Connect with us

Ekonomi Bisnis

Dongkrak Ekspor, Jokowi Terus Pangkas Perizinan

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi.

Published

on

Photo: Shutterstock

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong kemudahan berinvestasi terutama yang berorientasi ekspor.

Presiden Jokowi bercerita, pada 2017 yang kinerja ekspor Indonesia cukup positif. Tercatat, ekspor tumbuh 16,2 persen dengan surplus perdagangan mencapai USD 11,8 miliar.

Pemerintah tak lantas puas. Untuk tahun ini ditargetkan angka ekspor dan surplus perdagangan bisa lebih tinggi lagi. “Kita terus akan mendorong agar lebih tinggi lagi dan bisa melompat lebih maju lagi,” tutur Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Kamis (26/4/2018)).

Soal perizinan investasi dan ekspor ini, Presiden Jokowi menyampaikan kepada menteri agar selalu disederhanakan. Dalam bulan Mei ini, pemerintah akan mengeluarkan yang namanya Online Single Submission yang sedang disiapkan sistemnya sehingga nantinya pengurusan izin itu menjadi bukan bertahun-tahun, berbulan-bulan atau berhari-hari.

“Saya sudah minta urusan izin itu kalau menyampaikan ke saya harus dalam sistem yang jam. Artinya Bapak atau Ibu kalau mengurus izin itu harus jam bukan hari lagi. Dari pusat sampai ke daerah, bisa kita trace kita telusuri dimana berhentinya dimana mandeg-nya dengan Online Single Submission,” tutur dia.

Ini merupakan sebuah lompatan dalam pengurusan perizinan yang sedang disiapkan. Jokowimenambahkan bahwa hal ini sebuah perubahan besar-besaran untuk membuat seluruh perizinan dari pusat hingga daerah betul-betul terintegrasi dalam satu kesatuan.

Ubah Pelayanan

Jokowi juga mengingatkan bahwa di belakang penerapan sistem ada manusianya, ada SDM-nya, yang menjadi faktor bisa mengubah pelayanan perizinan atau tidak. Sistem bagus tapi kulturnya tidak dibangun, tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

“Saya juga titip pesan karena di sini juga banyak pengusaha, banyak investor, kalau nantinya ini setelah online single submission nanti kita luncurkan kalau masih ada kendala-kendala hambatan-hambatan yang ada di lapangan, kalau masih ada yang main-main dengan perizinan tolong saya diberitahu. Bisik-bisik saja, kecil, bisik-bisik,” ujar Presiden seraya menyampaikan bahwa akan terus membenahi dan memperbaiki.

Kepada pengusaha, Jokowi juga menyampaikan untuk jangan takut melaporkan, karena itu penting buat dirinya.

“Jangan sampai laporan ke saya itu hanya ABS, Asal Bapak Senang, tapi lapangannya berbeda. Saya tidak suka yang seperti itu,” pungkas dia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi Bisnis

Hutama Karya Harus Percepat Pembangunan Tol Trans Sumatera

Published

on

By

Photo: Shutterstock

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menunjuk Bintang Perbowo untuk menduduki jabatan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero). Sebelumnya Bintang adalah Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Menteri BUMN Rini Soemarno memilih Bintang bukan tanpa alasan. Pengalamannya di sektor kontruksi dan sifat kepemimpinan Bintang sangat dibutuhkan untuk menangani Hutama Karya.

Tentu saja, ada pekerjaan rumah yang dititipkan Kementerian BUMN kepada Bintang di Hutama Karya.

“Percepat pembangunan jalan tol Sumatera karena konsesinya memang buat Hutama Karya. Atur financing sehingga tetap sehat,” kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan (KSPP).

Ahmad Bambang memandang selama ini pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatera berjalan cukup moderat. Hal ini juga menjadi alasan mengapa I Gusti Ngurah Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Hutama Karya kini ditempatkan sebegai Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

“Betul, pembangunan Trans Sumatera masih kurang karena belum sinkron antara Hutama Karya sebagai pemegang konsesi dengan Waskita Karya selaku kontraktor utama. Makanya Dirut Hutama Karya yang lama dipindah ke Waskita biar sekalian mempercepat,” cerita Ahmad Bambang.

