Penyanyi musik country asal Amerika Serikat, Ella Langley, terpaksa membatalkan konsernya yang tiketnya telah habis terjual di Tulsa, Oklahoma, pada Jumat malam akibat adanya “ancaman keamanan serius”.
Penyanyi tersebut mengambil keputusan yang disebutnya “sangat sulit” sekitar dua jam sebelum konser di arena berkapasitas 19.000 penonton itu dijadwalkan dimulai.
Dalam unggahan di Instagram, Langley, 27 tahun, mengatakan ancaman tersebut berkaitan dengan “keselamatan para penggemar, staf tempat acara, dan tim saya”.
Kapten Richard Meulenberg dari Departemen Kepolisian Tulsa mengatakan seseorang telah menelepon dan memperingatkan bahwa akan terjadi “bahaya besar” di acara tersebut, termasuk penembakan dan serangan bom.
Meulenberg menyatakan timnya telah beberapa kali memeriksa lokasi konser di BOK Center sebelum acara dimulai, tetapi “tidak menemukan ancaman apa pun”.
“Acara tersebut sebenarnya sudah siap dilaksanakan,” katanya. Ia menambahkan bahwa petugas bersama anjing pelacak kembali menyisir arena setelah menerima panggilan telepon tersebut.
“Kami tidak menemukan ancaman yang dapat dipercaya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa orang yang melakukan panggilan tersebut telah “mengganggu seluruh acara ini” dan mengecewakan ribuan penggemar Langley.
Langley, yang tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai ancaman tersebut, juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya. Ia mengatakan informasi tambahan mengenai pengembalian uang tiket akan disampaikan “sesegera mungkin”.
Pihak BOK Center mengeluarkan pernyataan tersendiri yang menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan semua pihak yang terlibat merupakan prioritas utama mereka. Setelah mempertimbangkan situasi dengan saksama, pihak pengelola memutuskan konser tidak dapat dilaksanakan.
“Kami memahami kekecewaan yang ditimbulkan oleh kabar ini dan meminta maaf kepada para penggemar yang telah merencanakan untuk hadir,” demikian pernyataan tersebut.
Pada September, lagu country hit Langley, Choosin’ Texas, menggeser All I Want for Christmas Is You milik Mariah Carey dan menjadi singel nomor satu dengan masa bertahan terlama dalam sejarah tangga lagu Amerika Serikat.
Kesuksesan lagu tersebut turut membantu Langley, yang berasal dari Alabama, meraih berbagai penghargaan dalam Academy of Country Music Awards pada Mei.
