Polisi Thailand menangkap seorang biksu Buddha yang diduga menggelapkan 100 juta baht atau sekitar US$3 juta (sekitar Rp49 miliar) dari biaranya, bersama seorang perempuan yang diduga menjadi kaki tangannya dan terekam berhubungan seksual dengannya.
Phra Wachirayan Wi, mantan kepala biara di Wat Phutthaisawan yang terkenal di Ayutthaya, kuil yang berasal dari abad ke-14, diduga menggelapkan sumbangan yang ditujukan untuk kuil tersebut dalam lebih dari 20 kesempatan selama dua tahun.
Di Thailand, para biksu Buddha bersumpah untuk hidup selibat dan meninggalkan kepemilikan materi. Ia dicopot dari status kebiksuannya setelah ditangkap. Hingga kini, ia belum memberikan komentar kepada publik.
Penangkapan terbaru ini terjadi lebih dari setahun setelah kasus seks dan pemerasan lain yang melibatkan sejumlah biksu senior mengguncang komunitas keagamaan Buddha di Thailand.
Pria berusia 66 tahun itu dikenal karena membuat jimat koin yang sangat diminati. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dilaporkan memiliki beberapa jimat buatannya.
Institusi Buddha di Thailand telah lama diwarnai laporan mengenai biksu yang melanggar sumpah selibat, terlibat dalam perdagangan narkoba, dan melakukan kejahatan keuangan.
Pada Juli tahun lalu, polisi membuka saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan “biksu yang berperilaku buruk” setelah sedikitnya sembilan biksu diketahui berhubungan seksual dengan seorang perempuan. Perempuan tersebut kemudian memeras mereka dengan foto dan video hubungan seksual itu selama hampir US$12 juta (sekitar Rp197 miliar).
Polisi pada Jumat mengatakan mereka menemukan dua aliran dana yang terkait dengan kuitansi sumbangan yang diterbitkan Phra Wachirayan atas nama kuil. Salah satunya diperuntukkan bagi renovasi kuil, sementara aliran lainnya berasal dari pembayaran jimat dan benda-benda sakral lainnya.
“Namun, uang dari kedua aliran tersebut tidak masuk ke rekening kuil. Tidak satu baht pun,” kata penyidik utama kepolisian Pattanasak Bupphasuwan dalam konferensi pers, menurut laporan media.
Polisi menemukan uang tunai dan batangan emas senilai lebih dari 100 juta baht saat menggeledah kediaman Phra Wachirayan pada Kamis. Proses penghitungan berlangsung hingga larut malam, menurut media Thailand The Nation.
Saat memeriksa rekaman kamera pengawas di kediaman tersebut, polisi menemukan rekaman Phra Wachirayan sedang berhubungan seksual dengan seorang perempuan di atas meja makannya.
Pihak berwenang mengidentifikasi perempuan tersebut sebagai Punyavee Rungrueang, 47 tahun, yang telah ditangkap atas tuduhan membantu seorang pejabat negara melakukan kegiatan ilegal. Hingga kini, ia belum memberikan komentar kepada publik.
Banyak biksu di Thailand menerima tunjangan dari pemerintah sehingga secara hukum dianggap sebagai pejabat negara.
Polisi menyita 35 jimat emas, sekitar 1,5 kilogram batangan emas dan perhiasan dari rumah Punyavee. Seluruh barang tersebut diperkirakan bernilai 6,04 juta baht (sekitar Rp3,1 miliar).
Polisi menduga Punyavee membantu Phra Wachirayan mengelola hasil penggelapan tersebut. Puluhan juta baht disebut mengalir melalui rekening bank miliknya setiap tahun, menurut laporan The Bangkok Post.
Penyidik mengatakan mulai menyelidiki kasus tersebut pada pertengahan Juli setelah menerima laporan anonim yang menuduh Phra Wachirayan melakukan pelanggaran dan menyalahgunakan dana kuil.
Polisi mengatakan dua atau tiga orang lainnya mungkin juga terlibat dalam kasus tersebut.
