Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Peternak AS Terhimpit Kenaikan Biaya dan Kebijakan Trump, Loyalitas Politik Mulai Goyah

    12/10/2026

    Gejala Kanker pada Anak Kerap Tak Disadari, Orang Tua Perlu Mengenali Tanda-Tanda Ini

    12/10/2026

    Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Djibouti, 139 Orang Tewas Termasuk 15 Anak

    12/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Peternak AS Terhimpit Kenaikan Biaya dan Kebijakan Trump, Loyalitas Politik Mulai Goyah

      12/10/2026

      Gejala Kanker pada Anak Kerap Tak Disadari, Orang Tua Perlu Mengenali Tanda-Tanda Ini

      12/10/2026

      Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Djibouti, 139 Orang Tewas Termasuk 15 Anak

      12/10/2026

      Serangan Udara di Perbatasan Sudan-Mesir Tewaskan 72 Pencari Emas, Kelompok HAM Sebut Dugaan Kejahatan Perang

      12/10/2026

      Rencana Trump Impor Diesel dari Rusia Picu Kecaman, Dinilai Bisa Membantu Membiayai Perang Putin

      12/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Paramount Resmi Ambil Alih Warner Bros dalam Merger Hollywood Senilai US$110 Miliar

      07/10/2026

      Ilmuwan Temukan Kandidat Planet Generasi Kedua yang Diduga Lahir dari Sisa Bintang Mati

      06/10/2026

      Trump Bentuk “Super Intelligence Force” untuk Mengawasi Kebijakan AI AS

      05/10/2026

      AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Pangkalan RAF Fairford di Inggris

      05/10/2026

      OpenAI Pecat Tiga Peneliti karena Diduga Salah Menangani Informasi Sensitif

      02/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Bisnis»Serangan Udara di Perbatasan Sudan-Mesir Tewaskan 72 Pencari Emas, Kelompok HAM Sebut Dugaan Kejahatan Perang
    Bisnis

    Serangan Udara di Perbatasan Sudan-Mesir Tewaskan 72 Pencari Emas, Kelompok HAM Sebut Dugaan Kejahatan Perang

    joveBy jove12/10/2026No Comments3 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sedikitnya 72 warga sipil yang sedang mencari emas di wilayah perbatasan Sudan tewas akibat serangan udara, menurut kelompok hak asasi manusia regional.

    Emergency Lawyers, organisasi yang berbasis di ibu kota Sudan, Khartoum, mengatakan pesawat tempur menyerang para penambang emas tradisional di lokasi penambangan populer di negara bagian Sungai Nil, Sudan, pada Sabtu.

    Pemerintah Mesir maupun otoritas de facto Sudan sejauh ini belum memberikan komentar.

    Mesir sebelumnya menghadapi tuduhan melancarkan serangan mematikan terhadap para pencari emas sebagai bagian dari upaya memberantas aktivitas ilegal di sepanjang perbatasan selatan negara itu.

    Emergency Lawyers menyinggung dugaan serangan sebelumnya dan menyatakan bahwa insiden tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah Sudan, tetapi juga menunjukkan lemahnya kendali pemerintah atas kawasan tersebut.

    “Penargetan yang disengaja terhadap warga sipil yang tidak bersenjata melanggar hukum humaniter internasional dan hak untuk hidup,” kata organisasi itu dalam pernyataan pada Minggu. “Tindakan-tindakan ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.”

    Organisasi tersebut menegaskan bahwa jumlah korban tewas yang dilaporkan masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah.

    Media Sudan Tribune yang berbasis di Paris melaporkan bahwa jumlah korban tewas mungkin jauh melampaui angka yang disampaikan Emergency Lawyers. Laporan itu mengutip seorang penyintas serangan pada Sabtu yang mengatakan bahwa jauh lebih banyak orang mengalami luka-luka.

    Menurut surat kabar tersebut, para saksi mata mengatakan serangan dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 09.00 WIB. Pesawat-pesawat itu dilaporkan menembakkan lebih dari lima rudal langsung ke kamp-kamp para penambang, menghancurkan tempat tinggal sementara dan lubang-lubang galian ketika orang-orang masih berada di dalamnya.

