula dorongan dari Partai Republik untuk menampilkan wajah Trump pada uang pecahan US$100 atau bahkan menciptakan pecahan US$250, meski terhambat aturan yang melarang penggunaan figur yang masih hidup.
Koin US$1 khusus
Departemen Keuangan juga berupaya menampilkan wajah Trump pada koin US$1 edisi khusus, meski hukum mengatur bahwa presiden baru dapat ditampilkan dua tahun setelah wafat.
Proyek dan Program Bernuansa Trump
Visa “Gold Card”
Program yang digambarkan Trump sebagai “green card versi super” ini menawarkan jalur cepat residensi AS seharga US$1 juta per orang. Meski ditargetkan menghasilkan US$1 triliun, hingga April baru satu orang yang memenuhi syarat.
Jet tempur F-47
Pesawat tempur generasi keenam yang dikembangkan Boeing akan diberi nama F-47—diduga merujuk pada posisi Trump sebagai presiden ke-47.
Kapal perang “Trump class”
Trump mengumumkan kelas kapal perang baru dengan namanya, meski belum jelas apakah kapal fisik nantinya benar-benar akan menyandang nama tersebut.
Situs obat resep TrumpRx
Pemerintah meluncurkan situs untuk menghubungkan pasien dengan produsen obat guna menekan harga, meski efektivitasnya belum terbukti.
Rekening investasi anak
Melalui undang-undang pajak 2025, pemerintah akan menyetor US$1.000 ke rekening investasi bayi baru lahir—program ini secara resmi menyandang nama Trump.
Tiket taman nasional
Kartu tahunan taman nasional akan menampilkan gambar Trump, menggantikan sebagian lanskap taman, yang memicu gugatan dari kelompok lingkungan.
Perubahan Nama dan Simbol Publik
Di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, nama Trump ditambahkan sebelum nama Presiden John F. Kennedy di dinding gedung, meski belum diatur dalam undang-undang.
Hal serupa terjadi pada United States Institute of Peace, yang namanya diubah secara sepihak oleh pemerintahan Trump.
Selain itu, spanduk besar bergambar Trump dipasang di berbagai gedung federal di Washington, termasuk Departemen Kehakiman—langkah yang oleh sebagian kritikus dianggap menyerupai propaganda rezim otoriter.
Dari Bandara hingga Patung Emas
Di Florida, bandara dekat resor Mar-a-Lago milik Trump disetujui untuk diubah namanya menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump, lengkap dengan rencana perubahan kode bandara.
Pendukung Trump juga mendanai patung emas dirinya yang dipamerkan di lapangan golf miliknya di Doral.
Sementara itu, National Park Service sempat mengizinkan pemasangan patung sementara yang menampilkan Trump bersama pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal, Jeffrey Epstein, sebagai bentuk ekspresi kebebasan berpendapat.
Tidak Semua Upaya Berhasil
Tidak semua rencana Trump berjalan mulus. Upaya mengganti nama Penn Station di New York dan Bandara Dulles di Virginia dengan namanya ditolak oleh Partai Demokrat. Seorang hakim federal kemudian memerintahkan pencairan dana proyek yang sempat ditahan sebagai bagian dari negosiasi tersebut.
Langkah-langkah untuk “mencap” nama Trump di berbagai aspek kehidupan publik ini terus menuai perdebatan sengit—antara pendukung yang melihatnya sebagai bentuk penghormatan, dan kritikus yang menilai hal tersebut melampaui batas tradisi demokrasi Amerika.
