Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Pemimpin Sekte Kiamat di Kenya Divonis Bersalah atas Pembunuhan 191 Orang, Mayoritas Anak-anak

    20/10/2026

    Kerusuhan di Albania Memasuki Hari Ketujuh, Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Edi Rama Mundur

    20/10/2026

    Kritikus Presiden Rwanda Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Uganda, Keluarga Khawatir soal Keamanan

    20/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pemimpin Sekte Kiamat di Kenya Divonis Bersalah atas Pembunuhan 191 Orang, Mayoritas Anak-anak

      20/10/2026

      Kerusuhan di Albania Memasuki Hari Ketujuh, Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Edi Rama Mundur

      20/10/2026

      Kritikus Presiden Rwanda Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Uganda, Keluarga Khawatir soal Keamanan

      20/10/2026

      Misi Antariksa Jepang Menuju Phobos, Bulan Mars, untuk Membawa Sampel Debu ke Bumi

      20/10/2026

      Ancaman terhadap Politisi Australia Meningkat, Anggota Parlemen Ditabrak Mobil hingga Luka Parah

      20/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Misi Antariksa Jepang Menuju Phobos, Bulan Mars, untuk Membawa Sampel Debu ke Bumi

      20/10/2026

      Ekspor Teknologi AI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi China, Konsumsi Domestik Masih Lemah

      19/10/2026

      Australia Siapkan Tombol untuk Mematikan Algoritma Media Sosial demi Lindungi Kesehatan Mental

      17/10/2026

      Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pekerja Migran Sri Lanka akibat Komentar di Facebook

      15/10/2026

      Musk Sebut Pemerintah AS Berpotensi Batasi Kecepatan Drone Ukraina melalui Starlink

      15/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Kritikus Presiden Rwanda Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Uganda, Keluarga Khawatir soal Keamanan
    Hukum Kriminal

    Kritikus Presiden Rwanda Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Uganda, Keluarga Khawatir soal Keamanan

    joveBy jove20/10/2026No Comments2 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Robert Kabera, mantan sersan mayor Angkatan Darat Rwanda yang dikenal vokal mengkritik Presiden Paul Kagame, ditemukan tewas tanpa kepala di negara tetangga, Uganda.

    Kabera, 50 tahun, meninggalkan Rwanda setelah dituduh melakukan pelecehan seksual, tuduhan yang ia bantah. Ia kemudian mencari suaka di Uganda karena mengaku mengalami persekusi politik.

    Juru bicara Kepolisian Uganda, Kituuma Rusoke, mengatakan pada Senin bahwa kepala Kabera belum ditemukan. Jenazahnya ditemukan warga setempat di pinggiran Kampala selama akhir pekan.

    Pemerintah Rwanda belum memberikan komentar terbuka mengenai pembunuhan tersebut. Sejumlah pengkritik Kagame sebelumnya juga dilaporkan tewas, baik di Rwanda maupun di luar negeri.

    Istri Kabera, Jeanne d’Arc Rwigema Uwizeye, mengatakan melalui pesan tertulis bahwa dirinya kini mengkhawatirkan keselamatan keluarganya.

    “Ini menakutkan. Saya merasa seperti kehilangan akal. Anak-anak dan saya tidak memiliki perlindungan,” katanya.

    Menurut keluarga, Kabera sempat pergi untuk memeriksa sebuah lokasi pembangunan yang berjarak sekitar 45 kilometer dari Kampala sebelum meninggal dunia.

    Kabera dikenal publik sebagai musisi dan kreator YouTube. Kanalnya memiliki lebih dari 144.000 pelanggan dan memuat lebih dari 800 video, banyak di antaranya berisi kritik terhadap Kagame dan pemerintahannya.

    Menanggapi kabar pembunuhan tersebut, kelompok oposisi Rwanda yang beroperasi di pengasingan, Rwanda National Congress (RNC), mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

    Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, RNC mengatakan, “Hari ini, keluarganya berduka, suaranya telah dibungkam, dan warga Rwanda di pengasingan menghadapi pertanyaan yang menakutkan: di mana kami bisa merasa aman?”

    Kematian Kabera menambah kekhawatiran mengenai keselamatan para pembangkang Rwanda yang tinggal di pengasingan.

    Pada 2014, Patrick Karegeya, mantan kepala intelijen Rwanda yang turut mendirikan RNC, ditemukan tewas di kamar hotelnya di Johannesburg, Afrika Selatan.

    Karegeya berselisih dengan Presiden Paul Kagame dan pernah dua kali ditangkap. Ia menjalani hukuman penjara selama 18 bulan atas tuduhan pembangkangan dan desersi sebelum melarikan diri ke Afrika Selatan pada 2007. Di negara tersebut, ia kemudian menjadi pengkritik vokal pemerintah Rwanda.

    Setelah kematian Karegeya, Kagame melontarkan pernyataan yang secara luas dipandang sebagai peringatan bagi para pengkritik pemerintah lainnya.

    “Siapa pun yang masih hidup dan mungkin merencanakan sesuatu untuk melawan Rwanda, siapa pun mereka, akan menanggung akibatnya. Siapa pun orangnya, hanya masalah waktu,” kata Kagame.

    Pada 2019, otoritas Afrika Selatan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap dua warga Rwanda yang dituduh membunuh Karegeya.

    afrika kritik politik uganda
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Budaya

    Pemimpin Sekte Kiamat di Kenya Divonis Bersalah atas Pembunuhan 191 Orang, Mayoritas Anak-anak

    20/10/2026
    Lain Lain

    Kerusuhan di Albania Memasuki Hari Ketujuh, Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Edi Rama Mundur

    20/10/2026
    Budaya

    Misi Antariksa Jepang Menuju Phobos, Bulan Mars, untuk Membawa Sampel Debu ke Bumi

    20/10/2026
    Hiburan

    Ancaman terhadap Politisi Australia Meningkat, Anggota Parlemen Ditabrak Mobil hingga Luka Parah

    20/10/2026
    Budaya

    Prancis Berlakukan Jam Malam di Paris dan Sejumlah Kota Usai Kerusuhan Meluas

    20/10/2026
    Ekonomi

    Trump Sebut Penangguhan Sanksi Rusia Bertujuan Menjaga Negosiasi Perdamaian

    19/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Pemimpin Sekte Kiamat di Kenya Divonis Bersalah atas Pembunuhan 191 Orang, Mayoritas Anak-anak

    20/10/2026

    Kerusuhan di Albania Memasuki Hari Ketujuh, Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Edi Rama Mundur

    20/10/2026

    Kritikus Presiden Rwanda Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Uganda, Keluarga Khawatir soal Keamanan

    20/10/2026

    Misi Antariksa Jepang Menuju Phobos, Bulan Mars, untuk Membawa Sampel Debu ke Bumi

    20/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.