Seorang aktris asal Inggris, Emaa Hussen, yang pernah tampil dalam spin-off EastEnders dan film Jason Statham, didakwa atas dugaan upaya menyelundupkan 320 kilogram metamfetamina ke Australia dari Afrika Barat.
Hussen, 34 tahun, hadir di pengadilan Sydney pada Kamis setelah didakwa mencoba mengimpor methamphetamine dalam jumlah komersial ke Australia. Ia terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Polisi menuduh Hussen, bersama sepasang suami istri dari Australia Selatan, berusaha memasukkan sabu yang disembunyikan dalam kantong-kantong arang di dalam kontainer pengiriman dari Ghana. Narkoba tersebut diperkirakan memiliki nilai pasar sekitar 296 juta dolar Australia (208 juta dolar AS; 157 juta pound sterling).
Dalam putusan pengadilan sebelumnya, Hussen ditolak permohonan jaminan dan dijadwalkan kembali menjalani sidang pada Agustus.
Hussen diketahui memerankan karakter Naz dalam spin-off EastEnders E20 yang pertama kali tayang pada 2010. Ia juga tampil dalam film aksi 2013 milik Jason Statham berjudul Hummingbird, yang dirilis di Amerika Serikat dengan judul Redemption.
Kepolisian Australia memulai penyelidikan pada April setelah otoritas perbatasan mendeteksi kejanggalan pada dua kontainer yang tiba di Pelabuhan Botany, Sydney, dari Ghana.
Otoritas menemukan “zat kristal putih” setelah melakukan pemindaian X-ray terhadap isi kontainer yang tercatat sebagai muatan kantong arang. Pengujian lebih lanjut memastikan bahwa zat tersebut adalah metamfetamina.
Polisi menyita narkoba tersebut dari pengiriman sebelum kontainer dikirim ke fasilitas penyimpanan di Girraween, wilayah barat Sydney.
Pihak kepolisian menuduh Hussen kemudian mendatangi fasilitas tersebut dan mengawasi sejumlah pria yang membongkar kontainer. Mereka kemudian memindahkan beberapa karung ke mobil sebelum mengemudi menuju sebuah rumah di Blacktown, tempat Hussen kemudian ditangkap.
Polisi juga menyita perangkat elektronik serta sebuah buku catatan dalam penggerebekan tersebut.
Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi turut menangkap dan mendakwa seorang perempuan berusia 30 tahun dan seorang pria berusia 32 tahun di Adelaide, Australia Selatan, atas dugaan penggunaan identitas palsu untuk menyewa unit penyimpanan di Sydney tempat narkoba tersebut dikirim.
“Penyitaan narkoba ini, dengan nilai jalanan diperkirakan 296 juta dolar Australia, telah mencegah sekitar 3,2 juta transaksi beredar di jalanan Australia,” kata Det Acting Supt Trevor Robinson dari Kepolisian Federal Australia.
Sementara itu, Supt Jared Leighton dari Australian Border Force memuji kerja petugasnya.
“Sindikat kriminal akan melakukan berbagai cara untuk menyamarkan narkoba ilegal, termasuk menyembunyikannya dalam barang sehari-hari seperti arang, tetapi petugas kami yang sangat terlatih mampu melihat melalui upaya tersebut,” ujarnya.
