Lima pria yang ditangkap atas dugaan pelanggaran terorisme di dekat Pangkalan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford akan dibebaskan dengan jaminan polisi, kata kepolisian antiterorisme.
Insiden besar ditetapkan sebagai keadaan darurat dan puluhan rumah dievakuasi setelah polisi mendapat laporan mengenai tiga “kendaraan mencurigakan” di dekat pangkalan udara di Gloucestershire pada dini hari Minggu.
Counter Terrorism Policing (CTP) mengatakan para penyidik tengah menelusuri “berbagai jalur penyelidikan”, termasuk kemungkinan keterlibatan perantara atau individu yang bekerja untuk kepentingan negara asing.
Kelima pria tersebut merupakan warga negara Inggris berusia 20-an yang berasal dari London.
Mereka awalnya ditahan karena diduga melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak, sebelum kemudian ditangkap lebih lanjut atas dugaan persiapan melakukan aksi terorisme.
Kepolisian antiterorisme mengatakan kelimanya masih dalam penyelidikan dan pembebasan mereka “dikenai persyaratan ketat terkait pergerakan dan kontak dengan orang lain”.
Polisi mengatakan tiga pria tinggal di Westminster, satu di Camden dan satu lainnya di Willesden. Mereka berusia antara 23 dan 25 tahun.
Seorang petani yang menelepon layanan darurat 999 untuk melaporkan tiga van putih di desa Whelford, yang berada tepat di sebelah timur pangkalan, mengatakan bahwa merupakan “keberuntungan semata” dirinya melihat kendaraan-kendaraan tersebut.
Perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan dirinya tiba di rumah dan mendapati jalan masuk serta jalan raya terhalang. Ia kemudian melihat “sekelompok besar pria mengenakan tudung dan masker”.
“Ketika melihat saya, mereka berlari menjauh. Beberapa menuju ladang dan beberapa lainnya menuju desa tetangga, Kempsford. Saat itulah saya menyadari bahwa sesuatu yang sangat tidak biasa sedang terjadi,” katanya
Ia mengatakan telah menghubungi polisi Kementerian Pertahanan di RAF Fairford, tetapi tidak mendapat jawaban. Ia kemudian menelepon 999 pada pukul 01.36 BST atau 07.36 WIB, dan mengatakan “dalam waktu 10 menit desa itu dipenuhi polisi bersenjata”.
“Saya yakin panggilan 999 saya menggagalkan apa pun rencana yang mereka miliki,” tambahnya.
Asisten Komisaris Laurence Taylor, kepala Counter Terrorism Policing, mengatakan pada Senin sore bahwa tiga “kendaraan mencurigakan” tersebut telah “diperiksa secara menyeluruh, dengan dukungan aset militer dan para ahli forensik”.
Ia menambahkan bahwa para penyidik mempertimbangkan insiden tersebut “dari setiap sudut yang memungkinkan”, termasuk kemungkinan bahwa “ini merupakan aktivitas yang dilakukan oleh perantara, atau individu yang secara sadar maupun tidak sadar bekerja atas nama negara asing”.
Perdana Menteri Andy Burnham memimpin rapat Cobra pada Senin sore dan meminta masyarakat “untuk tidak berspekulasi sementara pihak berwenang berupaya menetapkan fakta secara lengkap”.
Kedutaan Besar Iran di London mengatakan pihaknya “secara tegas menolak dan mengutuk keras” apa yang disebutnya sebagai “spekulasi tidak berdasar dan berniat jahat” yang mengaitkan Iran dengan insiden tersebut. Kedutaan menambahkan bahwa spekulasi itu “tidak akan menghasilkan apa pun selain memicu propaganda Iranofobia di Inggris”.
Kedutaan mengatakan Iran “mempertahankan hak untuk mengambil langkah hukum yang sesuai, jika diperlukan, guna melindungi hak dan kepentingan negara serta rakyatnya sebagai respons terhadap narasi media yang menyesatkan dan merugikan”.
Pangkalan RAF tersebut telah digunakan sebagai lokasi operasi terdepan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) selama beberapa dekade.
Dalam beberapa bulan terakhir, pesawat pengebom AS lepas landas dari pangkalan tersebut menuju Timur Tengah, setelah Inggris menyetujui permintaan AS untuk menggunakannya dalam serangan defensif terhadap Iran.
Pada Juli, Iran mengatakan “setiap pangkalan yang digunakan untuk melakukan agresi terhadap wilayah Iran merupakan target yang sah bagi pasukan kami”.
Pada Senin malam, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan dalam sebuah program televisi bahwa sudah jelas “aktor asing” terlibat dalam peristiwa yang terjadi selama akhir pekan.
Tanpa memberikan bukti atau rincian lebih lanjut, ia mengatakan dalam program Hannity di jaringan Fox News: “Apa yang terjadi, apa yang hampir terjadi, apa yang mungkin terjadi di Inggris selama akhir pekan adalah situasi yang sangat serius. Ini adalah sesuatu yang jelas melibatkan campur tangan seorang aktor asing.”
Sebelumnya di Ruang Oval, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak akan membebaskan kelima pria yang ditangkap dengan jaminan polisi dan mengaku “terkejut” mereka telah dibebaskan.
“Kami tahu segala sesuatu tentang mereka, kami tidak akan membebaskan mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa Inggris telah bekerja sama dengan AS “dengan sangat erat” dalam kasus tersebut.
Pembatasan wilayah dalam skala besar masih diberlakukan di sekitar pangkalan, sementara 85 rumah tangga yang dievakuasi pada Minggu kini telah diberi tahu oleh Kepolisian Gloucestershire bahwa mereka dapat kembali ke rumah.
Namun, polisi mengatakan pembatasan wilayah akan tetap diberlakukan di sekitar ketiga kendaraan tersebut.
Pelaksana Kepala Kepolisian Gloucestershire, Maggie Blyth, mengatakan 48 jam terakhir telah membuat “komunitas kami yang biasanya tenang dan damai menjadi sorotan media internasional”.
Pembatasan wilayah udara juga diberlakukan di atas pangkalan tersebut. Tidak seorang pun diperbolehkan terbang dalam radius lima mil atau sekitar 8 kilometer yang mengelilinginya tanpa izin. Barang yang dilarang mencakup balon, layang-layang, parasut, dan paralayang.
