Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Serangan Drone di Sudan Tewaskan Lebih dari 300 Orang, Termasuk Pelayat dan Pedagang

    21/10/2026

    Kerusuhan di Prancis Picu Saling Tuding Politik, Siapa yang Diuntungkan Menjelang Pemilu?

    21/10/2026

    Pemilih Pemula Israel Kian Condong ke Kanan Jauh, Ben-Gvir Raup Dukungan Generasi Muda

    21/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Serangan Drone di Sudan Tewaskan Lebih dari 300 Orang, Termasuk Pelayat dan Pedagang

      21/10/2026

      Kerusuhan di Prancis Picu Saling Tuding Politik, Siapa yang Diuntungkan Menjelang Pemilu?

      21/10/2026

      Pemilih Pemula Israel Kian Condong ke Kanan Jauh, Ben-Gvir Raup Dukungan Generasi Muda

      21/10/2026

      Kalimantan Dilanda Kebakaran, Jutaan Warga Terpapar Kabut Asap Beracun di Asia Tenggara

      21/10/2026

      Foto Terbaru Kim Jong Un Muncul, Mengapa Rumor Kematiannya Terus Berulang?

      21/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Misi Antariksa Jepang Menuju Phobos, Bulan Mars, untuk Membawa Sampel Debu ke Bumi

      20/10/2026

      Ekspor Teknologi AI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi China, Konsumsi Domestik Masih Lemah

      19/10/2026

      Australia Siapkan Tombol untuk Mematikan Algoritma Media Sosial demi Lindungi Kesehatan Mental

      17/10/2026

      Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pekerja Migran Sri Lanka akibat Komentar di Facebook

      15/10/2026

      Musk Sebut Pemerintah AS Berpotensi Batasi Kecepatan Drone Ukraina melalui Starlink

      15/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Foto Terbaru Kim Jong Un Muncul, Mengapa Rumor Kematiannya Terus Berulang?
    Hiburan

    Foto Terbaru Kim Jong Un Muncul, Mengapa Rumor Kematiannya Terus Berulang?

    joveBy jove21/10/2026No Comments5 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kim Jong Un muncul di media pemerintah Korea Utara dengan kondisi yang terlihat sangat sehat, meskipun sebelumnya beredar rumor bahwa ia meninggal akibat pendarahan otak.

    Foto-foto yang diterbitkan surat kabar pemerintah, Rodong Sinmun, memperlihatkan pemimpin Korea Utara berusia 42 tahun itu mengunjungi sebuah pameran pakaian dan alas kaki bersama putrinya.

    Foto-foto tersebut muncul beberapa jam setelah seorang pembangkang China yang tinggal di Amerika Serikat mengklaim tanpa bukti bahwa Kim mengalami koma saat dirawat di rumah sakit di Beijing dan telah meninggal dunia.

    Bagi mereka yang mengikuti perkembangan Korea Utara secara saksama, rumor semacam ini nyaris menjadi hal yang rutin.

    Sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia, Korea Utara menyulitkan pihak luar untuk memverifikasi berbagai fakta. Kondisi ini menciptakan ruang yang luas bagi spekulasi.

    Klaim terbaru tersebut berasal dari Wanjun Xie, yang mengidentifikasi dirinya sebagai ketua Partai Demokratik China, sebuah kelompok yang dilarang oleh otoritas China. Ia sebelumnya juga pernah menyebarkan klaim yang belum terverifikasi, termasuk spekulasi mengenai kematian pemimpin China, Xi Jinping.

    Xie mengeklaim Kim mengalami pendarahan otak parah dan dipindahkan ke Beijing karena Korea Utara tidak memiliki fasilitas medis yang memadai untuk menanganinya.

    Ia menyebut Kim kemudian meninggal dunia dan jenazahnya diam-diam dipulangkan ke Korea Utara, sementara rezim tersebut berusaha menyembunyikan kematiannya.

