Operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar berlangsung di perairan lepas Pulau Palawan, Filipina bagian barat, pada Kamis, setelah sebuah feri penumpang terbakar. Sedikitnya lima orang tewas dan puluhan penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.
Penjaga Pantai Filipina (PCG) mengatakan sejumlah kapal dan peralatan pendukung telah dikerahkan untuk mencari korban selamat. Tim penyelamat juga menggunakan perangkat pemodelan pergerakan arus untuk mengidentifikasi wilayah yang kemungkinan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Berdasarkan manifes kapal, jumlah korban selamat yang saat ini mencapai 43 orang, serta jumlah korban meninggal yang telah dilaporkan, pihak berwenang memperkirakan lebih dari 80 orang masih belum ditemukan. Namun, angka tersebut masih dapat berubah.
Juru bicara Penjaga Pantai, Commodore Noemie Cayabyab, mengatakan tim penyelamat belum dapat memasuki kapal. Upaya pencarian terhambat oleh asap tebal yang masih mengepul dari feri, selain kekhawatiran terhadap suhu ekstrem dan risiko ledakan.
Rekaman drone yang dirilis Penjaga Pantai memperlihatkan feri yang menghitam akibat terbakar dikelilingi perairan biru kehijauan. Kapal tersebut masih mengeluarkan asap beberapa jam setelah kebakaran terjadi pada Rabu malam.
Cayabyab mengatakan manifes kapal mencatat total 117 penumpang dan 17 awak. Feri tersebut berangkat dari Baseco di Manila menuju Coron, salah satu destinasi wisata populer di Palawan yang dikenal dengan lokasi penyelaman, pantai, serta wisata keliling pulau.
Dari 43 orang yang berhasil diselamatkan, dua di antaranya merupakan warga negara Chile, kata Aileen Ausente, juru bicara PCG di Palawan. Ia menambahkan bahwa armada udara telah disiagakan untuk membantu operasi penyelamatan, jika kondisi cuaca memungkinkan.
Feri yang terbakar tersebut terbawa arus dan angin sehingga bergeser semakin jauh dari lokasi awalnya sepanjang malam. Kondisi ini menambah tantangan bagi tim penyelamat, kata Cayabyab.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Transportasi feri merupakan moda perjalanan yang umum digunakan di Filipina, negara kepulauan dengan lebih dari 7.600 pulau. Jutaan orang mengandalkan kapal untuk bepergian dari satu provinsi ke provinsi lainnya.
Filipina memiliki catatan keselamatan pelayaran yang masih bermasalah. Sejumlah kecelakaan feri besar sebelumnya dikaitkan dengan kelebihan muatan, cuaca buruk, serta lemahnya penegakan peraturan keselamatan.
