Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Sumut) menetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan pada 16-21 Oktober 2026. Kebijakan ini dikeluarkan menyusul instruksi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketentuan tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor 400.3/106/DISDIK/X/2026 yang diterbitkan pada 15 Oktober 2026. Surat itu ditujukan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota serta cabang Dinas Pendidikan Sumut.
Dalam surat edaran tersebut, pembelajaran jarak jauh diberlakukan secara menyeluruh bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB dan jenjang sederajat, selama periode 16-21 Oktober 2026.
Pihak sekolah juga diminta mengimbau orang tua atau wali murid untuk memastikan anak-anak mengikuti kegiatan belajar dari rumah sekaligus membatasi aktivitas mereka di luar ruangan. Proses pembelajaran dilakukan melalui platform digital atau media komunikasi lain yang ditetapkan masing-masing sekolah.
Sebelumnya, kabut asap akibat karhutla telah menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Bobby meminta sekolah menerapkan PJJ apabila kabut asap masih tebal.
Bobby menyampaikan instruksi itu saat berada di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, pada Kamis (15/10/2026). Ia mengatakan sejumlah daerah telah lebih dahulu menjalankan pembelajaran dari rumah karena kondisi kabut asap yang mengganggu.
Ia kemudian meminta sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB mulai menerapkan PJJ pada Jumat (16/10/2026), selama kondisi udara belum membaik.
Bobby menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan belajar mengajar diliburkan, melainkan dipindahkan ke rumah untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa.
Selain itu, Bobby meminta para kepala daerah di Sumut memberlakukan kebijakan serupa bagi peserta didik tingkat TK hingga SMP. Ia berencana menyampaikan permintaan tersebut secara resmi kepada para kepala daerah.
Menurut Bobby, kabut asap berisiko mengganggu kesehatan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan warga lanjut usia. Karena itu, ia mendorong agar siswa sekolah dasar juga mengikuti pembelajaran jarak jauh jika kondisi memungkinkan.
Bobby turut mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Sumatera Utara. Warga yang harus beraktivitas di luar, khususnya menggunakan sepeda motor, diminta mengenakan masker sebagai langkah perlindungan.
Ia juga menyarankan masyarakat menunda kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak hingga kondisi udara membaik.