    Namun, foto-foto yang dirilis justru memperlihatkan hal berbeda.

    Kim terlihat mengamati berbagai produk yang dipamerkan, didampingi Kim Ju Ae dan rombongan pejabat yang biasa menyertainya.

    Meski tidak ada cara untuk memastikan secara tepat kapan foto-foto tersebut diambil, terdapat alasan lain untuk meragukan klaim itu. Kemunduran kondisi kesehatan Kim secara mendadak kemungkinan akan memunculkan sejumlah tanda di luar perbatasan Korea Utara.

    China dapat memperketat keamanan di sepanjang perbatasannya untuk mengantisipasi ketidakstabilan atau kemungkinan masuknya pengungsi. Aktivitas di sekitar perwakilan diplomatik Korea Utara juga mungkin meningkat. Para pembelot Korea Utara yang berada di Korea Selatan kerap memperoleh informasi melalui jaringan informal di sepanjang perbatasan China. Namun, tidak satu pun dari tanda-tanda tersebut terlihat.

    Sementara itu, pejabat intelijen Korea Selatan mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa mereka tidak menerima informasi apa pun yang mendukung laporan tersebut.

    Rumor ini juga mengingatkan pada sejumlah kabar keliru yang pernah beredar sebelumnya.

    Pada 2020, seorang pembelot Korea Utara yang cukup dikenal mengaku “99 persen yakin” Kim telah meninggal setelah menjalani operasi kardiovaskular. Tidak lama kemudian, Kim muncul di hadapan publik dan klaim tersebut terbukti tidak berdasar.

    Lantas, mengapa rumor semacam ini terus berulang? Alasan pertama berkaitan dengan suksesi kepemimpinan.

    Korea Utara telah diperintah oleh keluarga Kim selama tiga generasi. Namun, situasi setelah Kim Jong Un tidak sejelas yang pernah terjadi pada para pendahulunya.

    Kim Il Sung menghabiskan puluhan tahun untuk mempersiapkan putranya, Kim Jong Il, sebagai penerus kekuasaan. Ketika Kim Il Sung meninggal pada 1994, rencana suksesi telah disusun dengan matang. Peralihan kekuasaan kepada Kim Jong Il pun berlangsung relatif lancar.

    Kenaikan Kim Jong Un ke tampuk kekuasaan berlangsung lebih cepat dan penuh ketidakpastian. Setelah Kim Jong Il mengalami stroke pada 2008, putra bungsunya itu dengan cepat dipromosikan ke berbagai posisi dalam struktur kekuasaan. Ketika ayahnya meninggal pada 2011, ia sudah diperkenalkan secara terbuka sebagai calon pemimpin berikutnya.

    Meski demikian, Kim Jong Un membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengonsolidasikan kekuasaannya, menyingkirkan para pesaing, dan menghilangkan pihak-pihak yang dianggap sebagai ancaman.

    Saat ini, badan intelijen Korea Selatan meyakini Kim mungkin sedang mempersiapkan putrinya sebagai penerus. Sang putri semakin sering terlihat mendampingi ayahnya dalam acara-acara penting dan peragaan militer.

    Namun, usianya diperkirakan baru 13 tahun. Korea Utara belum pernah dipimpin oleh seorang perempuan, dan ia juga belum secara resmi ditetapkan sebagai ahli waris kekuasaan. Usianya yang masih muda turut membuatnya rentan dalam perebutan kekuasaan.

    Seluruh ketidakpastian ini membantu menjelaskan mengapa rumor mengenai kondisi kesehatan Kim menarik perhatian begitu besar.

    Alasan kedua adalah rumor tersebut bukan sepenuhnya mustahil terjadi.

    Kim diketahui memiliki berat badan berlebih dan merupakan perokok berat. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan berulang kali memperingatkan bahwa gaya hidupnya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Masalah jantung dan stroke juga memiliki riwayat dalam keluarga Kim.

