Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Pekanbaru dan Jambi Masuk 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

    16/10/2026

    Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Timor-Leste Tutup dan Kualitas Udara Singapura Menurun

    16/10/2026

    Puluhan Ribu Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

    16/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pekanbaru dan Jambi Masuk 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

      16/10/2026

      Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Timor-Leste Tutup dan Kualitas Udara Singapura Menurun

      16/10/2026

      Puluhan Ribu Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

      16/10/2026

      Perempuan Australia Didakwa Meracuni Kari Rekan Kerja dengan Racun Siput

      16/10/2026

      Seluruh Sekolah di Sumut Terapkan PJJ hingga 21 Oktober akibat Kabut Asap Karhutla

      16/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pekerja Migran Sri Lanka akibat Komentar di Facebook

      15/10/2026

      Musk Sebut Pemerintah AS Berpotensi Batasi Kecepatan Drone Ukraina melalui Starlink

      15/10/2026

      Mantan Insinyur OpenAI Didakwa Tanam Alat Perekam Tersembunyi di Kantor Perusahaan

      14/10/2026

      Polisi Jerman Sita Robot yang Diduga Meraba Bokong Remaja Perempuan

      14/10/2026

      Raup Rp2,3 Miliar Setahun dari Video Viral, Anak Muda Ini Cukup Bermodal Ponsel dan Internet

      13/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Bencana»Atap Sekolah Ambruk di Pakistan, 34 Orang Termasuk 33 Siswa Tewas
    Bencana

    Atap Sekolah Ambruk di Pakistan, 34 Orang Termasuk 33 Siswa Tewas

    joveBy jove16/10/2026No Comments3 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sedikitnya 33 siswa dan seorang guru tewas setelah atap sebuah sekolah runtuh di Peshawar, Pakistan barat laut, menurut keterangan pejabat rumah sakit.

    Lebih dari selusin orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

    Petugas penyelamat dikerahkan ke sekolah swasta Al-Khair di kawasan Dir Colony pada Kamis pukul 08.48 waktu setempat (03.48 GMT), setelah kegiatan belajar mengajar dimulai, kata pejabat penyelamat Bilal Faizi.

    Faizi mengatakan atap ruang kelas di lantai atas ambruk. Reruntuhan tersebut menyebabkan langit-langit ruang kelas di bawahnya ikut runtuh dan membuat sejumlah anak terjebak di bawah puing-puing bangunan.

    Kepala Kepolisian Peshawar, Mian Saeed, mengumumkan penangkapan pemilik sekolah tersebut dan berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap peraturan bangunan.

    Peringatan: Artikel ini memuat detail yang dapat mengganggu pembaca.

    Seorang guru bahasa Inggris dari sekolah terdekat mengatakan dirinya langsung bergegas ke lokasi bersama warga setempat setelah mendengar sirene dan suara ambulans.

    Bersama-sama, mereka berhasil mengeluarkan lebih dari 20 anak dari reruntuhan, katanya.

    “Saya sendiri mengeluarkan enam anak dengan tangan saya. Sebagian besar masih hidup dan bisa berbicara. Namun, belakangan diketahui bahwa mereka telah meninggal dunia,” ujarnya.

    “Ada banyak darah,” katanya. “Seorang anak mengatakan bahwa dia sangat kesakitan. Lidahnya sudah kering di dalam mulut dan dia meminta air.”

    Sohail, warga setempat lainnya, mengatakan bahwa ia dan sejumlah orang berusaha mengeluarkan anak-anak yang terjebak di bawah reruntuhan menggunakan sekop.

    Menurut pejabat layanan darurat Arif Khattak, bangunan sekolah tersebut didirikan sebagai bangunan sementara.

    Laporan awal menyebutkan ruang kelas yang hancur berada di bagian bangunan berlantai dua. Namun, Kepala Kepolisian Peshawar Mian Saeed kemudian mengonfirmasi bahwa ruang kelas di tiga lantai bangunan tersebut ikut runtuh.

    Menurut Saeed, terdapat sekitar 30 siswa di ruang kelas lantai paling atas, 40 siswa di lantai tengah, dan 45 siswa di lantai dasar.

    Diduga, ketika atap ruang kelas di lantai paling atas ambruk, puing-puingnya jatuh menembus ruang kelas di bawahnya sehingga menyebabkan langit-langit di lantai tersebut turut runtuh.

    Saeed mengatakan seluruh bangunan memiliki struktur yang kelebihan beban dan menggunakan pelat atap berkualitas di bawah standar. Kondisi tersebut membuat bangunan tidak mampu menahan beban yang seharusnya dapat ditopangnya.

    Lokasi sekolah berada di jalan yang sangat sempit. Kondisi ini menyulitkan petugas penyelamat mencapai lokasi kejadian dan mengevakuasi korban luka ke rumah sakit.

    Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar melaporkan 32 siswa dan seorang guru meninggal dunia. Sementara itu, Rumah Sakit Memorial Naseerullah Khan Babar melaporkan satu siswa tewas.

    Kepala kepolisian memperingatkan bahwa bangunan tersebut masih berada dalam kondisi yang sangat berbahaya dan meminta masyarakat menjauh dari lokasi.

    Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Faisal Karim Kundi, memerintahkan pemeriksaan keselamatan terhadap seluruh sekolah di provinsi tersebut untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan langkah-langkah perbaikan segera dilakukan jika diperlukan.

    “Kita tidak boleh membiarkan keselamatan anak-anak kita terancam,” katanya.

    Anggota keluarga korban yang marah menuduh pihak sekolah mengabaikan masalah keselamatan. Mohammad Zaman, yang kehilangan dua keponakannya dalam tragedi tersebut, meminta pihak yang bertanggung jawab mendapat hukuman tegas.

    “Jadikan mereka contoh, sebagai pelajaran bagi semua orang,” katanya kepada kantor berita Reuters.

    Pada Juni lalu, 14 anak meninggal dunia setelah atap sebuah pusat les privat di dekat Lahore ambruk.

    Sementara itu, pada Agustus, 14 bayi baru lahir tewas akibat kebakaran yang melanda unit perawatan neonatal di sebuah rumah sakit di ibu kota Islamabad. Hasil penyelidikan menemukan bahwa fasilitas tersebut tidak dilengkapi alarm kebakaran dan sistem penyiram air otomatis.

    bencana kematian pakistan peristiwa sekolah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bencana

    Pekanbaru dan Jambi Masuk 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

    16/10/2026
    Bencana

    Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Timor-Leste Tutup dan Kualitas Udara Singapura Menurun

    16/10/2026
    Bencana

    Puluhan Ribu Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

    16/10/2026
    Hukum Kriminal

    Perempuan Australia Didakwa Meracuni Kari Rekan Kerja dengan Racun Siput

    16/10/2026
    Bencana

    Seluruh Sekolah di Sumut Terapkan PJJ hingga 21 Oktober akibat Kabut Asap Karhutla

    16/10/2026
    Budaya

    Demonstrasi Pelajar Mengguncang Prancis, Benarkah Ada Kepentingan Politik Jelang Pilpres 2027?

    16/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Pekanbaru dan Jambi Masuk 10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

    16/10/2026

    Karhutla Indonesia Memburuk, Sekolah di Timor-Leste Tutup dan Kualitas Udara Singapura Menurun

    16/10/2026

    Puluhan Ribu Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

    16/10/2026

    Perempuan Australia Didakwa Meracuni Kari Rekan Kerja dengan Racun Siput

    16/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.