    Sudan Tribune sebelumnya melaporkan tuduhan pada Juni bahwa pasukan Mesir menggunakan pesawat nirawak dan artileri untuk menyerang lokasi penambangan emas tradisional di wilayah yang sama. Serangan itu dilaporkan menewaskan beberapa orang.

    Insiden tersebut terjadi setelah sejumlah kejadian terpisah ketika penjaga perbatasan Mesir membakar peralatan dan tempat penampungan sementara serta melepaskan tembakan dengan peluru tajam untuk membubarkan para pekerja tambang.

    Beberapa hari kemudian, badan penjaga perbatasan Mesir mengumumkan bahwa pihaknya bersama militer telah memulai operasi keamanan besar-besaran di sepanjang perbatasan. Operasi tersebut bertujuan mencegah migrasi ilegal, penyelundupan narkoba, dan penambangan tanpa izin.

    Pada saat yang sama, pemimpin de facto Sudan mengumumkan penyelidikan atas dugaan serangan tersebut, yang dilaporkan telah menewaskan puluhan orang.

    Emas menjadi salah satu sumber utama ketegangan di perbatasan kedua negara.

    Perang saudara yang masih berlangsung di Sudan telah mendorong peningkatan aktivitas penambangan emas tradisional. Praktik ini umumnya dilakukan warga sipil menggunakan peralatan sederhana, sering kali tanpa izin resmi dan dengan risiko keselamatan tinggi, terutama di wilayah terpencil dekat perbatasan.

    Kawasan kaya emas, seperti wilayah di negara bagian Sungai Nil, berada di sepanjang perbatasan yang sulit diawasi. Medan di kawasan tersebut sejak lama dikaitkan dengan jalur penyelundupan lintas batas, sehingga emas hasil penambangan tradisional berpotensi masuk ke jaringan tersebut.

    Pada Juni, pasukan penjaga perbatasan Mesir menyatakan telah menyita 86 ton bijih emas beserta peralatan yang digunakan oleh para pencari emas tradisional.

    Aktivitas penambangan emas tradisional juga dilaporkan masih berlangsung di wilayah konflik Sudan. Emas yang diselundupkan berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi kelompok pemberontak bersenjata.

    Situasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa peredaran emas ilegal dari Sudan dapat merusak pasar emas resmi Mesir.

    afrika emas mesir pekerjaan tambang
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Peternak AS Terhimpit Kenaikan Biaya dan Kebijakan Trump, Loyalitas Politik Mulai Goyah

    12/10/2026
    Gaya Hidup

    Gejala Kanker pada Anak Kerap Tak Disadari, Orang Tua Perlu Mengenali Tanda-Tanda Ini

    12/10/2026
    Hiburan

    Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Djibouti, 139 Orang Tewas Termasuk 15 Anak

    12/10/2026
    Ekonomi & Pasar

    Rencana Trump Impor Diesel dari Rusia Picu Kecaman, Dinilai Bisa Membantu Membiayai Perang Putin

    12/10/2026
    Budaya

    Protes di New Delhi Berlanjut, Gerakan Gen Z yang Dijuluki “Partai Kecoa” Menolak Mundur

    12/10/2026
    Budaya

    “Semua Orang Membenci Polisi”: Protes Pelajar di Prancis Ungkap Perpecahan Politik dan Krisis Pendidikan

    10/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Peternak AS Terhimpit Kenaikan Biaya dan Kebijakan Trump, Loyalitas Politik Mulai Goyah

    12/10/2026

    Gejala Kanker pada Anak Kerap Tak Disadari, Orang Tua Perlu Mengenali Tanda-Tanda Ini

    12/10/2026

    Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Djibouti, 139 Orang Tewas Termasuk 15 Anak

    12/10/2026

    Serangan Udara di Perbatasan Sudan-Mesir Tewaskan 72 Pencari Emas, Kelompok HAM Sebut Dugaan Kejahatan Perang

    12/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.