    Jika sesuatu terjadi pada Kim, dampaknya akan sangat besar bagi negara-negara tetangga dan masyarakat internasional yang lebih luas. Krisis kepemimpinan yang terjadi secara mendadak akan memunculkan pertanyaan sulit mengenai kendali atas senjata nuklir Korea Utara serta kemungkinan terjadinya ketidakstabilan politik.

    Apakah perebutan kekuasaan akan mendorong kelompok garis keras mengambil tindakan agresif? Mungkinkah gejolak politik memicu krisis pengungsi di sepanjang perbatasan China? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak hanya menjadi perhatian Beijing dan Seoul, tetapi juga Washington, yang menempatkan sekitar 28.000 personel militernya di Korea Selatan.

    Badan-badan intelijen memantau Kim Jong Un secara ketat agar mereka siap menghadapi segala kemungkinan.

    Karena Korea Utara masih menjadi negara yang sangat tertutup dari sisi informasi, negara tersebut juga mudah menjadi sasaran laporan palsu. Hanya segelintir orang yang memiliki akses rutin kepada pemimpinnya. Bahkan badan intelijen pun kesulitan memperoleh informasi yang dapat diandalkan. Sebagian besar informasi yang muncul disertai catatan kehati-hatian, dengan status belum terverifikasi atau sangat mungkin benar, bukan sebagai fakta yang telah dipastikan.

    Rezim Korea Utara sendiri juga dicurigai sengaja menciptakan kebingungan dengan membocorkan informasi yang menyesatkan untuk menyamarkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam negeri.

    Karena itu, sulit untuk memercayai bahwa Wanjun Xie tiba-tiba berhasil mendapatkan informasi sepenting itu, sementara informasi tersebut luput dari pihak-pihak yang memang bertugas memantau perkembangan di Korea Utara.

    Ia mungkin sekadar ingin menarik perhatian. Kemungkinan lainnya, ia ingin mempermalukan Beijing dengan menyoroti hubungannya dengan Pyongyang, meskipun hubungan kedua negara tersebut sudah dikenal luas oleh dunia internasional.

    Apa pun motifnya, Xie bukan orang pertama yang memanfaatkan ketidakpastian seputar kepemimpinan Korea Utara.

    kim jong un korea korut politik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Serangan Drone di Sudan Tewaskan Lebih dari 300 Orang, Termasuk Pelayat dan Pedagang

    21/10/2026
    Budaya

    Kerusuhan di Prancis Picu Saling Tuding Politik, Siapa yang Diuntungkan Menjelang Pemilu?

    21/10/2026
    Budaya

    Pemilih Pemula Israel Kian Condong ke Kanan Jauh, Ben-Gvir Raup Dukungan Generasi Muda

    21/10/2026
    Bencana

    Kalimantan Dilanda Kebakaran, Jutaan Warga Terpapar Kabut Asap Beracun di Asia Tenggara

    21/10/2026
    Bisnis

    Trump Mulai Membuka Peluang Bisnis dengan Myanmar, Akankah AS Mengubah Sikap terhadap Junta Militer?

    21/10/2026
    Budaya

    Pemimpin Sekte Kiamat di Kenya Divonis Bersalah atas Pembunuhan 191 Orang, Mayoritas Anak-anak

    20/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Serangan Drone di Sudan Tewaskan Lebih dari 300 Orang, Termasuk Pelayat dan Pedagang

    21/10/2026

    Kerusuhan di Prancis Picu Saling Tuding Politik, Siapa yang Diuntungkan Menjelang Pemilu?

    21/10/2026

    Pemilih Pemula Israel Kian Condong ke Kanan Jauh, Ben-Gvir Raup Dukungan Generasi Muda

    21/10/2026

    Kalimantan Dilanda Kebakaran, Jutaan Warga Terpapar Kabut Asap Beracun di Asia Tenggara

    21/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.