Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

    09/10/2026

    Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

    09/10/2026

    Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

    09/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

      09/10/2026

      Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

      09/10/2026

      Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

      09/10/2026

      Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas

      09/10/2026

      Adidas Gugat Merek Fashion White Fox, Persoalkan Desain Empat Garis yang Dinilai Mirip Logo Ikoniknya

      09/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Paramount Resmi Ambil Alih Warner Bros dalam Merger Hollywood Senilai US$110 Miliar

      07/10/2026

      Ilmuwan Temukan Kandidat Planet Generasi Kedua yang Diduga Lahir dari Sisa Bintang Mati

      06/10/2026

      Trump Bentuk “Super Intelligence Force” untuk Mengawasi Kebijakan AI AS

      05/10/2026

      AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Pangkalan RAF Fairford di Inggris

      05/10/2026

      OpenAI Pecat Tiga Peneliti karena Diduga Salah Menangani Informasi Sensitif

      02/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Budaya»Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam
    Budaya

    Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

    joveBy jove09/10/2026No Comments5 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Musisi Chess Galea dahulu terbiasa memendam amarah karena takut dicap sebagai perempuan yang “histeris” atau “sulit diajak bekerja sama”.

    Mulai dari beban mental yang ditanggung perempuan hingga seksisme di tempat kerja atau, yang lebih buruk, kekerasan terhadap perempuan, Galea mengatakan bahwa “kita tidak menyadari betapa banyak hal yang kita terima begitu saja dan betapa seringnya kita memilih bungkam”.

    Namun, kini ia memilih meluapkan perasaannya. “Jika seseorang bersiul atau melontarkan godaan bernada seksual kepada saya di jalan, saya akan marah. Saya tidak peduli,” katanya.

    Galea, 34 tahun, merupakan salah satu dari semakin banyak perempuan di Inggris yang mengaku merasa lebih marah dibandingkan sebelumnya.

    Pada 2024, satu dari lima perempuan Inggris melaporkan merasa marah pada sebagian besar waktu sepanjang hari sebelumnya. Angka ini meningkat dibandingkan 2020, ketika jumlahnya hanya satu dari 10 perempuan.

    Selama hampir dua dekade, perempuan di seluruh dunia lebih banyak daripada laki-laki yang melaporkan mengalami kemarahan setiap hari. Kesenjangan tersebut juga semakin melebar.

    Lantas, apakah perempuan memang semakin sering merasa marah dan apa yang mendorong perubahan ini, atau mereka hanya semakin terbuka dalam mengungkapkan amarah?

    Psikoterapis Jennifer Cox, penulis sekaligus pembawa acara podcast Women Are Mad, menilai kedua hal tersebut sama-sama berperan.

    Ia mulai meneliti kemarahan setelah menduga bahwa kebiasaan klien perempuannya menekan emosi tersebut menjadi akar dari sejumlah gangguan fisik yang mereka alami.

    “Ada pola perempuan yang datang dengan keluhan migrain, masalah lambung, gangguan muskuloskeletal, dan masalah sistem kekebalan tubuh. Pada akhirnya, sulit untuk mengabaikan pola tersebut,” katanya.

    “Mereka berusaha memastikan anak-anak mereka menjalani kehidupan dengan baik, menjaga kesehatan mental, dan entah bagaimana tetap harus menyelesaikan pekerjaan mereka.”

    Cox kemudian mengadakan sesi kelompok yang memberi kesempatan kepada banyak perempuan untuk meluapkan amarah yang selama ini terpendam.

    “Kita dibesarkan dengan gagasan konyol tentang bagaimana menjadi ‘anak perempuan yang baik’. Kita didoktrin untuk menjadi pribadi yang baik, sopan, ramah, penuh perhatian, dan selalu peduli kepada orang lain,” ujarnya.

    “Perubahan besar dibandingkan generasi sebelumnya adalah sekarang kita diharapkan mampu melakukan semuanya.”

    Menurut Kantor Statistik Nasional Inggris, jumlah perempuan yang bekerja hampir sama banyaknya dengan laki-laki. Namun, perempuan menghabiskan waktu hampir satu jam lebih lama setiap hari untuk melakukan pekerjaan tidak berbayar, seperti mengurus rumah tangga dan merawat anggota keluarga.

    Di luar pekerjaan tersebut, perempuan juga menanggung apa yang dikenal sebagai mental load, yakni beban mental tak kasatmata untuk memastikan seluruh urusan rumah tangga berjalan dengan baik. Tanggung jawab ini sering kali lebih banyak dibebankan kepada perempuan.

    Pergeseran Budaya

    Representasi perempuan yang marah di media juga semakin positif.

    Pada masa lalu, karakter seperti Alex Forrest, yang diperankan Glenn Close dalam film Fatal Attraction, atau Carrie, yang diperankan Sissy Spacek dalam film horor klasik karya Stephen King, kerap digambarkan sebagai sosok tidak stabil dan berbahaya.

    Namun, kini kemarahan perempuan semakin sering digambarkan sebagai respons yang dapat dipahami, bahkan sebagai bentuk pembebasan diri.

    Salah satu contohnya adalah album Lily Allen, West End Girl, yang dirilis pada 2025. Album tersebut secara gamblang mengisahkan berakhirnya pernikahan Allen dengan aktor David Harbour.

