Seekor beruang menewaskan seorang pria dan melukai seorang perempuan secara serius setelah menyerang keduanya di dalam rumah mereka di dekat Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia.
Polisi mengatakan insiden tersebut terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari di Distrik Bayanzurkh. Saat itu, kedua korban berada di dalam ger, rumah tradisional masyarakat nomaden Mongolia berbentuk tenda.
Pria berusia sekitar 40-an tahun tersebut meninggal dunia. Sementara itu, perempuan berusia 50-an tahun berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan kepada para tetangga. Menurut pejabat pemerintah kota, Munkhbayar M, perempuan tersebut kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Penampakan beruang di sekitar permukiman manusia semakin sering terjadi di Mongolia. Perubahan iklim dan kelangkaan makanan menjadi sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap fenomena tersebut.
Tim penjaga hutan tengah mencari beruang yang menyerang kedua korban. Sementara itu, pihak berwenang memperingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap penampakan beruang.
Munkhbayar mengatakan terdapat 24 laporan penampakan beruang di sekitar ibu kota sepanjang tahun ini. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 2018, ketika hanya ada dua laporan, menurut keterangannya yang dikutip kantor berita AFP.
Dalam beberapa pekan terakhir, video yang memperlihatkan beruang memasuki atau merusak ger serta menyerang hewan ternak dilaporkan viral di media sosial Mongolia. Rekaman tersebut menyoroti meningkatnya interaksi antara beruang dan manusia di berbagai wilayah negara itu.
Menurut AFP, izin perburuan beruang telah diterbitkan di delapan provinsi. Pihak berwenang juga berupaya mendapatkan senapan pelontar peluru bius untuk membantu penjaga hutan yang bertugas di wilayah pedesaan.
Sebagian besar masyarakat Mongolia memiliki tradisi hidup nomaden. Namun, komunitas pertanian menetap semakin banyak ditemukan. Jumlah penduduk yang tinggal di ibu kota maupun kawasan perkotaan besar lainnya juga terus meningkat.