Kaji Ulang

Menteri BUMN Rini Soemarno mengangkat Bintang Perbowo sebagai Direktur Utama Hutama Karya. Usai mendapat Surat Keputusan Menteri Rini, Bintang akan langsung bertemu dengan manajemen Hutama Karya dan juga komisaris untuk memetakan rencana dalam mengelola Hutama Karya.

“Pertama, apa sih proyek strategis nasional yang akan diselesaikan HK tahun ini, kita akan review mana yang menjadi prioritas utama mana yang tidak,” ucap Bintang di Kementerian BUMN pada Rabu kemarin.

Tak hanya itu, yang menjadi concern Bintang, tak kalah penting adalah mengenai kedisiplinan dalam menjalankan ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Hal ini mengingat belakangan banyak sorotan masyarakat mengenai proyek-proyek yang dikerjakan BUMN.

Bintang mengaku, baru mendapatkan kabar jika Kementerian BUMN untuk penyerahan SK pada pagi ini. “Saya baru dikabari Kementerian BUMN untuk menerima tugas baru tadi pagi,” dia menjelaskan.

Seperti diketahui, Hutama Karya saat ini memiliki tugas salah satunya menyelesaikan proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

Continue Reading

Ekonomi Bisnis

Karyawan Minta Kementerian BUMN Tak Bongkar Pasang Direksi Pertamina

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui.

Published

on

By

Photo: Shutterstock

Jakarta – Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar mengaku khawatir dengan adanya pergantian direksi PT Pertamina (Persero) dalam waktu singkat. Elia Massa Manik yang baru duduk di kursi Direktur Utama Pertamina selama 13 bulan telah dicopot.

Menurut Arie, perombakan yang terlalu singkat tak akan membuat kemajuan di dalam tubuh perusahaan pelat merah ini. Apalagi, Pertamina dituntut untuk bisa mengalahkan kinerja Petronas, Malaysia.

“Kami dituntut pemerintah mengalahkan Petronas Malaysia. Namun, jika terus seperti ini, kemajuan perusahaan untuk mengejar ketertinggalan pasti akan terganggu,” ujar Arie dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/4/2018).

Saat ditunjuk menjadi bos Pertamina, katanya, Elia Massa membawa kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang dijabarkan ke seluruh pekerja perseroan. Namun, kebijakan ini tak ada artinya saat Elia Massa digantikan Nicke Widyawati.

“Tetapi, dari sisi operasional, pekerja terus bekerja memenuhi target perusahaan, tak ada gangguan dari sisi operasional atas perombakan direksi ini,” katanya.

Arie menambahkan jabatan direktur utama Pertamina sangat strategis. Untuk itu, dia berharap, jabatan ini tidak lagi ditungganggi kepentingan-kepentingan yang merugikan perusahaan.

Syarat Kepentingan Politis

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan pencopotan direksi Pertamina sarat kepentingan politis. Hal ini akibat dari gencarnya pemerintah untuk membentuk holding migas antara Pertamina dan PGN.

Bhima menegaskan direksi Pertamina sekarang ingin fokus untuk eksplorasi minyak mentah dan kurangi defisit Neraca migas tahun 2017 yang mencapai US$ 8,5 miliar (data BPS).

Sedangkan, jumlah wilayah kerja eksplorasi secara nasional dalam periode 2014-2017 terus mengalami penurunan sebesar 68 WK.

“Jika kondisi ini tidak berubah, lifting minyak pada tahun 2025 akan turun menjadi 505 ribu barel per hari dari kondisi saat ini 775 ribu barel per hari. Kinerja eksplorasi yang terus memburuk jadi alasan pencopotan direksi,” Kata Bhima.

“Pencopotan ini justru memperlancar holding migas. Direksi yang baru dipaksa patuh ke Kementerian BUMN tanpa syarat. Disitu sisi politiknya,” Bhima mengakhiri.

5 Direksi Diberhentikan

Untuk diketahui, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina pada 20 April 2018 memutuskan perombakan direksi pada perusahaan ini. RUPSLB memutuskan pemberhentian dengan hormat Direktur Utama Elia Massa Manik.