    Sejumlah musisi lain, seperti Charli XCX, Olivia Rodrigo, dan Chappell Roan, juga merilis lagu-lagu yang menampilkan gambaran kekerasan, bahkan teriakan penuh amarah.

    Di layar lebar, film Barbie yang sukses besar pada 2023 turut memperlihatkan boneka ikonik tersebut mengungkapkan rasa frustrasi terhadap dunianya yang seolah-olah sempurna.

    Cox menilai penggambaran kemarahan perempuan seperti ini bermanfaat dan sehat.

    Namun, ketika perempuan benar-benar mengekspresikan amarah dalam kehidupan sehari-hari, mereka dapat menghadapi konsekuensi sosial yang merugikan.

    Sebuah penelitian pada 2020 menemukan bahwa perempuan yang menunjukkan kemarahan di tempat kerja dipandang kurang layak memperoleh status dan pengaruh. Penilaian serupa tidak berlaku bagi rekan laki-laki mereka.

    Lantas, apakah perempuan bisa menunjukkan kemarahan di tempat kerja sekaligus tetap mengembangkan karier? Menurut Yann Dang, seorang pelatih pengembangan diri yang berfokus pada perempuan di posisi senior dalam bidang yang didominasi laki-laki, jawabannya adalah bisa.

    Dang berpendapat bahwa perempuan yang selalu berusaha menyenangkan orang lain dan menghindari ekspresi emosi negatif mungkin dapat mencapai tingkat tertentu dalam jenjang karier. Namun, untuk mencapai posisi puncak, mereka perlu berani menentang keadaan dan mengguncang kemapanan.

    “Perempuan sangat pandai mempelajari aturan ketika kita mengetahui apa aturannya. Namun, aturan di dunia korporasi sama sekali berbeda,” katanya.

    Menurut Dang, kuncinya adalah mengetahui cara memanfaatkan amarah agar dapat disampaikan secara autentik dan sesuai dengan diri sendiri.

    Ia menyarankan perempuan menggunakan kalimat yang tegas dan langsung, seperti “Bagi saya, jawabannya jelas tidak”, “Saya tidak menyukai hal itu”, atau “Saya juga merasa frustrasi”.

    Ia juga menyarankan perempuan untuk terus melatih keberanian membela diri, sekalipun mereka belum memiliki jawaban yang tersusun sempurna.

    Selain seksisme sehari-hari, berbagai ancaman yang terus berlangsung, termasuk penguntitan, pelecehan, dan kekerasan dalam rumah tangga, menjadi faktor kuat yang menyatukan perempuan dalam kemarahan dan sikap perlawanan.

    Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan mencakup hampir 20 persen dari seluruh tindak kejahatan yang tercatat di Inggris dan Wales. Namun, banyak kasus tidak dilaporkan kepada pihak berwenang.

    Bagi Galea, kesempatan untuk membicarakan pengalaman misogini atau kebencian terhadap perempuan di industri musik, serta kekerasan seksual yang pernah dialaminya, secara lebih terbuka bersama perempuan lain telah membantunya memahami dan memperjelas sumber frustrasi yang ia rasakan.

    “Saya rasa kita sudah lama merasa marah, tetapi sekarang kita bisa terhubung dengan orang lain melalui media sosial,” katanya.

    Menyalurkan Amarah secara Efektif

    Psikolog Dr. Tara Brach sepakat bahwa kemarahan memiliki tempat dan fungsinya sendiri.

    “Hal terpenting adalah bahwa di balik kemarahan, ada sesuatu yang kita pedulikan. Kemarahan merupakan pembawa pesan. Emosi ini memberi kita energi untuk melindungi diri, menghadapi ketidakadilan, menetapkan batasan, dan membuat perubahan,” katanya.

    “Kemarahan menjadi tidak sehat ketika menguasai diri kita atau ketika kita bertindak dengan cara yang merugikan.”

    Untuk menyalurkan kemarahan secara efektif, Brach menganjurkan praktik kesadaran penuh (mindfulness), khususnya strategi yang dikenal dengan akronim RAIN. Metode ini terdiri atas empat langkah: mengenali emosi yang muncul, membiarkan diri mengalaminya, menyelidiki penyebabnya, dan menumbuhkan perasaan pengertian serta kasih terhadap diri sendiri.

    budaya emosi wanita
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

    09/10/2026
    Hiburan

    Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

    09/10/2026
    Ekonomi & Pasar

    Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas

    09/10/2026
    Bisnis

    Adidas Gugat Merek Fashion White Fox, Persoalkan Desain Empat Garis yang Dinilai Mirip Logo Ikoniknya

    09/10/2026
    Hiburan

    Pentagon Sebut Eksekusi Penembak Fort Hood Akan Disiarkan Langsung ke Publik

    09/10/2026
    Bisnis

    Mengapa Miliarder Zimbabwe “Sir Wicknell” Dicintai Sekaligus Dibenci di Afrika

    08/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Santri Kembali Dipenjara setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut

    09/10/2026

    Beruang Serang Rumah di Dekat Ibu Kota Mongolia, Satu Orang Tewas dan Seorang Perempuan Kritis

    09/10/2026

    Mengapa Semakin Banyak Perempuan Berani Meluapkan Amarah dan Menolak untuk Diam

    09/10/2026

    Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina, Perselisihan soal Tawanan Perang Korea Utara Memanas

    09/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.