Jakarta — Aldi Taher membagikan pandangannya mengenai peran besar doa seorang ibu dalam perjalanan hidupnya. Ia meyakini bahwa kondisi kesehatannya yang pulih dari kanker kelenjar getah bening hingga keberhasilannya dalam menjalankan usaha kuliner tidak terlepas dari doa sang ibu.
Dalam keterangannya di Ciputat, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026), Aldi menegaskan bahwa kekuatan doa ibu tidak perlu diragukan. Baginya, doa tersebut menjadi faktor utama di balik berbagai pencapaian yang ia raih saat ini.
“Semua orang sudah tahu bahwa doa ibu itu menembus langit tanpa penghalang. Jadi kalau ditanya lagi, jawabannya sudah pasti doa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keutamaan ibu telah diajarkan dalam ajaran Rasulullah, yang menempatkan ibu pada posisi paling utama dibandingkan anggota keluarga lainnya. Hal ini semakin menguatkan keyakinannya akan besarnya peran doa seorang ibu.
Lebih lanjut, Aldi mengakui bahwa dirinya tidak akan mampu membalas seluruh pengorbanan dan kebaikan ibunya. Sebagai bentuk bakti, ia berusaha merawat sang ibu yang kini tengah menjalani pemulihan akibat stroke, sekaligus terus berupaya membahagiakannya.
“Saya tidak akan bisa membalas kebaikan ibu. Apa yang saya lakukan tidak sebanding. Yang bisa dilakukan adalah terus merawat, memuliakan, dan mendoakan,” tuturnya.
Aldi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya mereka yang orang tuanya telah meninggal dunia, agar tetap mendoakan kedua orang tua dalam setiap kesempatan, termasuk dalam ibadah salat dan membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, doa anak yang tulus dapat memberikan ketenangan bagi orang tua, bahkan setelah mereka wafat. Ia mencontohkan doa khusus yang dapat dipanjatkan untuk kedua orang tua sebagai bentuk bakti yang tidak terputus.
Selain itu, Aldi menanggapi anggapan warganet yang menilai dirinya membawa pengaruh positif, terutama dalam mengingatkan generasi muda untuk berbakti kepada orang tua. Ia pun mengajak masyarakat untuk memperkuat ibadah dan menjaga hubungan baik dengan orang tua sebagai jalan meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Ia juga menyarankan agar anak tidak membebani orang tua dengan keluh kesah atau masalah pribadi. Menurutnya, hal-hal tersebut sebaiknya disampaikan langsung kepada Tuhan, sementara kepada orang tua cukup disampaikan hal-hal baik serta permohonan doa.
“Kalau ke orang tua, cukup minta doa. Jangan justru membebani mereka dengan masalah kita,” tegasnya.
Terkait kondisi ibunya yang masih dalam tahap terapi dan belum dapat berbicara, Aldi tetap yakin bahwa doa sang ibu terus menyertainya. Ia pun mengaku rutin meminta doa setiap pagi sebelum memulai aktivitas, mulai dari berdagang hingga bekerja di dunia hiburan.
Baginya, restu dan doa ibu menjadi sumber semangat utama dalam menjalani hari. “Setiap pagi saya pamit dan minta doa. Ibu tersenyum, lalu saya cium kakinya. Itu sudah jadi ‘vitamin’ buat saya,” pungkasnya.