Selanjutnya Nicke Widyawati ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama, menggantikan Elia Massa Manik.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan ini sudah menjadi keputusan Menteri BUMN Rini M Soemarno.

“Ibu menteri telah buat keputusan yaitu pemberhentian Direksi Pertamina dan pengangkatan direksi,” kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Sebanyak 5 direksi diberhentikan dalam hasil RUPS ini. Mereka adalah Direktur Utama, Direktur Pengolahan, Direktur Mega Proyek, Direktur Aset, dan juga Direktur Pemasaran Korporat.

“Dan untuk sementara Plt Dirut sekaligus Direktur SDM adalah ibu Nicke,” jelas dia.

Berikut susunan direksi yang dicopot:

1. Direktur Utama: Elia massa manik,

2. Direktur Pemasaran Korporat: Much Iskandar

3. Direktur Pengolahan: Toharso

4. Direktur Manajemen Aset: Dwi W Daryoto

5. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang

Berikut susunan direksi baru Pertamina:

1. Plt Direktur Utama sekaligus Direktur SDM: Nicke Widyawati

2. Direktur Pengolahan: Budi Santoso Syarif

3. Direktur Keuangan: Arief Budiman

4. Direktur Pemasaran Korporasi: Basuki Trikora Putra

5. Direktur Pemasaran Retail: Masud Hamid

6. Direktur Manajemen aset: M Haryo Junianto

7. Direktur MPP: Heru Setiawan

8. Direktur infrastruktur: Gandhi Sriwidjojo.

Continue Reading

Ekonomi Bisnis

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Dibuka Melemah ke 6.069,67

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.

Published

on

By

Photo: Shutterstock

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada pembukaan perdagangan Kamis ini. Investor asing jual saham Rp 142 miliar di pasar regular.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (26/4/2018), IHSG naik 4,49 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.084,21. Penguatan ini tak berlanjut hingga pembukaan. Pada pukul 09.00, IHSG turun 12,96 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.069,67.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,31 persen ke posisi 1.975,84. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona merah.

Sebanyak 93 saham menghijau tetapi tak mampu membawa IHSG ke zona positif. Sebanyak 55 saham melemah sehingga menekan IHSG dan 97 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.089,09 dan terendah 6.066,67.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 28.051 dengan volume perdagangan saham 477 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 659 miliar.

Investor asing jual saham Rp 142 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) makin menguat ke posisi Rp 13.925.

Dari 10 sektor pembentuk indeks hanya ada dua sektor yang menguat yaitu aneka industri yang naik 0,73 persen dan barang konsumsi yang menguat 0,04 persen.

Sektor keuangan turun 1,28 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar melemah 0,63 persen dan sektor saham perkebunan tergelincir 0,29 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MLPT naik 24,29 persen ke posisi Rp 870, saham KOBX menanjak 19,69 persen ke posisi Rp 304 per saham, dan saham BBRM melonjak 18 persen ke posisi Rp 118 per saham.

Adapun saham-saham yang melemah antara lain saham OASA turun 10,78 persen ke posisi Rp 298, saham JKSW turun 9,38 persen ke posisi Rp 87 per saham, dan saham MTSM tergelincir 9,26 persen ke level Rp 294.

Prediksi Analis

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menuturkan peluang teknikal rebound untuk IHSG terlihat cukup lebar.

“Kuatnya fundamental perekonomian, mampu bertahannya IHSG dalam situasi uji support di tengah gejolak dari market global, serta nilai tukar, hal ini menunjukkan IHSG masih cukup baik sehingga cukup mampu bertahan dan tahan terhadap goncangan,” ujar dia pada Liputan6.com, Kamis (26/4/2018).

“Hari ini IHSG berpeluang mengalami teknikal rebound dengan kisaran 6.002 – 6.265,” ujar dia.

Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji turut mengungkapkan demikian yakni IHSG berpeluang rebound.

“Peluang terjadinya teknikal rebound masih terbuka lebar. IHSG berada pada kisaran 5.974 – 6.269,” dia menjelaskan.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memprediksi IHSG bergerak whipsaw.

“Diperkirakan IHSG akan memantul (whipsaw) yakni IHSG akan menguji MA200 berbalik kembali di atas indikasi positif,” tutur Lanjar.

Continue Reading

Trending